One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Aku Berkata Jujur.


__ADS_3

Bab.14


Ceklek.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, pria itu membuka pintu kamar rawat.


Xaviera memalingkan kepalanya ke arah pintu, dia tak melihat keberadaan kedua anaknya. "Dimana anak-anakku?"


"Mereka baik-baik saja, ketiduran di dalam mobil. Aku menidurkan mereka di ruangan lain. Apa kamu nyaman dengan ruangan ini?"


"Ruangan ini sangat mahal, aku tidak bisa membayarnya. Aku tadi meminta pindah kamar ke ruangan biasa, tapi para staff rumah sakit bilang aku harus bicara padamu dulu," ujar Xaviera kesal.


"Aku akan menanggung seluruh biaya nya, kamu tidak usah memikirkan nya."


Xaviera menatap sebal pada Vicenzo, "Ini bukan kewajibanmu, Tuan Vicenzo."

__ADS_1


"Saat kamu mengatakan aku adalah Ayah mereka dan memberikan bukti-bukti, sejak saat itu aku mempunyai kewajiban terhadap mereka," Vicenzo mengangkat bahunya.


"Hasil test DNA belum keluar, kenapa kamu percaya pada ucapanku dan bukti-bukti yang belum tentu kebenarannya? Kamu bilang kamu tidak ingat kejadian malam itu?!"


"Aku berkata jujur, malam itu aku sangat mabuk kemudian tiba-tiba tubuhku panas. Setelah itu aku tidak mengingat apapun, tapi saat tadi mendengar suara lantangmu seketika kilasan ingatan tentang malam itu aku mengingatnya sedikit. Malam aku mem perkosamu, kamu berteriak memintaku untuk berhenti dan memohon. Kamu bahkan mengatakan kamu masih perawan, benar bukan? Itu yang kamu teriakkan malam itu?"


Xaviera mengalihkan wajahnya tak ingin bertatapan dengan Ayah kandung dari ketiga anaknya itu, dia juga tak menjawab pertanyaan Vicenzo.


"Isi dalam koper, darimana kamu mendapatkan nya? Aku melihat ada flashdisk juga, apa isinya?"


"Baiklah, tidak apa-apa jika kamu tidak ingin menjawab aku akan mencaritahu sendiri. Jadi apa kesimpulan Dokter, apa sakit Charles sangat parah?"


"Dokter bilang Charles kecapean, dan harus beberapa hari dirawat karena autoimun-nya terkena kuman. Dokter harus menstrerilkan tubuh Charles, ah... Apa kamu cuci tangan dulu saat masuk? Apa kamu membawa kuman?"


Vicenzo terperangah, baru kali ini ada yang berani mengatakan dia membawa kuman. Tapi saat melihat mata tajam wanita itu, dia akhirnya mundur kembali ke pintu. "Aku akan keluar dan men-sterilkan tubuhku baru masuk lagi, oke."

__ADS_1


Benar saja, Xaviera melihat pria itu membuka pintu dan keluar dari kamar rawat putranya dengan tergesa-gesa. Tiba-tiba bibirnya tersenyum, entah kenapa mengerjai pria itu sangat memuaskan.


Diluar pintu Vicenzo menggerutu tapi akhirnya dia mencari hand sanitizer dan mencuci kedua tangan nya sampai bersih.


Setelah dia keluar dari toilet rumah sakit dan akan kembali ke ruangan rawat Charles, dia melihat Mama dan Papa Anetta sedang duduk menangis di depan sebuah ruangan rawat. Dengan cepat dia menghampiri kedua orang tuan Anetta.


"Bibi, Paman. Ada apa? Siapa yang dirawat?"


"Apa kamu berhak bertanya pada kami setelah begitu saja meninggalkan Anetta di depan altar dan pergi bersama wanita lain?! Hah?!" Papa Anetta Tuan besar Ansell berteriak marah.


"Maaf, Paman. Tapi tadi situasi sangat mendesak, jika saya disana terus dua keluarga akan lebih dipermalukan lagi," ujar Vicenzo menyesal.


"Lebih dipermalukan lagi katamu! Dengan kamu kabur membawa seorang wanita yang lebih jelek dari putriku bersamamu, Anetta bahkan tidak berani menatap semua orang dan akhirnya dia tak sadarkan diri!" timpal Mama Anetta dengan sama berteriak.


Anetta di dalam kamar tersenyum puas, dia hanya berpura-pura pingsan. Dia hanya merasa marah karena Vicenzo lebih mementingkan urusannya dengan wanita itu, apalagi dia telat mengingat dan baru menyadari siapa wanita itu yang ternyata adalah wanita laundry yang berhutang uang padanya. "Cih! Wanita sepertinya mengaku sudah tidur dengan Vicenzo dan berani bersaing denganku. Mimpi saja!"

__ADS_1


__ADS_2