One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Kau Adalah Wanita Munafik.


__ADS_3

Bab.24


2 penjaga berdiri menjaga pintu besar ruangan pribadi Majikan besar menghalangi Tuan muda mereka. Vicenzo sekali lagi mengarahkan senjata pada para penjaga itu, tapi kali ini kedua penjaga tetap bergeming tak mundur seperti para penjaga di pintu masuk.


"Minggir!!!" teriak marah Vicenzo.


"Tidak, Tuan muda. Tuan besar memerintahkan agar jangan ada yang masuk ke ruangan ini."


Bugh!


Bugh!


Vicenzo tak menyerah ia memukul dengan keras satu persatu penjaga itu, lalu menggedor pintu yang terbuat dari kayu paling kuat itu dengan kepalan tangannya, tangannya seketika memerah tapi ia tak menggindahkan rasa sakitnya.


"Papa! Buka! Kembalikan anak-anakku pada Ibu mereka!"


"Papa!"


"Tuan, aku Mommy mereka. Aku mohon... kembalikan anak-anakku. Tuan..." ujar Xaviera.


Akhirnya pintu terbuka, suara teriakan kedua anaknya langsung terdengar.


"Mommy! Mommy! Aku ingin pulang! Hu... hu... hu..." Cailtin sudah menangis sejak lama, gadis kecil itu sedang dipeluk oleh saudaranya, Charlie.


Xaviera langsung berlari maju merengsek masuk ke ruangan tapi tangannya dicekal oleh seorang wanita paruh baya dengan kasar. Istri dari Tuan besar, Nyonya besar Gladwin. "Mau kemana kamu!"

__ADS_1


"Argghtth!" Xaviera meringis kesakitan.


"Mama! Lepaskan dia!" Vicenzo maju melepaskan cekalan Ibunya dari lengan Xaviera sampa terlepas.


"Vic! Apa yang terjadi padamu?! Kamu!" Sang Nyonya besar terperangah melihat penampilan putra satu-satunya.


Xaviera berlari merangkul kedua anaknya, "Maafkan Mommy, kalian baik-baik saja?" ia memeriksa setiap inci tubuh kedua anaknya.


"Kau pikir kami akan menyakiti cucu kami sendiri! Selain terus menangis mereka baik-baik saja!" bentak Tuan besar Gladwin.


Vicenzo mendekati Xaviera dan kedua anaknya. "Ayo pergi."


"Tah semudah itu kalian bisa membawa cucuku! Apa kau menggoda putraku sampai kau mengandung benihnya?!" teriak Nyonya besar pada Xaviera.


"TUTUP MULUTMU ANETTA!!!" bentak Vicenzo dengan amarah di matanya.


Tubuh Anetta tersentak mundur, dia tak menyangka penampilan bahkan sikap lelaki itu langsung berubah begitu banyak sejak mengatakan memutuskan pertunangan mereka.


"Vic sayang, ini aku. Tunangan kesayanganmu, calon istrimu. Kenapa kamu sangat berubah? Ada apa denganmu?" Anetta memajukan lagi tubuhnya ingin mendekati Vicenzo.


"Mundur wanita mura han! Aku tidak berubah, tapi aku baru tersadar dari jeratan palsumu! Kau adalah wanita munafik, bermuka dua! Kau berpura-pura berwelas asih pada orang-orang yang membutuhkan di panti-panti sosial dan selalu berderma pada mereka yang membutuhkan. Itu hanyalah kedokmu! Kau ingin aku dan keluargaku melihatmu sebagai wanita baik-baik! Tapi aku sudah mengetahui kesombonganmu, wanita hina!"


Plaakkkkkkk!


Tuan besar menampar putranya, "Berani sekali demi wanita yang tak jelas ini kau menghina calon istrimu! Apa yang merasukimu?!"

__ADS_1


"Pah, ini adalah kebenarannya. Bahkan Anetta berpura-pura masih suci selama ini, dia selalu bilang jika kesuciannya hanya untukku! Tapi sejak lama dia sudah tidur dengan lelaki lain!"


"Hu... Hu... Hu... Paman, aku bersumpah aku masih gadis suci. Pasti ada yang membohongi Vicenzo. Paman, selama ini aku benar-benar menjaga kesucianku untuk Vic yang akan menjadi suamiku. Aku tak terima di difitnah apalagi aku dipanggil wanita hina dan bermuka dua."


"Anetta! Jangan berbohong lagi! Kau sudah tidur dengan sepupuku, Andrew!"


"Kata siapa, Vic? Apa kata wanita miskin itu? Kau percaya padanya?" Andrew berjalan santai masuk ke dalam ruangan.


"Brengsek! Katakan semuanya pada Papaku! Katakan tentang hubungan kalian berdua!"


"Hubungan apa? Kami tak ada hubungan apapun. Vic. Apa ada yang mengatakan sesuatu padamu?"


"Bajingan kau Andrew! Kenapa kau mengingkari ucapanmu sendiri! Jelas-jelas kau mengakui kau yang telah menjebakku dengan Xavi 8 tahun lalu daan kau sudah tidur dengan Anetta karena kalian berdua adalah sepasang kekasih!"


Andrew tak menghiraukan perkataan emosi sepupunya, dia berjalan ke arah Pamannya. "Paman, saya bersumpah tidak pernah melakukan itu. Sepertinya Vicenzo sudah terpengaruh ucapan bohong dari wanita kelas rendahan itu. Tapi saya berani menjamin dan bersumpah jika saya berkata jujur, Anetta juga adalah wanita terhormat tidak mungkin dia melakukan sesuatu yang akan menodai kehormatannya dan keluarga besar Ansell serta keluarga besar Gladwin."


"ANDREW !!! BRENGSEK!"


Dengan amarahnya Vicenzo maju sekali lagi memukul wajah sepupunya bahkan memukulnya dengan senjata yang berada di tangannya, ia tak memberi ampun pada sepupu yang sudah mengkhianatinya.


DORRRR !


"Argghtt!" tubuh Andrew terkulai lemas, tubuhnya bersimbah darah.


Mata Vicenzo terbelalak, menatap darah di kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2