One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Apa Menurutmu Aku Akan Jatuh Cinta Lagi Pada Wanita Lain?


__ADS_3

Vicenzo berjalan mendekati istrinya, dengan perlahan melingkarkan kedua tangan melewati pinggang Xavi memeluk istrinya dari belakang lalu menaruh dagunya di bahu sang istri.


"Kamu sudah pulang?" tanya Xavi tanpa berbalik, ia melihat pantulan wajah suaminya dari kaca jendela besar.


"Ini sudah malam, kamu sedang melihat apa diluar sana? Bahkan bintang pun tak ada, hm?"


"Hhhhh..." bukannya menjawab Xavi malah menghela nafas pelan.


"Ada apa?"


"Vic, kamu pernah bilang aku hanya perlu diam menjaga diriku dan anak-anak. Kamu yang akan mengurus semuanya, termasuk Deliyah. Kamu memintaku selalu mempercayaimu, mendukungmu. Tapi sebenarnya selain kamu yang memintaku, aku memang sengaja selalu diam termasuk pada Deliyah. Apa kamu tahu kenapa?"


"Kenapa?"


"Deliyah sangat berbeda dari Aneeta. Deliyah selalu blak-blakan mengatakan apa yang sedang dia pikirkan, kalaupun dia ingin menyembunyikannya tapi saat aku memancingnya dia akan kelepasan bicara dan mengatakannya. Deliyah wanita polos, dia hanya dibutakan obsesinya ingin memilikimu. Aku tidak tau kenapa ? Tapi aku merasakan rasa obsesi padamu bukan cinta, jadi aku tidak pernah mencemaskan dia."

__ADS_1


"Hhhh..." kini giliran Vicenzo mendesah pelan. "Aku bertemu Deliyah saat pertemuan bisnis dua keluarga dan harus makan malam bersama, saat kami sedang makan malam Deliyah pamit pergi dari ruang makan di hotel untuk ke toilet dan aku pergi keluar untuk merokok di toilet. Tapi di tengah jalan Deliyah diganggu lelaki mabuk, aku hanya menolong seperlunya tapi aku tidak tau jika sejak itu Deliyah menargetkanku padahal aku sudah menikah dengan Aneeta."


"Hm," Xavi tidak memotong perkataan suaminya, hanya bergumam.


"Lalu setiap hari dia akan selalu mencari alasan untuk dekat denganku, secara terang-terangan. Seperti yang kamu bilang, Xavi. Deliyah memang wanita yang selalu blak-blakan, aku akui itu."


"Kenapa kamu tidak menyukai wanita seperti Deliyah? Dia sebenarnya wanita baik dan dari keluarga yang sama denganmu dalam kedudukan sosial."


"Karena hatiku sudah kamu curi, Xavi. 6 tahun lalu... meskipun kamu bukan dari kelas sosial yang sama denganku tapi bagiku kedudukan sosialmu lebih berada diatasku. Enam tahun lalu meskipun wajahmu tidak secantik sekarang tapi aku sudah terpikat olehmu, meskipun rambutmu keriting berantakan aku terpedaya dengan pesonamu. Meskipun kamu memakai pakaian lusuh, aku jatuh cinta akan kesederhanaanmu. Cintamu, kasihmu, kekuatanmu mengasuh ketiga anak kita sendirian membuatku ingin berlutut di bawah kakimu mengucapkan beribu rasa terima kasihku. Xavi, aku jatuh cinta padamu karena semua itu, lalu... Apa menurutmu aku akan jatuh cinta lagi pada wanita lain?"


Vicenzo mencium bibir Xavi, memotong ucapan penyesalan istrinya.


Kini, Xavi melepaskan semua beban dan keraguan dalam hatinya dan akan membalas cinta suaminya padanya. Dia mengaitkan kedua tangannya di leher suaminya, memperdalam ciuman mereka.


Vicenzo melepaskan belitan lidah dan ciumannya, "Hhh... sayang... aku mencintaimu..."

__ADS_1


"Aku tau, aku juga mencintaimu Vic... Aku--"


Sekali lagi Vixenzo menutup bibir istrinya, lalu mengangkat tubuh Xavi.


Xavi melingkarkan kakinya di pinggang suaminya, mencapit dengan kuat memcium Vicenzo dengan sama bersemangatnya.


Vicenzo membaringkan dengan pelan tubuh Xavi yang kini berada di bawah tubuhnya, "Xavi... aku tidak akan menahan perasaanku lagi padamu, terima kasih sudah menerima perasaanku padamu."


Xavi tersenyum, air mata bahagia menetes melewati sudut matanya, "Aku mencintaimu, Vic."


Tanpa menunggu lagi, Vicenzo mulai melucuti pakaian mereka berdua dengan cepat.


"Aku berjanji akan menjadi pelayan setiamu, Nyonya Vicenzo..."


Wajah mereka berbinar bahagia, wanita yang sudah menjadi ibu dari tiga anak itu juga berdoa agar Tuhan tidak merenggut semua kebahagian darinya lagi.

__ADS_1


__ADS_2