One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Akan Mempertahankan Posisinya Sebagai Nyonya Vicenzo.


__ADS_3

Bab.30


Di meja makan panjang di kediaman Gladwin, makanan mewah tertata rapi. Setiap penghuni rumah duduk di kursi mereka masing-masing.


Charlie dan Caitlin duduk di sebelah meja kiri disamping Daddy mereka, sedangkan di sebelah meja samping kanan duduk Anetta dan putrinya yang berusia 5 tahun bernama Alesya beserta Nyonya besar Gladwin. Kedua putri Nyonya besar Gladwin kini sudah menikah dan dibawa oleh suami mereka.


"Charlie, hari ini ikut dengan Daddy . Biarkan Caitlin yang sekolah."


"Aku tidak mau, Daddy juga tahu aku dan Caitlin tak bisa terpisahkan. Jika terjadi sesuatu pada adik kembarku Daddy pasti tidak akan bertanggung jawab karena Daddy bukan Ayah yang mampu bertanggung jawab bahkan pada Ibu kami saja kamu melepasnya." Lagi dan lagi Charlie selalu saja mengingatkan ketidak becusan Ayahnya ketika kejadian 6 tahun lalu.


"Apa kau tidak mengajarkan mulut putramu sopan santun, apa itu calon pewarismu di masa depan!" geram Tuan besar Gladwin pada Vicenzo, selama enam tahun ini putranya itu tak becus mengajari cucu laki-lakinya cara bicara sopan dengan orang yang lebih tua.


"Papa, aku malah bangga pada Putraku. Dia selalu mengeluarkan sifat asli dan perasaan yang sedang dia rasakan," ujar Vicenzo acuh tak acuh tapi menatap putranya penuh kekaguman meskipun selama ini Charlie selalu membencinya .

__ADS_1


"Daddy, Alesya ingin waffle itu..." Alesya menunjuk menu sarapan di meja, dia mencari perhatian sang Daddy karena selama ini Vicenzo tak pernah memperdulikannya.


"Minta pada Ibumu," ujar Vicenzo kembali cuek.


Mata Alesya berkaca-kaca, Anetta menatap kesal pada Vicenzo tapi tak bisa berkata apa-apa karena bagaimana pun orang tua Vicenzo dan orang tuanya mengetahui jika Alesya bukan anak kandung Vicenzo.


"Sweety, mau Daddy ambilkan lagi waffle-nya atau jus?" Vicenzo malah menawarkan pada putri kandungnya Caitlin dengan lembut.


"Tidak, waffle-ku masih belum habis. Berikan saja waffle pada Alesya, dia putrimu juga," jawab Caitlin cuek.


"Selamat pagi," tiba-tiba suara halus seorang perempuan terdengar di iringi suara hentakan benda yang dikenakan di kaki perempuan cantik itu beradu dengan lantai.


Mata tak suka Anetta menghunus tajam pada wanita yang baru saja datang, Deliyah. Perempuan muda berusia 24 tahun dari keluarga Lincoln, digadang gadang akan dijadikan istri menggantikannya karena sudah bertahun-tahun menikah dengan Vicenzo dia belum melahirkan seorang putra. Mereka tidak tahu saja jika dia hanya membuat kesepakatan dengan Vicenzo bukan benar-benar menjadi istrinya jadi bagaimana mungkin dia akan melahirkan seorang putra kalau suaminya saja tidak pernah menyentuhnya. Apalagi orang tua Vicenzo sejak awal sudah kecewa padanya karena mengandung anak orang lain, tapi demi wajah dua keluarga akhirnya mereka menerimanya sebagai istri Vicenzo.

__ADS_1


Kini, sepertinya dirinya akan dibuang menjadi istri Vicenzo dan digantikan dengan perempuan yang baru saja datang. "Pagi juga, Nona Deliyah."


Anetta tersenyum manis ia tak akan membiarkan dirinya dibuang begitu saja, bagaimana pun caranya ia akan mempertahankan posisinya sebagai Nyonya Vicenzo.


"Hai, kak Anetta. Pagi ini kamu sangat cantik," Deliyah tersenyum sumringah, wajah muda cantiknya berbinar apalagi saat ekor matanya melirik ke arah Vicenzo lelaki yang ia sukai selama setahun ini. Keluarganya menjalin bisnis dengan kelurga Gladwin, sejak saat dikenalkan dengan lelaki berwajah dingin tapi berhasil mencuri hatinya itu seketika ia meminta kedua orang tuanya menjadikannya istri dari Vicenzo.


"Pagi Bibi, Pagi Paman," ujarnya manja pada kedua orang tua Vicenzo selalu ingin mengambil hati mereka.


"Pagi, sayang. Duduklah di dekat Bibi, kamu pasti belum sarapan."


Deliyah berjalan dengan anggun ke arah kursi makan di samping Nyonya besar Gladwin lalu duduk disana, kursi yang ia duduki sejajar dengan kursi lelaki yang di incarnya. "Pagi, Vic...." sapanya pada lelaki berusia 10 tahun lebih tua darinya itu.


Vicenzo berpura-pura tak mendengar Deliyah menyapanya, dia 'sok sibuk mengambil roti lapis ke piring kedua anak kembarnya.

__ADS_1


Tapi sikap dingin Vicenzo yang diperlihatkan padanya tak membuat Deliyah menyerah, dia pasti akan berhasil membuat lelaki itu bertekuk lutut di depannya.


__ADS_2