One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Kamu Menatap Bibirku, Apa kamu Menginginkanku, Xavi?


__ADS_3

Malam itu juga Vicenzo membawa Charles pergi dari tempat Ayahnya menyekap anaknya itu. Saat di perjalanan Zayn menghubungi Dokter pribadi Tuan mudanya agar datang ke Mansion.


Setelah diperiksa Xaviera terus memeluk putranya, menidurkan anak itu.


"Xavi, istirahatlah di kamarmu... biarkan aku disini.


Xaviera menggeleng, "Charles selalu terbangun jika sedang kesakitan atau gelisah, meskipun tubuhnya sudah sembuh tapi dia masih selalu harus menjaga tubuhnya selama ini bahkan tidak bisa terlalu kecapean apalagi hari ini dia pasti ketakutan."


Vicenzo tak ingin berdebat dengan Xaviera, dia membuka jas-nya yang masih menempel sejak pesta tadi. "Kamu nyaman dengan pakaian dari Mama?"


"Tentu, apa ini baju Anetta?" itu yang membuatnya tidak nyaman sejak memakai gaun tidur yang dipakainya.


"Sepertinya bukan, tapi entahlah. Aku belum pernah memperhatikan gaun malam Anetta karena meskipun terkadang wanita itu sering menggodaku dengan sengaja berjalan di depanku tapi aku tidak pernah sengaja menatapnya."


"Kenapa? Kalian adalah sepasang suami istri, sudah biasa bukan seorang istri ingin menarik perhatian suaminya."


"Itu karena aku menikah dengan Anetta hanya untuk kesepakatan, aku tidak benar-benar menikah dengannya. Begini... Anetta membutuhkan seorang Ayah untuk putrinya dari Andrew dan aku membutuhkannya saat itu untuk menuruti permintaan Ayahku agar nama besarnya tidak tercoreng karena kami batal menikah."


"Hm," Xavi mengangguk anggukkan kepalanya.

__ADS_1


Ranjang sedikit menderit saat tubuh besar Vicenzo menekan, lelaki itu naik ke atas ranjang dan ikut membaringkan tubuhnya lalu memeluk putra mereka yang sedang tidur berbaring di tengah ranjang.


Mata keduanya bertemu tapi Xavi dengan cepat mengalihkan tatapannya. Pupil mata biru Vicenzo menatap penuh arti pada Xaviera dan wanita itu malah menatap bibir Vicenzo, ia teringat saat di atap hotel tadi sewaktu lelaki itu menciumnya.


"Kamu menatap bibirku, apa kamu menginginkanku Xavi?" Vicenzo menyeringai nakal dan terlihat jelas oleh Xavi.


"Huh! tentu saja tidak. Diamlah, biarkan aku tidur." Xavi mulai memejamkan matanya, pelukannya semakin erat di tubuh Charles.


Vicenzo juga semakin memeluk erat tubuh putranya tapi tangannya bergerilya lalu menggenggam tangan Xaviera akhirnya mereka tertidur dengan posisi seperti itu semalaman.


Pagi hari semua orang yang duduk di meja makan untuk sarapan terlihat tegang, tak terkecuali Deliyah yang baru datang.


Wanita itu menatap bergantian ke arah Vicenzo yang tersenyum hangat pada wanita yang duduk di samping lelaki itu. Bahkan terus menerus melayani wanita yang berwajah ceria seraya menyuapi ketiga anak kembar Vicenzo yang duduk di meja makan. Tiga! Astaga!


"Bibi yang akan menjawabnya, Deliyah." Mama Vicenzo ingin semua baik-baik saja, dia ingin menjelaskan lebih dulu.


"Tentu, Bibi... Silahkan."


"Memang benar dia adalah Ibu dari ketiga cucu kembarku, namanya Xaviera. Dulu hubungan mereka berdua tidak lancar, satu anak dibawa Xavi dan dua anak kembar bersama Vicenzo disini."

__ADS_1


"Hm, jadi begitu. Lalu, kenapa tiba-tiba Ibu anak-anak ini datang kembali kesini?" tanya Deliyah kembali.


"Aku akan menikah dengannya, secara sah. Karena aku akan bercerai dengan Anetta secepatnya, setelah itu aku dan Xavi akan menikah. Xavi sudah menerima lamaranku...." kali ini Vicenzo lah yang menjawab pertanyaan Deliyah.


"Uhukkkk... Uhukk..."


Anetta dan Deliyah terbatuk kaget bersamaan, sebenarnya Anetta sudah menduganya tapi saat mendengar Vicenzo dengan terang-terangan mengatakan ingin menceraikannya rasa terkejut tetap menyerangnya.


"What?! Vic, aku lah yang akan menjadi istri sah-mu setelah kamu bercerai dengan Anetta! Orang tua kita sudah setuju!" Tangan Deliyah mengepal, wanita itu berwajah mengerikan.


"Tanyakan saja pada Ayahku, itu adalah kesepakatan dari orang tua kita. Bukan kesepakatan ku."


"Lalu, bagaimana denganku Paman?" kini tatapan menusuk Deliyah tertuju pada Tuan besar Gladwin.


"Kamu masih bisa menikah dengan Vicenzo, Deliyah. Tapi sebagai istri kedua tanpa pernikahan sah secara hukum, karena Vicenzo hanya menginginkan Xaviera sebagai istri sah-nya," ujar Tuan besar Gladwin dengan santainya.


"Paman!"


"Jangan berteriak pada orang yang lebih tua dari kita, Dik. Itu tidak sopan."

__ADS_1


Lionel berjalan dengan santai mendekat ke arah meja makan tatapan matanya tertuju ke arah Xaviera. Semalam dia mengetahui kejadian penculikan Charles saat mengantar mobil Xaviera ke rumah wanita itu, lalu saat mendengar dari Tuan Andreas jika Charles sudah berhasil di selamatkan dan dibawa ke keluarga Gladwin seketika dia tahu jika sesuatu hal besar telah terjadi. Benar saja, baru saja menginjakkan kakinya masuk ke dalam kediaman Gladwin pendengarannya malah mendengar tentang pernikahan Xavi dan Vicenzo membuatnya terkejut.


Wajah Xaviera kini bahkan sama kagetnya dengan wajah Lionel, lelaki itu memanggil adik pada calon istri lain Vicenzo. Apa yang sebenarnya terjadi?!


__ADS_2