One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Orang-orang Itu Membawa Charlie dan Caitlin.


__ADS_3

Bab.22


Bola mata Xaviera membulat penuh, tatkala dia menyadari perubahan penampilan pada lelaki di hadapannya. Ia mengamati sosok Vicenzo dari bawah ke atas, menelisik wajah tampan pria itu. Matanya kini beradu pandang dengan manik biru lelaki itu.


"Kamu suka, Xaviera? Apa sekarang aku terlihat sederhana seperti kamu dan anak-anak kita? Muhehee..." lelaki itu berdiri dengan percaya diri tapi selagi ditatap selidik oleh perempuan di depannya seketika ia salah tingkah.


"Jelek, ya?" sekali lagi lelaki itu berkata ragu.


"Ekhmm, ada apa kamu kesini? Aku sudah mengatakan pada pengawalmu jika aku--"


"Ya, aku sudah mendengar pesan marahmu padaku." Potong Vicenzo.


"Aku tidak marah, itu adalah perkataan sejujurnya dariku. Aku tidak ingin berurusan lagi denganmu," imbuh perempuan itu.


"Aku sudah mengantongi bukti test DNA, sekarang terbukti anak-anakmu adalah anakku juga. Mulai kini, secara penuh aku akan bertanggung jawab pada mereka."


"Bagaimana dengan calon istrimu?"


"Aku sudah memutuskan pertunangan dengan Anetta."


"Apa karena aku, kau memutuskan pertunanganmu? Vicenzo, dengar.... sebenarnya aku tidak tau jika yang akan menikah dengan Anetta adalah kamu yang telah mennodaiku. Jika aku tau, aku tidak akan pernah mengambil kesepakatan dengan Tuan Andrew untuk datang ke pernikahanmu dan menghancurkannya. Aku datang karena ingin membalas Anetta, aku tidak suka pada wanita itu." Jelas Xaviera, ia tak ingin disalahkan saat semuanya berakhir antara Vicenzo dan Anetta.


"Tentang Andrew yang menyuruhmu aku tau, tapi tentang kesepakatan aku belum tau. Bisa jelaskan kesepakatan apa itu? Lalu, apa kamu mengenal Anetta sebelum pernikahan dan kenapa kamu tidak menyukai wanita itu?"

__ADS_1


"Aku tidak suka Anetta karena dia adalah wanita kaya sombong! Aku tak menyesal sama sekali!"


"Hahhhhh, kamu benar. Aku tau.... aku tau dengan pasti sifat Anetta sekarang. Aku juga tau tentang ganti rugi gaun wanita itu yang harus kamu bayar, aku akan menggantinya kamu tenang saja. Lalu tentang kesepakatan?"


"Kamu tidak perlu membayarnya, aku akan berusaha mencari uang untuk membayarnya. Tentang kesepakatan itu, aku mendapatkan bayaran 1000 dollar jika merusak pernikahanmu dengan Anetta." Jujur Xaviera.


"Hah?! 1000 dollar! Wait! Aku? Kamu hargai hanya 1000 dollar? Sebentar..." Vicenzo tidak merasa marah mendengar penuturan Xaviera tentang perempuan itu yang menerima bayaran untuk menghancurkan pernikahannya, karena sejatinya ia sekarang merasa bersyukur terlepas dari wanita bermuka dua seperti Anetta. Tapi ia merasa harga dirinya terluka karena dihargai hanya 1000 dollar.


Xaviera mengigit bibirnya melihat wajah kesal pria yang berjalan mondar mandir seraya menarik-narik rambutnya. "Kalau kamu marah aku menerima bayaran itu, aku akan memberikan 1000 dollar itu padamu."


"Kamu akan apa?!" Vicenzo tiba-tiba menarik tubuh Xaviera menempelkan tubuh kecil perempuan itu pada tubuhnya.


"Apa yang kamu lakukan?! Aku mengatakannya karena kamu terlihat sangat kesal! Lepaskan!" berontak Xaviera.


"Aku marah karena kamu meminta bayaran hanya 1000 dollar! Kenapa kamu gak minta bayaran 1jt dollar, mungkin lebih. Hargaku bisa lebih tinggi dari itu," Vicenzo melonggarkan pelukannya, tiba-tiba ia merasa kepanasan sewaktu tubuh Xaviera menempel padanya.


"Aku nggak marah, uang itu memang pantas kamu dapatkan karena disuruh oleh pria brengsek itu." Geleng Vicenzo.


"Tapi, aku juga mendapat tambahan bayaran 100.000 dollar dari Tuan Andrew jika aku berhasil mendapatkan hatimu," dengan lantang Xaviera kembali jujur.


"Minta bayaran uang itu pada Andrew karena kamu sudah berhasil, kamu sudah mendapatkan hatiku, Xavi...." Vicenzo mengetatkan kembali pelukannya, deru nafasnya memburu. Gairahnya hasratnya melebur menjadi satu ia semakin mempersempit jarak bibirnya dan bibir perempuan itu.


Dugh!

__ADS_1


"Arrghhtttt! Xavi... Ahhhh..." Vicenzo seketika memegang benda kenyal yang berada di tengah pahanya menjerit kesakitan.


"Kamu yang mulai lebih dulu! Main peluk bahkan kau ingin menciumku! Bajingan! Apa kau datang kesini karena ingin melecehhkanku!"


"Arghtt, sakit. Kamu galak sekali, huh!"


"Pergilah, jangan main-main denganku. Hatiku bukan untuk dijadikan taman bermain olehmu."


Vicenzo melepas kedua tangannya dari large bird nya, dia menatap serius pada Xaviera.


"Xavi, aku serius... Aku menyukaimu. Jadi bisakah kita mulai lagi dari awal? Berkenalan, pendekatan. Jika saat itu kamu tetap tak bisa menerimaku, aku akan hemm.... lihat nanti," Vicenzo tak ingin berandai-andai.


"Kenapa kamu semudah itu menyukaiku? Kita baru saja kenal!" Xaviera tak serta merta percaya begitu saja.


"Aku tak bisa menjelaskan dengan kata-kata, Xavi. Berilah aku satu kesempatan untuk membuktikan keseriusanku."


"Xavi! Xavi!"


Disaat Xaviera ingin menjawab, suara sang Papa Andreas terdengar panik berlari menghampirinya.


" Ada apa, Pah? Dimana si kembar?" tanya Xaviera tak kalah paniknya.


"Orang-orang itu membawa Charlie dan Caitlin! Oh Tuhan! Berkati mereka!" Andreas terus berdoa sepanjang jalan.

__ADS_1


"Ini pasti ulah Papa! Tunggu lah disini, aku akan segera membawa anak-anak kita kembali!" geram Vicenzo.


Dengan langkah penuh emosi pria berusia 28 tahun dengan tinggi 186 cm itu segera pergi dari rumah sakit menuju kediamannya.


__ADS_2