
Nana yang memikirkan masalah tersebut dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. sehingga tertidur pulas
PAGI HARI
brak... brak... brak...
suara dobrakan pintu asrama nya Nana. Nana yang sedang tertidur pulas terkejut dan bangun. Nana duduk di atas kasur sambil menompang dagu memikirkan cara bagaimana dia kabur agar tidak menikah dengan tuan muda tersebut
" Nana... Nana... bangun... bangun..... ini hampir terlambat lho... nanti kamu telat gimana... " tanya Lili sambil mengetuk pintu asrama nya Nana
Nana yang berpikir bahwa orang mendobrak pintu Nana ialah orang suruhan tuan muda itu. Nana langsung turun dari atas kasur berlari mendekati pintu. dan membuka pintu kamar nya sambil tersenyum kepada Lili
" ah... Lili... sepertinya aku hari ini kurang sehat. tolong absen aku ya. kamu bilang saja aku sakit ya "
Nana langsung menutup pintu kamarnya. namun Lili menahannya. dan masuk kedalam asramanya Nana
" Nana... kamu sakit apa ? "
tanya Lili sambil menompang dagu nya. dan penuh tanda tanya di pikiran Lili
" aku sedikit merasa demam " kata Nana
Nana berbohong kepada Lili. namun Lili bersikeras mengajak Nana
DALAM RUANGAN
akhirnya Nana jadi pergi ke kampus, dan sekarang Nana berada dalam ruangan
" Nana... itu yang ku maksud tadi... dia itu dosen baru kita,,, dia ganteng kan ? keren lagi... " kata Lili sambil menyenggol bahunya Nana
" hmm... ya... iya... " kata Nana sambil melihat ke luar jendela
Nana yang sedang memikirkan banyak hal. akhirnya dia menyadari sesuatu. dia tidak melihat Zhen hari ini
__ADS_1
SELESAI JAM PELAJARAN
setelah dua jam lebih. akhirnya pelajaran nya pun selesai
" Nana aku akan segera kembali... aku mau ke toilet sebentar ya " kata Lili kepada Nana
" iya... baik... aku akan tunggu kamu di depan. ingat jangan lama-lama, aku masih punya pekerjaan lain " kata Nana
Lili pun pergi ke toilet. Nana sedang beres-beres, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk. Nana mengambil handphone nya dan segera melihat apa isi pesan tersebut
" ternyata anak itu... ( Nana. apakah Abang ku ada bilang sesuatu sama kamu ? ) apa maksudnya... biarkan saja.. masih banyak hal yang perlu aku khawatir kan selain Abang nya... "
SATU JAM TELAH BERLALU
Nana yang sedang menunggu Lili di luar. mulai merasa cemas, akhir nya Nana menyusul Lili yang sedang berada di toilet
" dimana Lili... apakah dia sudah kembali duluan... " kata Nana
setelah sampai di toilet ternyata Lili tidak ada di sana. Nana merasa cemas, akhirnya Nana menelpon Lili. waktu Nana menelpon Lili dia dapat mendengar suara telpon Lili, yang berarti Lili masih berada di toilet. Nana mencari di mana suara telepon nya. akhirnya Nana menemukan nya, suara telpon nya berasal dari dalam toilet yang terkunci
Lili yang sedang di ikat di dalam toilet. dan mulut nya di sumbat dengan tisu toilet. tiba-tiba datang seorang dari belakang Nana ingin memukul Nana. namun Nana menyadari nya, dan berputar sehingga tidak terkena pukulan
" siapa kamu... kenapa kamu menyerang ku diam-diam... " tanya Nana
Nana melihat bahwa seorang lelaki yang ingin memukul nya memakai topeng rubah putih, sehingga Nana tidak dapat mengenali laki-laki tersebut
" hahahhahaha... kamu gak perlu tau siapa aku... yang penting hari ini kamu mati " kata pria tersebut
Nana yang mendengar perkataan laki-laki tersebut marah
" kamu... sungguh ingin membunuh ku dengan menggunakan itu... aku sudah punya sekali pengalaman di pukul dari belakang, maka hal tersebut tidak akan terulang kedua kali nya... " kata Nana sambil tersenyum
dulu Nana merupakan murid yang paling unggul dalam ilmu beladiri. bahkan gurunya sangat memuji atas pencapaian nya
__ADS_1
" ya... aku ingin bunuh kamu... maka tugas ku akan selesai dan aku dapat membiayai orang tua ku yang sedang sekarat di rumah sakit... " kata pria itu dengan penuh percaya diri
" aku rasa... kamu tidak dapat melakukan nya, kamu tidak akan sanggup " kata Nana sambil menggenggam kedua tangan nya
" hahaha... kita lihat saja sanggup atau tidak... aku akan membuktikan nya pada mu " kata lelaki tersebut dengan bangga
lelaki itu langsung menyerang Nana memakai tongkat yang ada di tangan nya. tapi menangkap nya seolah-olah dia sedang menangkap seekor nyamuk, dia tidak merasa sakit sedikitpun. dia memegang tongkat tersebut dan menarik dari tangan lelaki itu. laki-laki itu terkejut, padahal dia telah memukul nya sekuat tenaga tapi tidak mempan sedikit pun terhadap nya
" terkejut.... kenapa... bukan kah tadi kamu ingin membunuh ku... " tanya Nana sambil tersenyum
" kamu.... kamu... aku... aku tidak berani... " jawab laki-laki itu dengan gemetaran
lelaki itu kegemetaran dia tidak berani menyerang Nana lagi, karna tongkat nya telah di rebut oleh Nana
" huh... sekarang aku beri kamu satu kesempatan jawab pertanyaan ku dengan jujur " kata Nana
Nana mendekati lelaki tersebut, tapi sepertinya lelaki itu tidak menyerah begitu saja, ternyata lelaki tersebut menyimpan pisau di saku baju nya. Nana yang sedang mendekati lelaki itu, namun laki-laki itu mengambil keuntungan, dia berusaha menusuk Nana
" hahaha... mati saja kamu " kata lelaki itu sambil tertawa
" kamu... kamu memang tidak bisa di beri kepercayaan, mempercayai kamu malah menjadi sebuah Mala petaka. aku berencana tidak membunuh kamu, tapi kamu malah mencoba untuk menusuk ku... "
ternyata Nana berhasil membalikkan serangan. yang tertusuk buka Nana malah lelaki tersebut, setelah ter tusuk laki-laki itu pun berdarah yang tidak berhenti-henti. lelaki itu mundur dan menjauh dari Nana
" kamu ingin pergi ? huh... tidak semudah itu... aku beri kamu waktu untuk menjawab. maka aku akan melepaskan mu. siapa yang telah menyuruh mu! " bentak Nana
lelaki itu ingin menjawab tapi dia telah diberi racun sebelum menyerang Nana. laki-laki itu pun mati di sana, dan mengeluarkan banyak busa dari mulutnya
" huh... sepertinya aku belum beruntung. ahkkk... sial, tangan ku sakit... serasa ingin patah gara-gara menahan tongkat tadi. terlalu banyak gaya. ah... aku hampir lupa, Lili masih berada dalam toilet " kata Nana
Nana langsung mengdobrak pintu toilet dan melihat kalau Lili lagi pingsan. Nana langsung melepaskan tali nya. dan mengecek bagaimana keadaan Lili
" seperti nya Lili demam. karna terlalu lama di dalam toilet dalam keadaan basah kuyup... Lili maafkan aku. aku melibat kan kamu dalam masalah ku. bertahan lah, aku akan membawa mu ke rumah sakit " kata Nana dengan rasa gelisah
__ADS_1
Nana langsung mengangkat Lili dan segera membawa nya ke rumah sakit terdekat. sebelum Nana sampai ke rumah sakit, Nana terlebih dahulu memberikan obat kepada Lili