
sementara di tempat lain, Kenzo menunggu mereka kembali tapi mereka tidak kembali-kembali akhirnya Kenzo mencari mereka, dan tiba-tiba seseorang datang dan menabrak nya
" hey... kalau jalan pakek mata... " kata Kenzo dengan marah
" ma... maaf kan saya, saya tidak sengaja... " kata Lili dengan suara terengah-engah
ternyata yang menabrak Kenzo adalah Lili, Lili tidak melihat kalau yang dia tabrak adalah Kenzo
" kamu... " Kenzo
" kamu... " Lili
Kenzo melihat kebelakang Lili, dia melihat Nana bersama nya
" lho... kok kamu cuma sendirian. Nana dimana, kenapa kamu tidak bersamanya... " tanya Kenzo kepada Lili
" hah...hah... dia... dia tadi berurusan dengan para pengawal nya pemilik perusahaan terbesar di kota ini, aku... aku tidak berani melawan mereka... " jawab Lili dengan suara terengah-engah
" apa... dimana dia sekarang... " tanya Kenzo
" aku... aku gak tau dia di bawa kemana, yang jelas tadi dia di bawa oleh para pengawal-pengawal itu tadi, air... aku butuh air... " Lili
Lili melihat kalau Kenzo sedang memegang sebotol minuman, Lili merampas sebotol air mineral dari tangan nya Kenzo, dan meminum nya sampai habis. Kenzo terkejut
" hey... itu punya ku... " kata Kenzo
" ahhhh... ademmm.... kamu bilang apa tadi... " tanya Lili
" ahh... lupakan saja... " kata Kenzo
Lili tiba-tiba teringat lagi, Nana masih di bawa oleh orang berpakaian hitam dan memakai kaca mata hitam itu
" ahhhhh.... " teriak Lili
" kenapa lagi... " tanya Kenzo
" Nana... Nana... dalam masalah kita harus segera membantu nya... bagaimana ini... bagaimana ini.... " jawab Lili dan sangat panik
" errttttt..... " Kenzo
" ayo... cepat... kita harus membantunya... tapi bagaimana cara nya ya, hmmm " kata Lili
" ( ternyata perasaan cewek lebih cepat berubah dari pada membalikkan halaman buku ) hmmm... " Kenzo
" hey... kamu jangan bengong, ayo cari solusi nya cepat... ahaa.... aku punya ide... " kata Lili
Lili dan Kenzo bekerja sama untuk membantu Nana, sementara Nana dalam keadaan yang tidak menguntungkan
*****
akhirnya Nana di bawa ke sebuah ruangan gelap
" maaf tuan... kami sedikit lama, karna... " kata para pengawal
" tidak apa-apa " tuan muda Hans
" hmmm... hemmm... " teriak Nana dengan mulut tersumbat dengan kain
" lepaskan dia " tuan muda Hans
atas perintah dari tuan muda Hans, pengawal melepaskan Nana. dan menyuruh Nana untuk duduk, lampu sorot yang hanya menerangi Nana seorang, Nana yang berencana kabur tidak bisa kabur karena masih banyak pengawal yang menjaga nya baik yang di samping nya atau yang berada di luar sedang berjaga
" huh... kuarang ajar, kamu sumbat mulut ku Pakai apa... menjijikkan " kata Nana dengan nada tinggi
" diam " tuan muda Hans
seketika Nana terdiam mendengar suara tuan muda Hans, karna ketakutan. tapi itu tidak berlangsung lama, Nana mulai berulah lagi
__ADS_1
" hahhahahahahaha.... emang kamu siapa, main suruh-suruh aja, hey... asal kamu tau ya, aku gak takut sama kamu... " kata Nana
" oh... benarkah " kata tuan muda Hans
" hey... biarkan aku kembali, teman-teman sedang menunggu ku, Mereka pasti sedang mencemaskan ku " kata Nana
tuan muda Hans memberikan kode kepada kepala pengawal
" baik tuan... maaf nona, kami tidak bisa melepaskan anda, sebelum anda mengganti rugi, setelah ganti rugi kami baru bisa melepaskan anda " kata kepala pengawal
" emang aku salah apa, sehingga saya harus ganti rugi " tanya Nana
" salah anda ialah anda telah menumpahkah dua cangkir coklat susu ke atas baju nya tuan muda " kata kepala pengawal
" apa... hanya mengotori baju dan aku harus ganti rugi... bukan kah bisa di cuci " kata Nana
Nana tetap bersikeras untuk tidak mengganti rugi, Nana berpikir bahwa ini hanya masalah sepele
" tuan muda tidak mau memakai pakaian itu lagi, dan anda juga telah menabrak tuan muda hingga terjatuh " kata kepala pengawal
" oke... aku mengaku salah telah menabrak nya, aku minta maaf, walaupun dia yang menabrak ku. kalau masalah baju aku bisa mencucinya dan mengembalikan nya, masalah nya selesai, aku bisa pergi sekarang kan " tanya Nana
" tapi tuan muda telah membuang pakaian nya, karna tuan muda tidak mau memakai baju yang telah kotor. dan anda harus ganti rugi senilai dua puluh juta, anda mau bayar tunai atau menggunakan... " tanya kepada pengawal
Nana langsung memotong perkataan kepala pengawal itu, karna Nana terkejut mendengar bahwa dia harus membayar senilai dua puluh juta hanya untuk sepasang baju
" tunggu... tunggu.... kenapa baju nya jadi semahal itu " tanya Nana
" karna baju tuan muda khusus di buat oleh perancang terkenal nomor satu di dunia " kata kepala pengawal
" heh... sombong, aku gak mau " kata Nana
" dan lagi kamu telah menabrak ku, hingga terjatuh sehingga aku kehilangan mental ku, jika kamu tidak mau membayarnya aku akan tuntut kamu atas kasus penganiayaan dan kamu akan masuk penjara " kata tuan muda Hans
Nana terdiam, dan dia menjadi takut karna ancaman dari tuan muda Hans
" baiklah kalau kamu tidak mampu membayar nya, aku mempunyai sebuah ide. pengawal... " kata tuan muda Hans
tuan muda Hans menyuruh kepala pengawal untuk menggambil selembar kertas yang telah di siap kan saat pertama kali dia membawa Nana bersama nya
" baik tuan muda " kata kepala pengawal
kepala pengawal mengambil kertas itu, dua pengawal lain nya menaruh meja di depan Nana, dan kepala pelayan meletakkan kertas dan pulpen di atas meja. Nana yang melihat nya merasa penasaran
" apa ini ? " tanya Nana
" apa nona buta, atau memang tidak bisa membaca " jawab tuan muda Hans
Nana mengambil kertas tersebut dan membaca. ternyata surat kontrak
" surat kontrak apa ini, aku gak mau tanda tangan " kata Nana
Nana menaruh kembali surat kontrak tersebut di atas meja
" nona bisa memilih, berakhir di penjara atau menandatangani surat perjanjian ini, atau juga bisa membayar ganti rugi atas kerusakan mental tuan muda " kata kepala pengawal
" kalau kamu suruh aku pilih, kalau aku bisa memilih, aku tidak akan memilih satu pun, huh... " jawab Nana dengan marah
tuan muda Hans tidak tahan dengan apa yang dikatakan kan Nana, sehingga tuan muda Hans berdiri dan memukul meja dengan keras
bhaaakkkk
Nana terkejut dan merasa sedikit takut, tapi dia tetap mempertahankan IQ nya
" tanda tangan atau tidak, aku tidak punya banyak waktu untuk bermain dengan kamu " kata tuan muda Hans
Nana yang mendengar perkataan tuan muda Hans langsung mengambil surat itu dan segera menandatangani nya tanpa membacanya terlebih dahulu
__ADS_1
" ihh... galak banget sih, nih... aku tandatangani kontrak nya, puas.... " kata Nana
" hmmm... " tuan muda Hans
tuan muda Hans tersenyum dan pergi meninggalkan kan tempat itu. Nana yang duduk di sana berdiri
" nona, anda sudah bisa pergi " kata kepala pengawal
" huh... siapa juga yang mau lama-lama di sini... " jawab Nana dengan sombong
Nana pun meninggalkan tempat itu, ketika dia hendak ingin masuk kedalam kelas dia bertemu dengan Lili, dan Lili pun menanyakan bagaimana dia bisa bebas dari cengkeraman singa
" Nana. apa kamu baik-baik saja,,, aku sangat khawatir... bagaimana dia memperlakukan mu,,, " tanya Lili
" aku baik-baik saja,,, " jawab Nana
" bagus lah kalau kamu baik-baik saja,,, " kata Lili
Nana mengingat waktu itu merasa sedikit kecewa dengan Lili karna meninggal kan Nana sendirian
" Lili... " panggil Nana
" iya.. " jawab Lili
" tadi... kenapa kamu kabur, kenapa gak bantuin aku " tanya Nana
" aku... aku minta maaf Nana, aku tidak berani melawan pengusaha kaya itu " jawab Lili
" terus... sekarang " tanya Nana
" tadi nya, aku sudah punya rencana untuk membantu kamu, tapi... aku sudah menemukan kamu sekarang, tanpa terluka sedikit pun, jadi gak jadi deh lanjut rencana nya... " kata Lili
Nana yang mendengar penjelasan Lili pun memakluminya
" hmm... sudah lah, aku mau kembali ke asrama, aku juga gak sempat masuk tadi " kata Nana
" aku juga ikut " kata Lili
Nana pergi meninggalkan Lili, Lili menyusul Nana dari belakang. akhirnya Nana dan Lili kembali ke asrama mereka sambil berbincang-bincang kejadian tadi
" Nana... " panggil Lili
" iya... kenapa " jawab Nana
" aku minta maaf ya " kata Lili
" untuk yang tadi.... sudah lah... aku sudah maafin kok, sekarang yang penting aku kan selamat " kata Nana
" Nana, ini bukan masalah tadi, tapi... Karna aku tidak mengatakan yang sejujurnya kepadamu " kata Lili
" emang kamu sembunyikan apa dari ku " tanya Nana
" sebenarnya aku ini satu ruang dengan kamu, jurusan kita sama " jawab Lili dengan suara rendah
" apa... kenapa kamu gak bilang aku soal ini, sebenarnya kamu anggap gak aku ini teman kamu " tanya Nana
" iya... aku ini anggap teman kamu, tapi... " jawab Lili
" huh... Lili, kamu sendiri yang bilang kepadaku, kita sebagai teman harus saling membagi rahasia, saling membantu baik susah maupun senang, dan sekarang kamu sembunyikan hal yang paling berharga. Lili aku percaya sama kamu, jadi apapun yang kamu lakukan itu, aku akan berusaha untuk percaya. kamu pasti punya alasan tersendiri maka nya belum saat nya aku ketahui " kata Nana
" Nana... aku pengen nangis dengerin nya. boleh peluk gak ? " tanya Lili
" sini... biar aku peluk, Lili... apapun masalah kamu, kata kan saja padaku, kalau aku bisa bantu, aku pasti akan membantu kamu, walaupun aku gak bisa bantu, aku akan usahakan untuk membantu oke... " kata Nana
Nana dan Lili saling memeluk satu sama lain, mereka berdua sebenarnya saling mempunyai rahasia. tapi mereka berdua tidak mengatakan nya satu sama lain
" (Nana maaf kan aku, aku belum bisa menceritakan tentang ku yang sebenarnya, aku berjanji aku akan selalu melindungi kamu dan cepat atau lambat kamu pasti akan segera mengetahui, siapa aku sebenarnya, ) hmmm..... " Lili
__ADS_1
" ( Lili, aku minta maaf. belum saat nya untuk menceritakan semuanya, aku sekarang begitu banyak masalah. aku tidak mau membahayakan kamu ) " dalam hati nya Nana