PACAR KU BOSS

PACAR KU BOSS
Hans adalah CEO nya


__ADS_3

pagi pun datang, Nana tidak menyadari kapan Lili kembali. Nana segera keluar dari kamar asramanya dan mengetuk pintu kamar asramanya Lili, tidak lama kemudian Lili membuka pintu kamar asramanya dengan mengucek-ucek matanya. Lili masih merasa mengantuk karna tidur terlalu larut malam


" Lili, kenapa kamu baru bangun. kamu tidak ingin pergi ke kampus? " tanya Nana dengan melihat Lili dengan sangat penasaran


" wouam... sepertinya hari ini tidak deh, aku masih ingin tidur. dadah... " jawab Lili dengan melihat Nana dengan mata pemalas, Lili langsung berbalik dan segera loncat kembali ke kasurnya dan kembali tertidur pulas


Nana hanya bisa menghela nafas dan segera menutup kembali pintu kamar asramanya Lili, Nana berbalik dan melihat ke pintu kamar asramanya Liana. dan merasa tidak ada sedikitpun bahwa Liana berada di dalam, Liana tidak kembali semalaman namun pintu kamar asramanya Liana terkunci tidak dapat di buka


" Lili, aku pergi dulu ya " ujar Nana dengan meninggalkan kamar asramanya Lili


" emm... " jawab Lili dengan setengah sadar nya


Lili tidak dapat kembali ke asramanya setelah menerima telepon dari Nana karna tiba-tiba ada kejadian yang terjadi tiba-tiba tanpa sepengetahuan mereka. Lili terpaksa kembali ketika waktu subuh melalui jendela


Lili tertidur pulas, sedangkan Nana segera pergi ke kampus. sesampainya di kampus Nana mendengar berbagai berita, namun Nana tidak memperdulikannya dan segera masuk kedalam ruangannya. sesampainya di dalam ruangan, Nana tidak melihat Zhen, Kenzo, Santi dan Susan


Nana tidak menanyakan kepada siapapun kenapa mereka bertiga tidak masuk ke dalam jam pelajaran, Zhen tidak masuk kedalam ruangan karna dia masih berada di luar negeri merayakan memperingati hari pernikahan orang tuanya, sedangkan Kenzo sedang tertidur di atas pohon di belakang gedung dekat danau


Nana mendengar gosip dari mahasiswa dan mahasiswi lain yang sedang membicarakan tentang Susan. rumahnya Susan kedatangan sekelompok perampok dan mengambil barang antik yang di jaga selama dua tahun ini dengan sangat baik. bahkan dalam sesaat perusahaan keluarga Susan bangkrut di malam itu bersamaan dengan kehilangan barang antik Tersebut


Nana curiga apakah ini ada kaitannya dengan Liana, tidak lama kemudian dosen Khen masuk dan Nana mulai fokus untuk belajar, tiba-tiba Nana mendapatkan pesan dari kantor bahwa dia harus segera ke kantor untuk menghadiri rapat umum


seusai nya pelajaran Nana segera pergi ke kantor untuk menghadiri rapat umum. Nana terburu-buru dan berlari masuk kedalam perusahaan dan sedikit terlambat, lift hampir tertutup lalu Nana menahannya dan segera masuk kedalam lift. semua mata melihat ke arah Nana dengan tatapan tidak suka

__ADS_1


namun Nana tidak memperdulikannya dan berdiri dengan sangat tenangnya, tidak lama setelah itu semua karyawan yang berada di dalam lift keluar dan tertinggal Nana sendirian, dan Nana sangat merasa sangat nyaman ketika semua karyawan keluar dan udaranya pun menjadi lebih segar


Nana sampai di lantai 25, Nana segera keluar dari lift dan segera berjalan menuju ke ruangannya. Nana merasa seseorang menatapnya dengan tatapan ingin membunuh, Nana lewat di depan ruangan nya sekretaris umum lalu segera masuk kedalam ruangan nya sendiri


Nana langsung duduk di atas kursinya dan melihat seutas kertas tertempel di layar monitornya. Nana mengambil dan membacanya, di kertas tersebut tertulis bahwa " monster ". Nana terseyum melihat tulisan tersebut dan langsung melemparnya ke udara


" orang yang bisa menjebakku masih belum lahir. tapi kalian juga boleh mencobanya! " kata Nana dengan penuh kepercayaan pada dirinya sendiri


" mencoba apa? " tanya sekretaris umum kepada Nana


sekretaris umum masuk tanpa mengetuk pintu membuat Nana terkejut, Nana langsung menyapa sekretaris umum dengan senyuman manis. sekretaris umum terdiam melihat Nana yang terseyum begitu sangat manis dan terpesona, tiba-tiba sekretaris umum sadar bahwa dia seorang perempuan kenapa terpesona dengan seorang perempuan


sekretaris umum batuk jaim dan segera menyuruh Nana untuk segera masuk keruangan CEO dan menunggu CEO datang, setelah itu membuatkan kopi untuk CEO dan menghadiri rapat umum setelah itu


sekretaris umum segera berbalik dan menutup pintu ruangan Nana dengan sangat kencang, sekretaris umum memegang dadanya dan merasa sedikit suka melihat Nana. tidak lama setelah sekretaris umum keluar Nana bangun dari tempat duduknya dan segera keluar dari ruangan dan menuju keruanganya CEO


Nana membuka pintu ruangan nya CEO dan terpesona melihat nya, begitu banyak terdapat rak buku. kursi yang begitu mewah dan meja yang begitu besar, Nana segera menghampiri rak buku dan melihat berbagai macam buku terdapat di rak buku tersebut


" wah... bukunya banyak bener, enak juga jadi CEO " kata Nana dengan melihat sekelilingnya


Nana segera duduk di atas kursi nya yang begitu mewah dan memutar kursinya ke belakang menghadap tirai, Nana penasaran di balik tirai tersebut ada apa. Nana segera bangun dari kursi dan berjalan mendekat kepada tirai tersebut


dengan sangat penasarannya Nana menarik tirai tersebut dan terdiam dengan melihat di balik tirai tersebut yang terlihat seluruh kota dan dapat melihat kincir ria, Nana terus melihat keluar jendela dengan meletakkan tangannya di kaca

__ADS_1


tiba-tiba seseorang datang dan mendekat kepada Nana, Nana menyadari bahwa seseorang mendekat dan segera berbalik melihat ke arah orang tersebut. Nana terkejut dan seketika terdiam melihat orang tersebut yang ternyata Hans


Nana tidak menyangka kalau bahwa bossnya adalah Hans. Nana yang masih marah kepada Hans segera berjalan menjauh dari Hans dengan masih sedikit merasa sakit di kakinya


" berani-beraninya dia mengabaikan aku " dalam hatinya Hans dengan sangat marahnya kepada Nana


Hans segera memegang tangannya Nana dengan menghentikan Nana lalu menarik Nana dan mencium Nana, Nana terkejut dan menggigit Hans sampai mengeluarkan darah. Hans melepaskan Nana dan pegangan tangannya


" oh sayang, apa kamu seekor anjing. kamu begitu suka menggigit " ujar Hans dengan mengusap darah di bibirnya


Nana hanya terdiam dengan menundukkan kepalanya. Hans yang melihat Nana yang hanya diam saja tanpa berkata sepatah kata apapun menjadi marah, dan mendekat kepada Nana dengan memegang dagunya Nana


" sayang, apa kamu lupa dengan surat kontrak uang kamu tanda tangan 1 tahun yang lalu? " ujar Hans dengan menghapus noda darah di bibirnya Nana


Nana menepis tangan nya Hans dengan berkata


" cukup! jangan sentuh aku " kata Nana dengan sangat marah kepada Hans mengingat masalah waktu itu


" sayang, apa kamu ingin bertemu dengan karyawan lainnya dengan noda darah di bibirmu. nanti mereka berpikir bahwa kamu baru selesai menghisap darah " ujar Hans dengan menatap Nana dengan sedikit perhatian kepada Nana


Nana hanya diam saja dengan menundukkan kepalanya


__ADS_1


__ADS_2