
akhirnya Nana sampai di asrama nya, dan segera turun dari mobil tanpa mempedulikan Hans. Nana berlari segera masuk ke dalam asrama dengan tergesa-gesa, Hans yang melihat Nana yang begitu tergesa-gesa merasa sedikit aneh
" tuan muda " panggil Guntur kepada Hans
" Guntur, berapa kali lagi aku harus bilang padamu. kamu tidak usah memanggil ku dengan begitu formal " kata Hans
" baik. saya... " Guntur
belum sempat Guntur menyelesaikan perkataannya Hans langsung memotong perkataan Guntur
" aku tidak ingin mendengar kejadian yang telah berlalu, segera berangkat ke perusahaan " kata Hans
" baik " jawab Guntur
Hans dan Guntur pergi dari asrama nya Nana, Nana tidak memperdulikan nya. Nana segera masuk ke dalam kamar asrama nya dan segera mengambil laptop nya dan Langsung mencari informasi tentang kejadian tadi melalui CCTV yang ada
Nana merupakan seorang wanita yang begitu pintar di bagian hal mencari informasi apapun itu, maupun di bagian lainnya dia sangat lah pintar. bukan hal yang susah untuk Nana mencari tau nya
" ( aku sudah lama tidak beraksi, rasanya agak sedikit berbeda. aku berencana untuk tidak beraksi karna aku tidak ingin mengingat kejadian dua tahun lalu. haih, kali ini hanya untuk Lili, setelah ini aku tidak akan melakukan lagi kecuali dalam keadaan sangat genting, aku akan memberikan keadilan pada Lili ) Lili tunggu aku, semoga saja bukan orang yang dekat dengan kami " kata Nana
Nana terus mencari informasi, informasi yang sedang Nana cari sedang memuat. Nana pergi mengambil air minum karna terlalu haus sebab berlarian
******
DI RUMAH SAKIT
__ADS_1
Zhen hampir tertidur di sofa, Liana berada di samping Lili menjaga Lili. Lili tertidur pulas
" kakak ipar kemana kenapa begitu lama, apakah kakak ipar baik-baik saja atau terjadi sesuatu pada nya " dalam hati nya Zhen sambil melihat ke jam tangan nya
kring... kring...
bunyi suara ponsel nya Liana
Nana mengangkat telpon nya, dan segera keluar dari ruangan. Liana berbicara dengan seseorang, tidak lama kemudian Liana masuk kembali dan mendekat pada Zhen
" tuan muda Zhen, saya ada sesuatu yang harus aku lakukan. aku akan pergi sebentar, bisakah tuan muda menjaga Lili sebentar sebelum Nana kembali ? " tanya Liana
" ah tentu, aku akan menjaga nya dengan baik-baik " jawab Zhen
" mohon bantuan nya tuan muda, kalau begitu saya permisi " kata Liana sambil tersenyum dan memegang handphone nya
Liana mengambil tas nya dan segera pergi dari sana. Zhen langsung menelepon Nana
sementara di tempat Nana, Nana baru selesai mengambil air minum dan melihat ke arah laptop nya, dan hasil nya telah keluar. Nana melihat nya sambil meminum air nya
" ah... tidak ku sangka, ternyata hanya seekor nyamuk yang cemburuan. Susan, kamu dalam masalah besar kali ini " kata Nana sambil memegang segelas air minum
kring... kring...
suara handphone berbunyi
__ADS_1
Nana langsung melihat handphone nya, siapa yang telah menelpon nya yang ternyata ialah Zhen. Nana langsung mengangkat telpon nya dan membesarkan suara telepon nya Zhen
" halo kakak ipar " kata Zhen
" iya, ada apa. apakah terjadi sesuatu yang parah di sana, bagaimana dengan Lili apakah baik-baik saja ? " tanya Nana
" Lili baik-baik saja, apa kakak ipar mau mengurung ku disini. kakak ipar kapan kamu datang, aku hampiri berjamur di sini " kata Zhen
" aku bisa mendengar nya, tidak perlu berteriak. nanti Lili bangun gara-gara mu " kata Nana dengan tenang sambil mengetik keyboard dan mencari informasi lengkap tentang Susan
" kakak ipar, kamu kapan kesini ? " tanya Zhen
" aku baru pergi tiga jam, kamu harus menjaganya dengan baik-baik. aku akan datang ke sana secepat mungkin, aku harus melakukan sesuatu yang sangat penting " kata Nana
" kakak ipar apa yang begitu penting selain teman mu ini " kata Zhen
Nana terkejut mendengar perkataan Zhen, dan segera mengecil suara telepon nya. bukan karna perkataan Zhen tetapi ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan Nana dan Zhen
" aku akan ke sana secepat mungkin, kamu jangan tinggalkan Lili sendirian. aku akan menutup telponnya " kata Nana
" ah kakak ipar... " Zhen
Tut... Tut... Tut...
belum sempat Zhen mengatakan apa yang ingin dia katakan Nana langsung mematikan telponnya
__ADS_1