
setelah sekian lama Nana di perhatikan oleh Aditia, Nana semakin tidak tahan dengan kelakuan Aditia dan merasa sangat jijik karna Aditia menatapnya dengan tatapan mesum
" maaf pak direktur, kapan kita akan memulai interviewnya? " tanya Nana dengan menundukkan kepalanya karna merasa sangat geram kepada Aditia dan terasa ingin menonjoknya
" ehem... baiklah. siapa namamu? " tanya Aditia dengan menatap Nana dengan tatapan serius
Nana terkejut dengan Sifat Aditia yang tiba-tiba bersikap serius dan membuat Nana merasa sedikit tidak enak
" Kirana " jawab Nana dengan serius pula
" baiklah nona Kirana, ini adalah surat kontrak pekerjaan. silahkan tanda tangan dan kamu akan di terima di perusahaan GW " ujar Aditia dengan memberikan surat kontrak kepada Nana
Nana mengambil surat kontrak dan membacanya dengan sangat teliti, di surat kontrak tertulis kalau dia akan menjadi asisten pribadinya boss perusahaan GW. dan akan digaji 50 juta perbulan, Nana terkejut melihatnya dan segera meletakkan surat kontrak nya di atas meja lalu bertanya
" bukankah aku melamar pekerjaan sebagai karyawan biasa? tapi kenapa jadi sebagai asisten pribadi? " tanya Nana dengan sangat penasaran kepada Aditia sambil menatap Aditia
" karna perusahaan kami sedang membutuhkan asisten pribadi, jika nona Kirana tidak berkenan kami bisa merekrut karyawan lain untuk menjadi asisten pribadinya boss, dan pasti masih banyak yang ingin menjadi asisten pribadinya boss jika nona Kirana menolak " ujar Aditia sambil menatap Nana dengan sangat serius
Nana memikirkan apa yang dikatakan oleh Aditia juga ada benarnya, siapa yang tidak ingin bekerja dengan gaji sebesar ini. jika dia menolaknya masih banyak yang mengantri untuk menjadi asisten pribadinya boss. akhirnya Nana memutuskan untuk menandatangani kontrak tersebut
Aditia terkejut melihat Nana yang langsung menandatangani surat kontrak tersebut, Nana segera memberikan kembali surat kontrak tersebut kepada Aditia dan berkata
" aku sudah menyetujui nya, kapan aku mulai bekerja? " tanya Nana dengan seriusnya
Aditia terseyum dan mengambil surat kontraknya lalu tersenyum. Nana yang melihat Aditia yang tersenyum terlihat sedikit mengerikan dan akan ada musibah yang akan segera terjadi Kepadanya
__ADS_1
" kamu bisa bekerja sekarang juga " jawab Aditia dengan melihat Nana sambil tersenyum lembut
Nana merinding melihat senyumannya Aditia, Aditia memanggil sekretaris umum untuk membawa Nana ke ruangannya CEO GW. sekretaris umum melihat Nana dari bawah sampai ke atas dengan tatapan tidak suka
Nana bangun dari kursi dan segera membungkukkan badannya dengan mengucapkan permisi kepada Aditia, sekretaris umum segera mengajak Nana untuk mengikutinya. Nana segera mengikuti sekretaris umum dengan berjalan pincang-pincang, Aditia yang melihat Nana berjalan dengan pincang-pincang segera menghentikan Nana dan bertanya
" tunggu nona Kirana, kenapa dengan kakimu? " tanya Aditia dengan sedikit khawatir kepada Nana
Nana berhenti dan berbalik lalu menjawab pertanyaannya Aditia
" tidak apa-apa direktur, terima kasih atas perhatiannya direktur " jawab Nana dengan membungkukkan badannya
Aditia terkejut dengan perkataannya Nana dan terdiam seketika. Nana langsung berbalik dan kembali mengikuti sekretaris umum
Nana mulai merasa sedikit tidak nyaman menjadi seorang asisten pribadi CEO. namun karna mengingat gaji yang begitu besar sehingga membuat Nana bersemangat kembali, sekretaris umum menunjukkan ruangan CEO dan juga ruangannya Nana
sekretaris umum meninggalkan Nana di ruangannya untuk membaca apa-apa yang di tercantum di kertas tersebut. Nana segera menaruh kertas tersebut di atas meja lalu segera duduk di kursinya sambil berkata
" hmm... lumayan, aku sedikit suka " kata Nana dengan memutar-mutar kursinya
Nana melihat ke seluruh ruangan dan terdapat sebuah rak buku yang berisi tentang harga-harga saham. Nana bangun dari tempat duduknya dan segera mengambil buku tersebut lalu membacanya, dan kembali duduk ke kursinya
setelah membaca buku tersebut Nana sedikit penasaran kenapa dia begitu mudah melewati interviewnya, padahal perusahaan GW adalah perusahaan terbesar di kota ini. apakah dia sangat beruntung, Nana tidak memperdulikannya dan segera mengambil kertas yang di berikan oleh sekretaris umum dan membacanya
CEO tidak suka terlalu dekat-dekat dengan perempuan,
__ADS_1
CEO alergi terhadap perempuan dan kebersihan
" apa ini? mungkinkah bossku seorang gay " kata Nana pada dirinya sendiri
Nana melanjutkan membaca, tidak lama kemudian Nana selesai membacanya dan merenggang tubuhnya. Nana merasa sedikit mengantuk, tanpa berpikir panjang Nana langsung tidur di atas meja
Aditia menelpon Hans dan menceritakan tentang Nana, Aditia berkata kepada Hans bahwa dia sedikit merasa suka kepada Nana, Hans yang emosian langsung marah-marah kepada Aditia, jika berani dia menyentuh Nana maka akan di potong-potong burung nya😂
Aditia yang sangat takut kepada Hans berhenti bercanda dan segera berkata dengan serius. bahwa Aditia melihat Nana berjalan pincang-pincang, Hans yang mendengar perkataan nya Aditia menjadi penasaran kenapa Nana menjadi pincang-pincang, Hans langsung mematikan telponnya
Hans segera ingin kembali ke kota B dan melihat Nana kenapa tiba-tiba pincang. namun Hans di hentikan oleh orang tuanya dan menghentikan Hans agar tidak kembali sekarang, orang tuanya Hans berharap agar Hans akan tetap berada di sini untuk merayakan hari pernikahan orang tuanya sampai selesai
Hanspun tidak bisa kembali hari ini juga, dan menunggu sampai pestanya usai. kakek nya Hans juga berada di sana, sebelum malam tiba Zhen juga sudah berada di sana, Zhen pergi ke pesta pernikahan orang tuanya setelah mengantar Nana ke perusahaan dan langsung pergi ke luar negeri
sedangkan Nana di kantor yang tertidur pulas di atas meja tiba-tiba asisten CEO yang lainnya datang menghampiri Nana yang ketiduran dan tersenyum licik, dan segera mengkunci pintu ruangan Nana sehingga Nana terkunci di dalam ruangan
Nana menyadari terbangun ketika seseorang datang menghampirinya namun berpura-pura tertidur karna ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh orang tersebut. dan ternyata hanya asisten yang cemburu kepada asisten lainnya
hari mulai gelap, Nana masih terkunci di dalam ruangan. Nana tidak merasa takut sedikitpun, Nana malah tidur kembali dan bangun ketika waktu jam pulang kerja, orang yang mengunci pintu ruangannya Nana sudah kembali dan tidak ada seorangpun yang berada di perusahaan
" ingin mengunci pintu ruanganku agar aku tidak bisa keluar, mimpi guys... " kata Nana dengan dirinya sendiri
Nana bangun dari tempat duduknya dan segera mengambil laptop, lalu merusak kamera CCTV yang berada di ruangannya dengan mengulang-ulang kembali video ketika dia ketiduran selama 1 menit. setelah 1 menit, CCTVnya kembali normal dan Nana telah keluar dari ruangan
__ADS_1