
DUA BULAN BERLALU
Setelah 2 bulan berlalu akhirnya Nana mengikuti ujian semester dan Zhen juga hampir keluar dari rumah sakit. Hampir tiap hari Nana menjenguk Zhen bersama dengan Lili, dan tiap hampir tiap hari pula dia bertemu dengan Hans.
Ketika pada hari itu Lili keluar sebentar untuk bertemu dengan seseorang karna sangat penting, dan diruangan hanya ada Zhen dan Nana. Nana menyuapi Zhen makan dan Zhen juga nampak sangat senang ketika Nana menyuapinya sehingga hampir tiap kali menjenguk Nana selalu menyuapi Zhen makan bubur.
“ Zhen, kapan kamu keluar dari rumah sakit?.” Tanya Nana dengan menyuapi bubur ke mulut Zhen.
“ eum. Mungkin hari ini aku sudah bisa pulang, emang kenapa kak ipar?.” Jawab Zhen dengan
bubur dalam mulutnya.
“ enggak, aku hanya tidak ingin menyuapi kamu makan lagi soalnya.” Jawab Nana
sambil tersenyum kepada Zhen.
“ kakak ipar ih. Gak asik bener, aku kan juga mau di suapi oleh kakak iparku sendiri!.”
Ucap Zhen dengan memalingkan wajahnya.
“eh, siapa yang kakak iparmu.” Jawab Nana dengan mencubit pipi Zhen sambil tersenyum
paksa.
“ Duh aduh, sakit sakit kak ipar.” Kata Zhen sambil tertawa.
Hans juga menjenguk Zhen waktu bersamaan dan melihat Nana sedang memegang pipi Zhen
sambil tersenyum. Seketika raut wajahnya terlihat masam karna cemburu, dan
suasana pun menjadi masam. Nana melepaskan pipi Zhen karna merasa udara dingin mulai menyebar di dalam
ruangan.
“ Zhen, kenapa bulu kudukku berdiri ya?.” Ucap Nana sambil mengusap-usap kuduknya.
__ADS_1
“ entah kak, aku juga tiba-tiba merasa cuacanya berubah.” Jawabnya dengan melihat ke
seluruh ruangan, dan melihat ke pintu dan ternyata ada Hans yang sedang
berdiri.
Zhen langsung melihat ke arah lain dengan sangat cepat seperti kilat, sambil
bergumam dalam ketakutannya.
“ mampus aku, kenapa abang ada di sini dan aku juga tidak menyadari sejak kapan dia
berdiri di sana. Apakah aku akan benar-benar mati hari ini?.” Gumam Zhen sambil
melihat ke arah jam yang berjalan.
“ abang, apakah?.” Ucap Nana yang mendengar gumaman Zhen. Lalu nana segera melihat ke
belakangnya tepat ke pintu masuk, dan seketika terkejut melihat Hans yang
berada di pintu.
taruh di sini ya.aku keluar sebentar ” kata Nana sambil membalikkan badannya
meninggalkan Zhen.
“ eh... kakak mau kemana? ” tanya Zhen dengan harapan agar Nana menyuapinya kembali,
terdengar suara di pintu
“ kamu bisa makan sendiri, atau kamu mau aku menyuapimu juga ” ucap Hans dengan wajah
datar, Zhen menelan ludahnya sambil menggeleng-gelengkan kepalaanya serta
berkata
__ADS_1
“ tidak, aku bisa makan sendiri kok bang. Hehehe ” kata Zhen dengan sedikit tertawa
“ aku mau menyusul Lili, nanti aku kembali lagi kesini ” jawab Nana dengan sedikit
senyuman di raut wajahnya.
“ baik kakak ” ucap Zhen dengan suara sedikit tinggi dan senang.
“ mau aku belikan buah? ” tanya Nana sebelum keluar dari pintu.
“ eh... (melihat ke arah Hans ) ngak usah kak, aku sudah sangat kenyang makan bubur
tadi, apalagi kakak sendiri yang menyuapiku. (melihat kearah Hans sambil
tersenyum bangga ) ” jawab Zhen dengan sedikit angkuhnya.
“ ya sudah, jangan lupa habiskan buburnya ya ” ujar Nana dengan meninggalkan
ruangan.
Nana melewati Hans tanpa melihat ke arahnya, namun Hans menatap Nana sampai Nana
hilang dari pandangan. Setelah Nana jauh dari ruangan, Hans memasuki ruangan
dan duduk di atas sofa yang berada dekat dengan tempat tidur Zhen.
“ bang, ada masalah apa? ” tanya Zhen penasaran
Hans merebahkan punggungnya dan bersandar di sofa “ orang-orang tua sialan itu tidak
bisa diam jika aku terlalu lembut, atau aku patahkan saja kepala mereka satu
persatu ” ucap Hans dengan memejamkan mata.
“ eh... ” Zhen terkejut sambil memegang lehernya sendiri “ (sejak kapan abang lembut
__ADS_1
dengan para bawahannya, atau dia hanya sedang memberi peringatan kepadaku agar
tidak macam-macam dengan orangnya) ” dalam hati Zhen berbagai pemikiran muncul.