PACAR KU BOSS

PACAR KU BOSS
sedikit rasa cemburu


__ADS_3

DUA BULAN BERLALU


Setelah 2 bulan berlalu akhirnya Nana mengikuti ujian semester dan Zhen juga hampir keluar dari rumah sakit. Hampir tiap hari Nana menjenguk Zhen bersama dengan Lili, dan tiap hampir tiap hari pula dia bertemu dengan Hans.


Ketika pada hari itu Lili keluar sebentar untuk bertemu dengan seseorang karna sangat penting, dan diruangan hanya ada Zhen dan Nana. Nana menyuapi Zhen makan dan Zhen juga nampak sangat senang ketika Nana menyuapinya sehingga hampir tiap kali menjenguk Nana selalu menyuapi Zhen makan bubur.


“ Zhen, kapan kamu keluar dari rumah sakit?.” Tanya Nana  dengan menyuapi bubur ke mulut Zhen.


“ eum. Mungkin hari ini aku sudah bisa pulang, emang kenapa kak ipar?.” Jawab Zhen dengan


bubur dalam mulutnya.


“ enggak, aku hanya tidak ingin menyuapi kamu makan lagi soalnya.” Jawab Nana


sambil tersenyum kepada Zhen.


“ kakak ipar ih. Gak asik bener, aku kan juga mau di suapi oleh kakak iparku sendiri!.”


Ucap Zhen dengan memalingkan wajahnya.


“eh, siapa yang kakak iparmu.” Jawab Nana dengan mencubit pipi Zhen sambil tersenyum


paksa.


“ Duh aduh, sakit sakit kak ipar.” Kata Zhen sambil tertawa.


Hans juga menjenguk Zhen waktu bersamaan dan melihat Nana sedang memegang pipi Zhen


sambil tersenyum. Seketika raut wajahnya terlihat masam karna cemburu, dan


suasana pun menjadi masam. Nana  melepaskan pipi Zhen karna merasa udara dingin mulai menyebar di dalam


ruangan.


“ Zhen, kenapa bulu kudukku berdiri ya?.” Ucap Nana sambil mengusap-usap kuduknya.

__ADS_1


“ entah kak, aku juga tiba-tiba merasa cuacanya berubah.” Jawabnya dengan melihat ke


seluruh ruangan, dan melihat ke pintu dan ternyata ada Hans yang sedang


berdiri.


Zhen langsung melihat ke arah lain dengan sangat cepat seperti kilat, sambil


bergumam dalam ketakutannya.


“ mampus aku, kenapa abang ada di sini dan aku juga tidak menyadari sejak kapan dia


berdiri di sana. Apakah aku akan benar-benar mati hari ini?.” Gumam Zhen sambil


melihat ke arah jam yang berjalan.


“ abang, apakah?.” Ucap Nana yang mendengar gumaman Zhen. Lalu nana segera melihat ke


belakangnya tepat ke pintu masuk, dan seketika terkejut melihat Hans yang


berada di pintu.


taruh di sini ya.aku keluar sebentar ” kata Nana sambil membalikkan badannya


meninggalkan Zhen.


“ eh... kakak mau kemana? ” tanya Zhen dengan harapan agar Nana menyuapinya kembali,


terdengar suara di pintu


“ kamu bisa makan sendiri, atau kamu mau aku menyuapimu juga ” ucap Hans dengan wajah


datar, Zhen menelan ludahnya sambil menggeleng-gelengkan kepalaanya serta


berkata

__ADS_1


“ tidak, aku bisa makan sendiri kok bang. Hehehe ” kata Zhen dengan sedikit tertawa


“ aku mau menyusul Lili, nanti aku kembali lagi kesini ” jawab Nana dengan sedikit


senyuman di raut wajahnya.


“ baik kakak ” ucap Zhen dengan suara sedikit tinggi dan senang.


“ mau aku belikan buah? ” tanya Nana sebelum keluar dari pintu.


“ eh... (melihat ke arah Hans ) ngak usah kak, aku sudah sangat kenyang makan bubur


tadi, apalagi kakak sendiri yang menyuapiku. (melihat kearah Hans sambil


tersenyum bangga ) ” jawab Zhen dengan sedikit angkuhnya.


“ ya sudah, jangan lupa habiskan buburnya ya ” ujar Nana dengan meninggalkan


ruangan.


Nana melewati Hans tanpa melihat ke arahnya, namun Hans menatap Nana sampai Nana


hilang dari pandangan. Setelah Nana jauh dari ruangan, Hans memasuki ruangan


dan duduk di atas sofa yang berada dekat dengan tempat tidur Zhen.


“ bang, ada masalah apa? ” tanya Zhen penasaran


Hans merebahkan punggungnya dan bersandar di sofa “ orang-orang tua sialan itu tidak


bisa diam jika aku terlalu lembut, atau aku patahkan saja kepala mereka satu


persatu ” ucap Hans dengan memejamkan mata.


“ eh... ” Zhen terkejut sambil memegang lehernya sendiri “ (sejak kapan abang lembut

__ADS_1


dengan para bawahannya, atau dia hanya sedang memberi peringatan kepadaku agar


tidak macam-macam dengan orangnya) ” dalam hati Zhen berbagai pemikiran muncul.


__ADS_2