PACAR KU BOSS

PACAR KU BOSS
kembali nya Liana


__ADS_3

ASRAMA PEREMPUAN


tiba-tiba Liana kembali ke asrama dan tidak sengaja menabrak Lili karna terburu-buru. Lili yang ingin masuk ke dalam kamar asrama nya tiba-tiba di tabrak oleh Liana sangat marah karna tidak tau kalau yang menabraknya adalah Liana. Liana langsung membungkukkan badannya dan segera meminta maaf kepada Lili tanpa melihat siapa yang di tabrak nya


ketika Liana melihat ke arah orang yang di tabraknya, dia langsung terkejut karna yang di tabraknya adalah Lili. Lili yang melihat Liana baru kembali dari kota H langsung memeluk nya secara tiba-tiba. Liana terkejut di buat oleh Lili, Liana berusaha untuk melepaskan dirinya. namun Lili semakin erat memeluk Liana


" uhuk... Lili, aku gak bisa bernafas.... uhuk. uhuk.. " ujar Liana dengan batuk-batuk karna terlalu erat di peluk oleh Lili


Lili langsung melepaskan pelukannya dan menatap Liana dengan tatapan membunuh, Liana bingung dengan Lili yang menatapnya dengan tatapan seolah-olah dia berbuat salah kepada Lili. tiba-tiba Lili mengerutkan keningnya dan terlihat sedang sedih


" kamu kenapa? " tanya Liana sangat heran kenapa Lili dengan tiba-tiba menunjukkan wajah sedih Kepadanya


" Nana. dia... dia... " jawab Lili dengan Sangat-sangat sedih


Liana semakin penasaran kenapa dengan Nana, mengapa tiba-tiba Lili begitu sedih ketika menyebut nama Nana. Liana berpikir bahwa Nana sudah meninggal sehingga membuat Lili sangat sedih, Liana sangat bersyukur karna jika Nana tidak ada maka penghalang baginya untuk membunuh Lili semakin mudah


Liana terseyum kecil karna berpikir Nana telah tiada. namun tiba-tiba Lili tertawa terbahak-bahak, Liana terkejut melihat ekspresi Lili yang berubah-ubah secepat membalik-balikkan tangan


" Lili kamu kenapa? " tanya Liana dengan memegang tangan nya Lili

__ADS_1


" hahahah... Nana sudah mendapatkan pekerjaan yang Sangat bagus di sebuah perusahaan terbesar, dan kita tidak dapat melihat nya lagi setiap hari wuuuhuhuuhuhhuh " ujar Lili dengan sedih nya


Liana menjadi sedikit merasa tidak suka namun menunjukkan ekspresi wajah yang senang mendengar perkataan Lili, Liana berfikir mengapa Lili sangat perhatian kepada Nana, padahal Lili baru kenal dengan Nana belum lama


" bagus dong, tapi Lili. kenapa kamu sangat sedih Nana mendapatkan pekerjaan? " tanya Liana dengan sangat penasaran dengan jawaban Lili. Liana menatap Lili dengan Sangat serius


" aku sedih karna aku tidak bisa melindunginya lagi, aku takut kalau terjadi sesuatu kepadanya. aku sudah menganggap Nana seperti keluargaku sendiri " jawab Lili dengan wajah sedih nya


" hmm... tenang aja, kan ada aku di sini. jadi kita bisa menghabiskan banyak waktu berduaan setelah sekian lama berpisah " ujar Liana dengan senyuman manis. Liana memeluk Lili dengan sangat hangatnya. sedangkan dalam hatinya Liana. akan sangat mudah untuk nya membunuh Lili


Liana dan Lili saling berpelukan satu sama lain, tiba-tiba Lili teringat dengan Liana. dan segera melepaskan pelukannya Liana dengan bertanya


" hmm... ( Liana terkejut mendengar pernyataan Lili, karna sebenarnya Liana bukan pergi bertemu dengan orang tuanya tapi bertemu dengan boss besarnya. dan menerima hukuman karna perbuatannya yang tergesa-gesa ) mereka baik-baik saja sekarang " jawab Liana dengan terseyum lembut kepada Lili


" syukurlah kalau begitu, aku berencana untuk bertemu dengan Tante dan Om jika kamu belum kembali-kembali " ujar Lili dengan menepuk pundaknya Liana berkali-kali


Liana tetap mempertahankan senyumannya, padahal dalam hatinya sangat marah kepada Lili karna Lililah yang membuatnya di hukum, Lili mengajak Liana untuk masuk ke dalam kamar asramanya. namun Liana menolak karna dia harus segera kembali ke asramanya sendiri, Lilipun tidak memaksa Liana untuk masuk kedalam kamar asramanya


Liana langsung berbalik dan segera masuk kedalam kamar asramanya sendiri, Lili yang memerhatikan gerak-gerik nya Liana sangat mencurigakan, dan berfikir kenapa Liana sangat terburu-buru untuk segera masuk kedalam kamar asramanya. namun Lili tidak memperdulikannya lalu langsung masuk kedalam kamar asramanya sendiri

__ADS_1


Liana yang masuk kedalam kamar asramanya dan langsung menelepon rekan kerjanya dan merencanakan untuk segera membunuh Lili dan melanjutkan misi selanjutnya, setelah usai menelpon Liana melemparkan ponselnya karna sangat merasa marah kepada Lili. Liana melelepaskan bajunya dan terlihat begitu banyak bekas cambukan di punggungnya


Liana segera mengoleskan obat ke bekas lukanya yang hampir sembuh itu, karna luka tersebut Liana tidak bisa kembali ke asrama dengan sesegera mungkin. Liana marah dan semakin marah mengingat Nana dan Lili, pertama-tama Nana. karna Nana orang yang dia kagumi selama ini direbut olehnya, dan juga Kenzo tidak mengizinkan dia untuk melukai Nana sedikitpun. seandainya Kenzo tidak menyukai Nana maka dia bisa membunuhnya bersama dengan Lili


Liana ingin membunuh Lili karna Lili merupakan seorang mata-mata yang berasal dari grup rahasia yang tidak banyak di ketahui oleh orang-orang, mereka hanya bertugas untuk melindungi orang-orang yang mempunyai status tertinggi. Liana merasa sangat marah mengingat semua itu, grup rahasia terdiri dari 6 orang saja dan salah satu dari mereka yaitu Lili. jika Liana berhasil membuat Lili membuka mulutnya, maka semua anggota grup rahasia akan ditaklukkan oleh grup nya Liana


sedangkan di kamar asramanya Lili, Lili menerima telepon dari markasnya. Lili segera mengambil mantelnya lalu pergi ke markas, Lili berpikir untuk sementara waktu dia tidak perlu mengkhawatirkan Nana karena Nana berada di perusahaan yang tepat


DI PERUSAHAAN GW


Nana segera masuk kedalam perusahaan dan segera menuju ke ruang interview dan bertemu dengan direktur utama perusahaan GW. Nana berjalan dengan pincang-pincang dan segera menemui direktur utama perusahaan GW untuk interview, Nana segera duduk di depan direktur utama, tiba-tiba direktur utama berbalik dan melihat ke arah Nana dan terpesona dengan kecantikan Nana


direktur utama tersebut ialah Aditia, Aditia terseyum kepada Nana dan Nana hanya menatap Aditia dengan berpikir, kenapa dengan orang di perusahaan GW ini memperlakukan nya dengan sangat baik. apakah mereka sangat membutuhkan karyawan, Nana tidak mencari tahu siapa pemimpin perusahaan GW dan tidak ingin tau, asalkan dia mendapatkan gaji yang besar menyikat gigi buaya juga dia mau😆


" maaf pak direktur, bisakah kita memulai interviewnya? " tanya Nana dengan menatap Aditia


" hmm... tentu " jawab Aditia dengan terseyum lembut kepada Nana


Aditia melihat Nana dari bawah hingga ke atas dan berfikir, selera Hans cukup bagus juga, cantik sih cantik tapi hanya saja bentuk tubuh nya sangat-sangat tidak menarik. dada yang begitu sangat rata seperti seorang pria saja, atau jangan-jangan memang seorang pria. Aditia terus berfikir tentang Nana dan Hans ketika bermesraan dengan menatap Nana dengan tersenyum-senyum

__ADS_1



__ADS_2