
Nana berhasil berkat kepintaran membuka kunci pintu menggunakan penjepit rambut yang sengaja dia bawa setiap saat, Nana segera keluar dari perusahaan dan kembali ke asramanya. di tengah perjalanan pulang Nana bertemu dengan Liana yang sedang terburu-buru menuju ke suatu tempat
Nana yang melihat tingkah lakunya Liana yang mencurigakan langsung membuntuti dari belakang, Nana paling ahli dalam hal membuntuti dan semacamnya. Nana bersembunyi di balik tembok dan melihat Liana sedang berbicara dengan seorang perempuan, Nana tidak bisa melihat siapa perempuan tersebut dengan jelas yang pasti bukan Lili
Nana menguping pembicaraan mereka yang sedang merencanakan sesuatu, namun mereka tidak menyebutkan siapa korbannya. setelah itu Liana pergi ke arah yang berlawanan dengan sang perempuan misterius tersebut, tiba-tiba seseorang menelpon Nana
kring... kring... kring... ( suara bunyi ponselnya Nana )
Nana langsung mengambil ponsel nya dan melihat siapa yang menelponnya dan ternyata orang yang menelponnya dari nomor tak dikenal, Nana menjawab telponnya
Nana mendengar suara orang yang menelponnya adalah orang yang mengajaknya bekerja sama untuk membunuh Lili ketika itu, Nana langsung berkata bahwa dia menolak untuk bekerja sama dengan Pria misterius tersebut
" ah... aku tak menyangka akan sangat susah mengajak kamu menjadi rekan " ujar pria misterius tersebut dengan menghela nafas
Nana hanya diam saja mendengar semua perkataan dan ajakan bahkan keuntungan yang akan diperoleh oleh Nana ketika menjadi rekan mereka
" aku menolak " jawab Nana dengan tegasnya
Nana segera mematikan ponselnya dan melihat ke arah Liana dan Nana kehilangan jejaknya Liana. dan Nana menyadari bahwa pria misterius tersebut hanya ingin mengalihkan perhatiannya, Nana semakin curiga dengan Liana. namun sebelum dia memastikan hal tersebut dia akan lebih berhati-hati ke depannya
Nana segera berbalik dan pergi meninggalkan tempat tersebut lalu menaiki taksi dan segera kembali ke asramanya. setelah Nana pergi menjauh dari tempat tersebut tiba-tiba Liana keluar dan melihat terus mobil yang dinaiki Nana
__ADS_1
" siapa Nana sebenarnya, kenapa aku tidak menyadari kalau aku di buntuti olehnya, entah apa-apa saja yang di dengarkan olehnya " dalam hatinya Liana dengan terus melihat mobil yang di naiki Nana sampai hilang dari pandangan
Liana berbalik dan segera melaksanakan rencana mereka, Nana terus-terusan menelpon Lili tapi Lili tidak menjawab teleponnya Nana. Nana mulai khawatir dengan Lili, Nana segera kembali ke asrama dengan sangat terburu-buru
ketika Nana sampai di asrama, Nana mendapatkan telpon dari Lili. Nana langsung menjawab telpon dari Lili, dan menanyakan dimana Lili berada namun Lili dengan mudahnya menjawab kalau dia sedang bekerja seperti biasanya
" baiklah kalau kamu baik-baik saja " ujar Nana dengan merasa sedikit lega karena Lili tidak kenapa-kenapa
Lili penasaran dengan Nana kenapa dia tiba-tiba mencemaskan keadaannya, Lili segera pulang ke asrama setelah mendengar instruksi dari atasannya. Nana masuk ke asrama dan mengetuk pintu kamar asramanya Liana namun tidak ada jawaban, Nana menguping apakah ada orang di dalam kamar asramanya Liana atau tiada
" sepertinya Liana belum kembali " kata Nana dengan memegang Gagang pintu kamar asramanya Liana dan hendak membukakan pintu kamar asramanya Liana
ketika hendak membuka pintu kamar asramanya Liana. tiba-tiba Liana memanggil Nana, Nana menutup kembali kamar asramanya Liana lalu segera berbalik dan kembali menyapa Liana, Liana mendekat kepada Nana dan menatap Nana dengan tatapan tidak suka. namun tiba-tiba Liana terseyum kepada Nana dengan sangat lembut sambil bertanya
" Nana, kenapa kamu ingin masuk ke dalam kamar asramaku? " tanya Liana dengan terseyum lembut kepada Nana tanpa rasa marah sedikit di wajahnya
" aku tadi ingin memastikan apa kamu ada di dalam atau tidak. tapi ternyata kamu disini, kapan kamu kembali? " jawab Nana dengan menanyakan kembali kepada Liana
Liana segera membuka pintu kamar asramanya, sambil menyuruh Nana masuk ke dalam. Nanapun segera masuk ke dalam kamar asramanya Liana dan melihat kamar asramanya Liana yang begitu rapi dan begitu enak di pandang
" aku baru saja kembali tadi pagi, dan aku lembur di kantor. ah... benar-benar hari yang melelahkan " kata Liana dengan menaruh tasnya di atas meja
__ADS_1
" eh... benarkah, kenapa kamu gak cuti aja. kamu kan baru kembali dari kota H " ujar Nana dengan melihat sekeliling, Nana mendekat ke mejanya Liana dengan mengambil buku yang terletak di atas mejanya Liana
" itu karna bossku ingin aku segera bekerja, jika bukan boss yang memaksa aku untuk segera kembali ke kota B. mungkin aku akan kembali satu atau dua hari lagi " jawab Liana dengan terseyum lembut kepada Nana yang sedang melihat-lihat bukunya
" oh, bagaimana keadaan orang tuamu? apa mereka baik-baik saja " tanya Nana dengan membuka buku sambil membaca apa isi buku tersebut
" hmm, bisa di bilang kalau orang tuaku sudah merasa sedikit baikan " jawab Liana dengan tetap mempertahankan senyumannya yang lembut dan manis padahal dalam hatinya sangat-sangat merasa marah kepada Nana
" ah, syukurlah kalau begitu. ( menutup buku ) aku juga baru mendapatkan pekerjaan baru, nanti gajian pertamaku aku akan mentraktir kalian berdua " ujar Nana dengan meletakkan kembali bukunya Liana di atas meja
Liana terseyum dan mengatakan bahwa dia telah mengetahuinya dari Lili. Nana yang mendengar perkataannya Liana terkejut karna Nana tidak pernah menceritakan kepada Lili bahwa dia mendapatkan pekerjaan baru. namun Nana tidak heran jika Lili tahu tentang dia bekerja dimana karna dengan statusnya sebagai mata-mata tidaklah untuk mencari tahunya
Nana segera mengatakan kepada Liana bahwa dia harus kembali ke asramanya karna dia sangat merasa lelah. Liana tidak menghentikan Nana malah mengantarkan Nana sampai pintu kamarnya, Nana terseyum kepada Liana dan segera masuk ke dalam kamar asramanya sendiri
Liana segera berbalik dan menutup pintu kamar asramanya dan mengkunci pintu kamar asramanya, Liana segera mengganti bajunya lalu memakai baju serba hitam dan terlihat sangat seksi karna lekuk tubuhnya sangat terbentuk
Liana tidak keluar lewat pintu karna takut ketahuan oleh Nana, Liana membuka jendela kamarnya dan segera menaiki jendela lalu meloncat dari lantai 2 ke bawah. Liana turun dengan sangat mulus tanpa hambatan apapun, Liana melihat ke atas, ke samping kanan dan ke samping kiri
Liana segera pergi dari asrama melalui pintu belakang, karna jika malam hari sudah kembali ke asrama maka tidak dapat keluar lagi. Nana dari lantai dua melihat Liana yang memakai pakaian serba hitam loncat dari lantai 2 ke bawah hanya diam saja dengan menatap Liana
__ADS_1