PACAR KU BOSS

PACAR KU BOSS
kehilangan


__ADS_3

Zhen kembali ke villa Hans setelah memakan makanan yang banyak dengan perut buncit. dan merebahkan tubuhnya ke atas sofa dan melepaskan nafas panjang


" fiuhh... aku terlalu meremehkan diri ku sendiri, ternyata aku sanggup memakan makanan sebanyak itu. dan aku sangat kenyang " kata Zhen Sambil menggosok-gosok kan perut nya


Zhen hampir tertidur di atas sofa. tiba-tiba suara pintu dobrakan yang sangat keras


brak... bhum... suara bantingan pintu yang sangat keras


" makchong... " terkejut Zhen


Zhen bangun dari sofa dan melihat siapa yang berani melakukan hal tersebut di villa Abang nya


" siapa yang berani merusak pintu di tengah-tengah malam begini... " kata Zhen dengan sangat marah


Zhen melihat dari bawah sampai ke atas dan terkejut, tiba-tiba Aditia mendekat pada Zhen sambil merangkul bahu nya Zhen dengan berkata


" siapa lagi yang berani melakukan nya selain kalau bukan Abang mu yang sangat kau sayangi itu " kata Aditia sambil menepuk pundak nya Zhen


Zhen sangat terkejut, ini pertama kali nya Zhen dan author melihat dan mengetahui bahwa Hans marah sangat menakutkan. Zhen menelan ludah nya dan berkata


" kenapa Abangku sangat marah ? " tanya Zhen sambil membisikkan kepada Aditia


" entah. coba kamu pikir-pikir kenapa dia marah " jawab Aditia sambil tersenyum kepada Zhen


" ah hmm. mungkin kah gara-gara kakak ipar, tapi apa yang di lakukan oleh kakak ipar sehingga Abang ku sangat marah " kata Zhen dengan sangat penasaran


" sudah... sudah, sekarang kita pikirkan gimana cara menenangkan Abang mu itu " kata Aditia dengan menyentil jidat nya Zhen


" aw... " Zhen sambil menggosok-gosok kan jidat nya


Aditia melepaskan Zhen dan mendekat pada Hans, sambil memegang tangan nya Hans dan berkata


" Hans, kamu kenapa ? " tanya Aditia dengan mata berbinar-binar


Zhen melihat nya merasa jijik dan menggeleng-gelengkan kepalanya Sambil berkata


" mulai lah, aku ingin pergi ke atas mau tidur " kata Zhen sambil membalikkan badan nya


Aditia terus memegang tangan nya Hans dan menggoda Hans. Hans melepaskan tangan nya Aditia sambil berkata


" menjauh lah dari ku " kata Hans dengan serius


" ah Hans... kamu kenapa sih marah-marah aku takut lho " kata Aditia bermanja-manja dengan Hans


Hans merasa sangat jijik dengan kelakuan Aditia. Aditia selalu menempel pada Hans sehingga Hans sedikit merasa tenang

__ADS_1


" ih... siapa sih yang membuat Hans ku begitu marah, uh... " kata Aditia bersikap sangat manis


" errrrrrrrtttt " Hans merasa jijik


Hans dulu menyelamatkan Aditia dari kebakaran karna Aditia sangat pintar di bagian memata-matai, namun Aditia ada sifat yang tersembunyi. seperti yang kalian lihat dia kadang-kadang bersifat manja-manja


ketika Hans menyelamatkan nya tidak tau bahwa Aditia memiliki hal yang sangat spesial, setelah Aditia sembuh total baru bersikap bar-bar dan manja-manja


" aku tau, aku tau pasti gara-gara aku kan yang tidak melayani kamu dengan baik ? " kata Aditia sambil memegang dadanya Hans


" hey berhenti lah, para pembaca nanti berpikir yang tidak-tidak kepada kita berdua " kata Hans


" biarkan saja. yang penting mereka senang, Hans... " kata Aditia


Hans melepaskan diri dari Aditia dan segera naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya, Aditia tinggal sendirian di bawah


" Hans... ih... sebel deh " panggil Aditia sambil menginjak lantai


Aditia pun masuk ke dalam kamarnya dengan sangat kesal karna kedua adik dan Abang itu tidak memperdulikan nya


DALAM KAMARNYA ZHEN


Zhen berbaring di atas kasur sambil melihat ke atas langit dan mengangkat tangan nya sambil memikirkan Abang nya kenapa begitu sangat marah tidak seperti biasanya, Zhen juga baru pertama kali melihat nya membanting pintu dengan sangat keras


Zhen mengambil ponsel nya dan segera menelepon Nana


Nana dan Khendra sampai di rumah sakit, Nana langsung masuk ke dalam rumah sakit. Kendra bersikeras ingin menjenguk Lili di rumah sakit sehingga mereka berdua menjenguk Lili


" kakak Khen, terima kasih sudah mau mengantar ku " kata Nana sambil melihat ke arah Khendra


" sama-sama. ini juga suatu kewajiban " jawab Khendra sambil tersenyum kepada Nana


" maksud kakak Khen ? " tanya Nana penasaran


Khendra tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Nana. Nana sangat penasaran dengan perkataan nya Khendra


" apa maksud dari kakak Khen suatu kewajiban " dalam hati nya Nana sambil berjalan dengan menundukkan kepalanya


Nana berjalan sambil menundukkan kepala nya dan akhirnya sampai di ruang nya Lili. Nana membukakan pintu dan melihat Lili tidak ada di atas kasurnya, Nana sangat panik kemana perginya Lili


" Lili... kamu di mana ? kamu jangan main-main " kata Nana dengan sangat panik


" tenang. ayo kita cari bersama-sama " kata Khendra menenangkan Nana


Khendra mencari di dalam ruangan, sedangkan Nana keluar dari kamar nya Lili dan bertanya kepada orang yang lewat di lorong-lorong. mereka mengatakan tidak melihatnya, tiba-tiba suara telpon nya Nana berbunyi

__ADS_1


kring... kring... kring... suara bunyi telpon nya Nana


Nana mengambil telpon nya dan melihat ternyata Zhen yang menelpon nya, Nana langsung menjawab telpon dari Zhen


" halo kakak ipar, aku ingin... " panggil Zhen


sebelum Zhen menyelesaikan perkataannya Nana langsung memotong perkataan nya Zhen, padahal Zhen ingin bertanya kenapa abangnya marah-marah setelah mengantar nya


" halo Zhen. gawat-gawat Lili hilang... " kata Nana dengan sangat cemas


" apa hilang... aku akan ke sana untuk membantu mu mencarinya " kata Zhen bangun dari tempat tidurnya


Nana sedang berbicara dengan Zhen, Khendra tiba-tiba memanggil Nana. Nana tanpa mematikan telponnya langsung masuk ke dalam ruangan dan terkejut melihat bahwa Khendra telah menemukan Lili


" Lili... kamu baik-baik saja " kata Nana sambil mendekat pada Lili dan memegang tangan nya Lili


" aku baik-baik saja, tadi aku hanya pergi ke WC sebentar karna kebelet pipis " kata Lili dengan tenang


" syukur lah kamu baik-baik saja " kata Nana tenang melihat Lili baik-baik saja


Khendra mendekat pada Nana dan Lili sambil berkata


" tadi aku tidak sengaja menemukan nya di WC sedang duduk di atas lantai " kata Khendra terseyum kepada Nana


" jika kamu ingin pipis kenapa tidak memanggil suster untuk menemani kamu ? " tanya Nana resah


" maaf Nana " balas Lili sambil menunduk kan kepala nya


" sudah... sudah... yang penting sekarang sudah tidak apa-apa " kata Khendra terseyum sambil menenangkan Nana


tiba-tiba Zhen mendengar bahwa ada seorang lelaki yang berbicara dan segera memanggil Nana


" Nana... Nana... " panggil Zhen


Nana tidak menyadari kalau dia tidak mematikan telponnya dan segera menjawab Zhen. Nana keluar berbicara dengan Zhen


" halo Zhen " panggil Nana kepada Zhen


" kakak ipar aku mendengar suara seorang laki-laki tadi, siapa laki-laki itu ? " tanya Zhen kepada Nana


" itu... itu kakak Khen, dosen baru kita. Lili sudah tidak apa-apa kamu tidak usah ke sini, kakak Ken menemukan nya di WC sedang duduk di atas lantai tadi " jelaskan Nana dengan panjang lebar kepada Zhen


" baiklah kalau begitu " jawab Zhen


Tut... tut...

__ADS_1


Nana mematikan telponnya


__ADS_2