
tuan muda Hans menaruh gelas bir nya dan tersenyum mendengar perkataan Nana, Nana yang melihat tuan muda terseyum menjadi penasaran
" apakah ada sesuatu yang membuat tuan muda begitu senang ? " tanya Nana
Nana melihat ke belakang tidak ada seorang pun, Nana berfikir apakah dia tersenyum kepada nya. lalu tuan muda menjentikkan jari nya, datang lah seorang lelaki mendekat pada tuan muda Hans dan Nana. Nana penasaran kenapa tiba-tiba suasana jadi aneh, ternyata yang datang adalah pelayan Gu. pelayan Gu meletakkan sesuatu benda yang berwarna hitam yaitu pistol di atas meja makan
" wah... apakah ini yang di nama kan pistol, boleh kah aku menyentuh nya ? " tanya Nana
" tentu " jawab tuan muda Hans
Nana mengambil nya, dan melihat-lihat nya dan memutar-mutar nya. dia melihat apakah ada pelurunya, ternyata pelurunya hanya ada satu
" eh... kenapa ada isi nya, apakah ini pistol asli. aku belum pernah melihat nya dari dulu, aku hanya pernah memegang yang palsu dan tidak pernah memegang yang asli. ternyata yang aslinya lebih berat ! " kata Nana sambil tersenyum
" ya nona Nana, memang barang yang asli. nona Nana dua tahun yang lalu... " kata pelayan Gu
" tunggu... tunggu aku ambil kuaci terlebih dahulu biar enak dengar dongeng nya, Yap sekarang sudah bisa lanjut kan dongeng nya " kata Nana sambil tersenyum
" ..... " tuan muda Hans
setengah jam kemudian pelayan Gu selesai bercerita
" sudah selesai ya, pas sekali kuaci ku juga habis " kata Nana
" ia nona " jawab pelayan Gu
" baiklah jikalau sudah selesai mari antar aku pulang ke asrama, aku masih ada hal yang ingin aku lakukan " kata Nana sambil berdiri dan meletakkan pistol nya di atas meja
" ...... " tuan muda Hans
melihat Nana yang begitu tenang, tuan muda Hans berdiri dan pergi dari sana, ternyata dugaan nya salah. Nana bukan gadis yang membantu nya dua tahun yang lalu, Nana yang melihat tuan muda Hans yang pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun membuat Nana marah dan menggenggam tangan nya serasa ingin memukul tuan muda Hans sampai dia tidak berani keluar dari rumah selama satu bulan. tiba\-tiba tuan muda Hans berhenti
__ADS_1
" pelayan Gu, antar dia ke asrama nya. aku masih ada urusan yang lain yang lebih penting " kata tuan muda Hans
" baik tuan muda Hans " jawab pelayan
" huh... jangan terlalu kegeeran aku juga gak mau satu atap dengan gunung es kayak kamu, bikin muak saja huh... " kata Nana sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain
tuan muda Hans tidak memperdulikan nya, tuan muda Hans pergi dan meninggalkan Nana dengan pelayan Gu di sana
" nona mari ikut saya, saya akan mengantar anda untuk kembali ke asrama " kata pelayan Gu sambil menunjuk kan jalan
Nana mengikuti pelayan Gu di belakang dan keluar dari restoran tersebut, pelayan Gu membukakan pintu mobil agar Nana masuk. Nana tidak masuk hanya berdiri saja di luar pintu
" nona silahkan masuk, kenapa hanya berdiri saja dan tidak masuk " tanya pelayan Gu
" maaf kan saya pelayan Gu, saya tadi sedang memikirkan sesuatu " kata Nana
Nana ingin masuk ke dalam mobil, dan melihat seseorang lewat di depan nya. orang itu begitu mirip dengan Liana, awal nya Nana ingin samperin Liana tapi dia harus segera kembali ke asrama, Nana pun masuk ke dalam mobil. pelayan Gu menutup pintu mobil ny, dan segera berjalan
akhirnya Nana sampai di asrama nya dan turun dari mobil dan berbalik
" terima kasih paman " kata Nana kepada pelayan Gu sambil tersenyum
" sama\-sama nona " jawab pelayan Gu
Nana melambaikan tangan nya, tuan muda Hans yang melihat Nana yang begitu ramah kepada pelayan Gu dan terseyum kepada pelayan Gu. tuan muda Hans jadi marah
" berani-beraninya dia dia tersenyum kepada lelaki lain, bahkan dia tidak pernah tersenyum kepada ku yang begitu tulus " dalam hati tuan muda Hans
Nana menunggu pelayan Gu sampai menjauh, akhir nya pelayan Gu menjauh Nana berbalik dan pergi sambil tersenyum
" hmm... dia. dia mengikuti ku sampai ke asrama, mungkin dia sedang mencurigai ku " berkata Nana dalam hati nya
tuan muda yang masih di sana melihat Nana sampai masuk ke asrama dan tidak ada gerak-gerik yang mencurigakan yang di lakukan oleh Nana
__ADS_1
" mungkin kah bukan dia yang menyelamatkan aku dua tahun yang lalu ketika di hotel x tersebut, tapi dia begitu mirip dengan gadis itu jika di lihat dari belakang. mungkin dia benar-benar telah hilang ingatan tentang masa lalu nya, mungkin aku terlalu berharap sehingga bisa menemukan gadis itu " berkata tuan muda Hans dalam hati nya
Nana yang sudah masuk ke dalam asrama nya menarik tirai jendela dan melihat tuan muda Hans. akhirnya tuan muda Hans pergi dari sana, Nana mendapatkan telpon dari nomor baru lagi
kring... kring... kring...
suara bunyi ponsel
Nana segera mengambil telpon nya dan segera menjawab nya
" halo " kata Nana
" Nana, gadis berusia 18 th. berasal dari daerah terpencil, memiliki keluarga kecil yaitu seorang ayah, ibu tapi sayang nya telah meninggal beberapa tahun lalu. bersekolah di universitas xx dan bekerja separuh waktu untuk biaya hidup dan makan nya sehari-hari. dan juga memiliki dua orang teman " kata pria misterius tersebut
" kau lagi " kata Nana
" huh... terakhir kali aku begitu meremehkan kamu, kamu sangat cocok menjadi patner ku. bagaimana apa kamu bersedia bekerja sama dengan ku untuk membunuh Lili Yuyun " kata pria misterius tersebut
" aku tidak ingin bekerja sama dengan siapa pun, jika aku ingin membunuh seseorang tidak akan pernah meminta bantuan kepada orang lain " jawab Nana
" oh. apakah kamu tidak menyayangi keluarga kamu sendiri " tanya pria misterius tersebut
" hah... kamu mau mengancam ku dengan keluarga ku. heh... aku meminta maaf terlebih dahulu, aku tidak pernah bisa di ancam walaupun keluarga sekali pun " jawab Nana
" oh. saya begitu takjub kepada nona Nana, nona Nana bisa mempertimbangkan nya terlebih dahulu. jika nona Nana ingin bekerja sama dengan saya tinggal telpon saja ke nomor 08xxxxxx " kata pria misterius tersebut
Tut... tut... Tut...
Nana memutuskan telpon nya. dan membaringkan tubuhnya di atas kasur dan meletakkan ponsel nya di atas meja
" ke depan nya aku harus lebih berhati-hati dengan pria itu. walaupun dia mengancam keluarga ku, dia tidak mungkin bisa menemukan keluarga ku. karna aku paling jago dalam komputer, aku bisa saja membolak balikkan indentitas ku. dan untuk Lili aku tidak menyangka kalau dia seorang mata-mata. tapi siapa yang mengirim nya ? " kata Nana
__ADS_1