PACAR KU BOSS

PACAR KU BOSS
... bingung ...


__ADS_3

Nana kembali ke ruangannya, duduk dengan bersandar di kursinya. sambil memikirkan apa tujuan mereka mencuri barang tersebut dengan identitas lamanya itu, Nana menghela nafas sambil menutup matanya dengan menggunakan tangannya


" haih... sepertinya masalahku semakin banyak saja akhir-akhir ini " kata Nana dengan mengangkat tangannya lalu membuka matanya


Nana terkejut ketika membuka matanya karna tiba-tiba Aditia berada di sampingnya, Aditia hanya tersenyum melihat ekspresi Nana yang terkejut sangatlah lucu


" di... direktur Ad " kata Nana dengan segera menghindar dari Aditia


" iya " jawab Aditia dengan terseyum lembut kepada Nana


" kenapa anda berada di sini, apa ada pekerjaan? " tanya Nana dengan menatap Aditia


" tidak " jawab Aditia dengan menatap Nana kembali


" terus, ada perlu apa direktur kemari " ujar Nana dengan melihat ke luar jendela karna Aditia terus memandang keluar jendela


" aku lihat kamu tertidur, jadi aku berniat untuk membangukanmu karna sudah waktunya pulang kerja, apa kamu tidak mau pulang dan ingin tidur di kantor sampai besok pagi " jelas Aditia dengan menatap Nana sambil tersenyum lembut


" hmm... terima kasih direktur telah memperingatkan saya " balas Nana dengan terseyum kepada Aditia dengan lembutnya


Aditia terkejut melihat Nana terseyum untuk yang pertama kalinya kepadanya, Aditia terpesona dengan senyuman manisnya Nana dan berbunga-bunga ketika membayangkannya


" Nana, boleh kah aku memanggilmu Nana " ujar Aditia dengan mata berbinar-binar mengimut-imutkan diri


" hmm... boleh direktur " balas Nana dengan senyuman sedikit canggung


Aditia langsung memegang tangannya Nana karna sangat senang, Nana melepaskan tangannya namun Aditia memegang kembali tangannya Nana, Nana tersenyum paksa dengan melihat tingkah laku Aditia yang begitu tidak enak dipandang


" Nana, panggil saja aku Aditia jangan panggil direktur lagi ya " ujar Aditia dengan menggenggam erat tangannya Nana

__ADS_1


" ba... baik. bisakah anda melepaskan tangan saya? " balas Nana dengan senyuman paksa


" oh maaf " ujar Aditia dengan segera melepaskan tangannya Nana


" hmm... tidak apa-apa " balas Nana dengan terseyum kepada Aditia


" sebenarnya saya kesini hanya ingin menyampaikan sesuatu " kata Aditia dengan serius


" eum... ( ada apa dengan orang ini, giliran ada sesuatu dia sangat serius ) apa itu? " tanya Nana dengan memegang tangannya sendiri


" hari Kamis ini, kamu akan pergi ke luar kota bersama dengan CEO untuk pertemuan terpenting. jadi usahakan agar tidak mengecewakan saya atas kepercayaan yang saya berikan kepada kamu " ujar Aditia dengan sangat serius


" eum, boleh kah saya menolak? " tanya Nana dengan sangat hati-hati


" tidak ( menggelengkan kepala ), Nana ini mungkin sangat tiba-tiba. namun kamu sekarang adalah asisten pribadinya CEO, jadi kamu bertanggung jawab kemana pun CEO pergi kamu harus berada di sampingnya, ini juga bisa menambahkan pengalamanmu dalam bekerja. dan masalah kampus, nanti biar saya yang uruskan untukmu " jelas Aditia panjang lebar kepada Nana


" baik " balas Nana dengan pasrah


" Nana, jangan sedih. aku juga tidak rela kamu pergi dengan lelaki dingin itu " kata Aditia dengan menatap Nana


Nana terkejut dan segera menepis tangannya Aditia dan berpikir bahwa apakah Aditia sedang menyatakan perasaannya kepadanya dan langsung berkata


" maaf direktur, saya... tidak mengerti maksud direktur " jawab Nana dengan Mundur satu langkah


" haih... kamu tidak mengerti, Hans itu sangat dingin. aku yakin kamu pasti tidak ingin bersamanya karna sikap acuh tak acuhnya itu, aku juga takut dia tidak akan memperdulikan kamu selama di luar kota. aku bahkan sudah mengusulkan dia pergi bersama dengan asisten dia yang lainnya, tapi dia menolaknya. haih... " jelaskan Aditia panjang lebar kepada Nana


Nana menghela nafasnya karna Aditia bukan sedang mengungkapkan perasaannya, Nana sangat lega mendengar perkataannya Aditia. tiba-tiba Aditia memegang tangannya Nana, Nana sangat terkejut


"'Nana, ayo pulang bersama " ajak Aditia dengan sangat semangat

__ADS_1


" eum... " Nana mengalihkan pandangannya dan tidak tau harus menjawab apa


" ayolah... ayo... " ajak Aditia sangat memaksa


ketika Aditia menggenggam kedua tangannya Nana, tiba-tiba Hans lewat dan tidak sengaja melihatnya. Hans segera memanggil Aditia untuk ikut bersama dengannya, padahal Hans ingin mengantar Nana pulang, tapi karna melihat Aditia menggenggam erat tangan Nana dan langsung mengajak Aditia pulang bersama


Aditia langsung melepaskan tangannya Nana dan segera pergi bersama dengan Hans, Aditia meninggalkan Nana sendirian sambil berkata " kita akan membicarakannya lain kali ya " Aditia langsung berlari ke arah Hans dengan sangat senangnya, Nana menghela nafasnya dan bersyukur kalau Aditia sudah pergi jauh darinya


Nana segera duduk dengan menggenggam erat kedua tangannya karna sampai sekarang dia masih belum mengetahui keberadaan kedua orang tuanya, dia juga tidak tau bagaimana keadaan kedua orang tuanya di desa


Nana mengambil tasnya lalu segera bergegas pulang, namun banyak yang cemburu kepada Nana karna di jadikan asisten pribadinya boss. para karyawan lain menghentikan Nana ketika berada di dalam lift dan ingin mempermalukan Nana


ada lima karyawan cewek yang mengagetkan Nana untuk di beri pelajaran karna sudah berani menginjak kaki di perusahaan GW, Nana hanya bisa menghela nafas dan membuat para karyawan itu menyesal karena telah mengganggunya


setelah Nana keluar dari lift, Nana tidak sedikitpun cedera bahkan bajunya masih begitu rapi, melainkan lima karyawan tersebut yang ketakutan di buat Nana dan tidak bisa keluar dari lift karna telah di ikat oleh Nana dengan menggunakan stoking mereka masing-masing


Nana keluar dari perusahaan dan menunggu bus di halte, namun tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Nana melihat kedalam mobil dan ternyata adalah Khendra, Khendra terseyum kepada Nana


" Nana, masuklah. biar aku mengantarmu " ujar Khendra dengan terseyum kepada Nana


" makasih kakak Khen " jawab Nana dengan terseyum pula


Nana segera masuk ke dalam mobil, lalu Khendra dengan Nana langsung meninggalkan halte Tersebut. ketika dalam mobil Khendra melihat Nana dan Nana juga melihat Khendra lalu mereka saling tersenyum satu sama lain


" Nana, bagaimana kalau kita makan malam dulu " ujar Khendra dengan menyetir mobil dengan kelajuan rendah


" hmm... boleh " jawab Nana dengan membetulkan rambutnya


akhirnya Khendra membawa Nana ke restoran sambil berbincang-bincang. Lili yang sedang menjalankan tugasnya tidak sengaja melihat Nana sedang bersama dengan Khendra, Lili menghela nafas karna Nana akan aman jika bersama dengan Khendra. Lili berfikir kalau Nana sangat populer, karna begitu banyak orang yang menyukainya. Lili sedikit merasa cemburu dihatinya namun sambil tersenyum senang melihat Nana bahagia

__ADS_1


Liana yang bertugas untuk membawa barang curian tersebut ke luar kota hari Kamis lusa, dan Lili yang mencari barang curian tersebut masih melacak keberadaan kelompok pencuri tersebut, di tambah Hans yang sedang mencari tahu siapa-siapa pencuri tersebut


__ADS_2