
HARI RABU SEBELUM HARI KAMIS
Nana bangun pagi-pagi sekali lalu mengetuk pintu kamar asramanya Lili namun malah Liana yang keluar dari kamar asramanya, lalu Nana dan Liana segera masuk kedalam kamar asramanya Lili, mereka melihat bahwa Lili tidak berada di dalam kamar asramanya
" sepertinya Lili sudah pergi duluan deh " ujar Nana dengan menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya
" iya, memangnya ada perlu apa? " tanya Liana dengan memegang bahunya Nana
" besok Kamis " jawab Nana dengan melihat ke arah Liana
" terus kenapa hari Kamis? " tanya Liana dengan sangat penasaran
" aku harus pergi ke luar kota karna boss menyuruh ku untuk menemaninya dalam pertemuan kali ini " balas Nana dengan menundukkan kepalanya
" oh... nanti biar aku yang beri tahukan kepada Lili, berapa lama kamu akan kembali? " tanya Liana dengan menenangkan Nana
" aku belum tau kapan aku akan kembali. kalau aku gak sempat beritahu kan kepada Lili, tolong kamu beritahu kan ya " ujar Nana dengan Nana lepas
" oke. nanti aku beritahukan kepada Lili " balas Liana dengan terseyum kepada Nana
Nana menghela nafas dan segera mengajak Liana untuk pergi ke kampus bersama-sama
ketika menuju ke kampus mereka bertemu dengan teman-teman sekampusnya, teman-teman sekampusnya sedang membicarakan tentang Susan yang ingin pergi keluar kota
__ADS_1
Nana hanya mendengarkan sekilas tanpa mendengarkan perkataan teman-teman sampai selesai karna Liana mengajak Nana segera masuk ke dalam ruangan
sebenarnya Susan pergi ke luar kota bukan karena kebangkrutan orang tuanya melainkan ada hal lain nya yang membuat dia sangat dan sangat kecewa, jika Susan tidak meninggalkan kota ini maka akan terjadi sesuatu hal yang sangat kepada dirinya sendiri
Nana dan Liana belajar seperti biasanya tanpa Lili, Zhen juga belum masuk ke kampus Beberapa hari. sedangkan Kenzo masih saja tidur di atas pohon di waktu jam pelajaran dan akan bangun ketika jam istirahat tiba atau ketika pulang
waktu pulang kunjungan tiba, Nana mengajak Liana pulang bersama-sama. Liana menolak untuk pulang bersama-sama karna ingin pergi ke suatu tempat, Nana tidak memaksa Liana dan segera kembali. Nana pulang ke asrama namun Lili masih tidak berada di asrama, Nana bergegas pergi ke kantor setelah tidak lama berdiam diri di asrama
ketika Nana hendak ingin ke kantor tiba-tiba Kenzo menghampiri Nana, Nana hanya diam saja karna sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun. Kenzo tidak suka dengan Nana yang pendiam sehingga berbicara sesuka hatinya dan Tampa henti sehingga Nana tidak tahan dan segera menghentikannya
" Kenzo, boleh bicara tapi jangan bersuara " ujar Nana dengan tenangnya
" gitu dong, dari tadi aku ingin dengar kamu bersuara tau " balas Kenzo dengan menatap Nana
Kenzo memegang wajahnya sendiri dengan berkata " hmm... aku tau, aku ini tampan. kalau kamu pandang terus nanti aku jadi salah tingkah nih " ujar Kenzo dengan saling menatap satu sama lain
Nana mengalihkan pandangannya dan berhenti di tepi jalan menunggu bus tiba sambil membalas perkataan Kenzo " narsis juga ya kamu " ujar Nana dengan menaiki bus
Kenzo mengikuti Nana di belakang, Nana melihat Kenzo yang ikut bersamanya menghentikan Kenzo dan bertanya kenapa Kenzo mengikutinya, Kenzo menjawab dia ingin pergi ke coffee xxx yang berada tidak jauh dengan kantornya Nana bekerja
karna Kenzo berkata demikian, Nana tidak mengatakan apapun dan langsung masuk ke dalam bus, Kenzo duduk pas di samping Nana. Nana hanya duduk terdiam dengan menggenggam ponsel nya sangat erat
setelah tiba Nana segera turun, Kenzo juga ikut turun bersama dengan Nana. Nana merasa jengkel karna di ikuti, namun tidak bisa berbuat apa-apa karna Kenzo terus saja bisa mengelak semua perkataan Nana
__ADS_1
ketika Nana dan Kenzo turun dari bus saat bersamaan, Hans melihat dari kejauhan. dari pandangannya Hans, Nana dan Kenzo sedang bermesra-mesraan sambil mengucap selamat tinggal. tapi kenyataannya ialah Nana Hana memandang Kenzo dengan tatapan tanpa ekspresi sedikitpun, melainkan Kenzo yang tersenyum dan tertawa lepas sambil berbicara dengan Nana
" Nana, kapan ada waktu luang. aku mau ajak kamu makan bareng nih " ujar Kenzo dengan mata berbinar-binar dengan harapan penuh agar Nana mau makan bersama dengannya
" haih... nanti malam " balas Nana dengan menghembuskan nafas dengan menundukkan kepalanya
" baik, kalau begitu nanti pulang aku akan jemput kamu ya. boleh ya... " meminta Kenzo dengan mengimut-imutkan diri
" oke " jawab Nana dengan membalikkan tubuhnya dan segera masuk ke dalam kantor
" jangan lupa telpon ya kalau udah pulang! " teriak Kenzo dengan melambaikan tangannya kepada Nana yang membelakanginya
Nana tidak memperdulikannya dan segera masuk ke dalam kantor, Kenzo juga segera berbalik dengan sikap berubah drastis yang darinya sangat senang menjadi sangat serius. Hans terus memerhatikan Nana dan Kenzo menjadi marah
ketika Nana hendak ingin masuk kedalam lift, Nana berjalan dengan menundukkan kepalanya dan menunggu lift terbuka, lalu melihat seseorang sedang berdiri di dalam lift sendirian. Nana tidak memperdulikannya dan segera masuk kedalam lift, setelah masuk kedalam lift Nana berdiri di depan orang tersebut dan menutup pintu lift
setelah pintu lift tertutup, Nana hanya berdiri tanpa memperdulikan orang tersebut. tiba-tiba orang tersebut batuk, Nana tidak memperdulikannya. orang tersebut batuk untuk kedua kalinya, Nana juga tidak peduli untuk yang kedua kalinya. orang tersebut lalu batuk-batuk beberapa kali, Nana semakin jengkel. Nana bisa memaklumi jika hanya sekali dua kali, tapi kalau berkali-kali itu namanya di sengaja. tiba-tiba orang tersebut memegang bahunya Nana
Nana yang terkejut langsung segera berbalik dengan mata terpejam dan memegang kerah baju orang tersebut, Nana bergerak tanpa disadari oleh dirinya sendiri karna niat ingin melindungi diri, Nana mengira orang tersebut bisa saja adalah karyawan mesum yang ingin berbuat hal yang aneh-aneh kepadanya. Nana mendorong orang tersebut sampai ke tembok dengan kedua tangan memegang kerah baju orang itu dan menundukkan kepalanya sambil berkata
" cukup, kau sebenarnya mau apa? " tanya Nana dengan mengangkat kepalanya dan melihat wajah orang tersebut
Nana terkejut melihat orang tersebut yang ternyata adalah Hans, Nana segera melepaskan kerah bajunya Hans dan mundur dengan menjauh dari Hans. Hans yang terkejut dengan tenaga yang di miliki Nana, Nana yang kelihatan begitu lemah dan tak berdaya mampu mendorongnya sampai ke tembok
__ADS_1
Hans merapikan pakaiannya dan berjalan mendekat pada Nana, Nana mundur sampai bersandar di tembok dan tidak bisa kemana-mana lagi. Nana ingin pergi dari Hans, namun Hans menghalangi Nana dengan tangannya sehingga Nana tidak bisa kemana-mana lagi