
Nana diam saja mendengar perkataan Susan dan terus menatap Susan dengan tatapan penuh dengan rasa kesal. Nana memejamkan mata nya dan menghembuskan nafas
" ( ternyata tadi malam orang yang mengambil ponsel ku hanya untuk menyebarkan video tersebut. aku tidak menyangka, apa tujuan nya melakukan ini. atau jangan-jangan dia ingin... ah, sudah lah itu bukan urusan ku. lagi pula aku juga sudah lama pensiun dan ingin melupakan masa lalu yang buruk itu ) " dalam hati nya Nana dengan menghembuskan nafas dengan mata terpejam
" kenapa? kamu pasti sangat ketakutan, kamu tau kan, hari ini aku bisa saja membunuh mu. sekarang kamu tatap lah aku sepuas nya, dan kamu harus ingat kalau aku lah yang merusak kehidupan mu. dan sekarang kamu masih bisa menatap ku, tapi sedetik kedepannya belum tentu masih bisa menatap ku lagi " kata Susan dengan sangat benci kepada Nana dengan menggenggam erat pipi nya Nana
Nana terseyum, dan berkata
" heh. aku katakan pada mu, pertama-tama bukan aku yang menyebarkan video tersebut. yang ke dua sebaik nya kamu ke depannya harus lebih hati-hati lagi untuk melakukan hal-hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan kamu " kata Nana dengan membuka mata nya lalu menatap Susan dengan mata membunuh
Santi langsung menjawab perkataan Nana tanpa mempedulikan Susan
" kalau bukan kamu siapa lagi, siapa lagi yang akan melakukan nya, cuma kamu yang mengetahui akan kejadian itu " kata Santi dengan berjalan mendekati Nana
Susan melihat ke arah Santi lalu kembali melihat ke arah Nana dengan tatapan penuh dengan bertanya-tanya
" apa maksud perkataan mu, kenapa aku harus berhati-hati ke depan nya ? " tanya Susan penasaran
__ADS_1
" Susan, untuk apa kamu memperdulikan nya. dia sudah berada di tangan kita, dia pasti mencari-cari alasan agar kita melelepaskan dia " kata Santi kepada Susan
" ( benar apa yang Santi katakan, dia sudah berada di tangan ku. dan dia juga sudah menyebarkan video itu, siapa yang menggangu ku pasti akan mati ) hmm... " Susan menatap Nana dengan penuh rasa benci
Nana hanya diam saja dan memutar balikkan pandangan nya ke arah yang lain, tiba-tiba suara ponsel berbunyi
kring... kring.... kring.... ( suara ponsel )
" siapa yang berani teleponan di saat seperti ini ? " tanya Susan kepada seluruh orang suruhan nya
semua memeriksa ponsel nya masing-masing, setelah memeriksa ternyata bukan berasal dari para orang suruhan Susan. Nana berkata
" apa kamu bilang ? " teriak Susan dengan sangat marah kepada Nana sambil melepaskan pipinya Nana
plak.... ( suara tamparan )
Susan menampar Nana dengan sangat kencang sehingga wajah Nana memerah dan bengkak. Nana hanya diam saja dan tidak mengatakan sepatah kata apapun
__ADS_1
" pukul dia! biar dia tau rasa. agar dia tidak berani membuat orang yang seharusnya tidak dia buat marah karna perkataan nya " perintah Susan karna sangat marah
tidak hanya menampar wajah Nana, Susan juga menyuruh salah satu lelaki tersebut untuk memukul Nana. salah satu laki-laki pun memukul Nana
buk.... ( suara pukulan )
salah satu lelaki tersebut memukul Nana pas pada perutnya, Nana kesakitan namun tetap menahannya. Nana menundukkan kepalanya, dengan rambut yang menutupi wajah nya. Susan membelakangi Nana dan segera mengangkat telpon Nya
ketika mendengar telpon tersebut, Susan sangat terkejut
" apa! baiklah papa, aku akan segera kembali segera " kata Susan pergi menjauh dari Nana
" ada apa Susan ? " tanya Santi kepada Susan dengan mengikuti nya dari belakang
Β
author mengucapkan :
__ADS_1
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA πππ
Β