PACAR KU BOSS

PACAR KU BOSS
kecemburuan


__ADS_3

RESTORAN DEKAT RUMAH SAKIT


Zhen yang sedang duduk menunggu kedatangan Nana, memakai jaket dan menutup kepala menggunakan topi serta kaca mata dan masker, Zhen membungkus diri nya sendiri agar tidak ada orang yang mengenal nya


" duh kakak ipar kenapa mengajak makan di tempat terbuka, aku bisa mati jika ketahuan oleh para fans ku. dan kenapa kakak ipar belum tiba, hampir jam sembilan malam, apakah kakak ipar melanggar janjinya " kata Zhen sambil memainkan tangan nya dengan mengetukkan meja


Zhen mengambil menu makanan dan membacanya sambil menunggu kedatangan Nana, tidak lama kemudian seseorang datang dan segera duduk di depan nya Zhen


Zhen meletakkan daftar menu makanannya dan melihat siapa yang duduk di depan nya. ternyata yang duduk di depan nya adalah Nana


" kakak ipar, aku pikir kamu tidak akan datang " kata Zhen dengan sangat senang tanpa melihat siapa yang duduk di sebelah nya Nana


" ...... " Nana


" ekkhem " Hans


" suaranya kok familiar banget ya " kata Zhen


Zhen melihat ke sebelah Nana, ternyata yang duduk di sebelah nya Nana adalah Hans. Zhen terkejut dan segera melepaskan kacamata dan masker nya


" Abang, kenapa kamu ada di sini " tanya Zhen


Hans ingin menjawab pertanyaan Zhen, tapi Nana tidak memberikan peluang kepada Hans dan langsung menjawab Zhen dengan cepat


" ah Zhen, cepat pesan makanan nya. aku harus segera pergi ke rumah sakit untuk merawat Lili " kata Nana


" memangnya kamu saja yang bisa kemari. dan juga mengapa kamu mengajak calon kakak ipar mu untuk berkencan " kata Hans


" phuufff " Nana


Nana yang sedang meminum air terkejut dan tersentak karna perkataan nya Hans


" kakak ipar ? " kata Nana kebingungan


" kakak ipar kenapa ? apa kamu baik-baik saja " tanya Zhen dengan sangat khawatir sambil memberikan tisu

__ADS_1


Hans melihat ke arah Nana dengan rasa khawatir. namun Nana tanpa sengaja melihat ke arah Hans dan Hans langsung mengalihkan pandangan nya


" aku tidak apa-apa " jawab Nana sambil mengusap mulut nya menggunakan tisu yang di berikan Zhen dengan melihat ke arah Hans


Hans diam dan sambil meminum minuman nya. Nana melanjutkan meminum minuman nya, Zhen merasa ada masalah di antara kakak ipar dan Abang nya


" Abang kenapa kamu ada di sini dan kenapa Abang bisa datang bersamaan dengan kakak ipar ? " tanya Zhen kepada Hans


" aku hanya kebetulan lewat dan melihat kakak ipar masuk ke dalam restoran " kata Hans sambil meminum minuman nya


" jadi dia ke sini hanya kebetulan saja, bukan karna dia takut aku berkencan dengan laki-laki lain " dalam hati nya Nana sambil menaruh gelas nya


Nana tiba-tiba berdiri dan mengatakan bahwa


" Zhen, seperti nya kita makan lain kali saja. tiba-tiba aku ingin kembali ke rumah sakit, aku khawatir pada Lili ( aku tidak mungkin berlama-lama di sini, apalagi sekarang sudah ada Hans yang menemani Zhen, aku bisa segera pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Lili ) " kata Nana sambil mengambil tas nya


" ( ada apa dengan kakak ipar, dia tampak berbeda ) baiklah kakak ipar " balas Zhen mengiyakannya Nana sambil menatap ke arah Hans


Nana berbalik dan Hans memegang tangan nya Nana sambil berkata


" aku akan mengantarmu " kata Hans dengan serius sambil memegang tangan nya Nana


" tidak apa-apa tuan muda Hans, rumah sakit nya tidak terlalu jauh. aku bisa pergi naik taksi sendiri ( ayo... ayo bujuk aku, aku gak mau menghabiskan banyak uang hanya untuk naik taksi, aku mau berhemat agar bisa cepat kaya πŸ˜† ) " kata Nana dengan menundukkan kepala nya


tuan muda Hans melepaskan tangan nya Nana dengan berkata


" baiklah " jawab tuan muda Hans


Nana kecewa dengan jawaban Hans, dan agak sedikit marah


" ( hah, kamu jadi orang kenapa gak peka sih. huh.. dasar cowok brengsek muka datar ) aku permisi, selamat tinggal " kata Nana dengan membalikkan badannya dan segera pergi


pelayan datang menaruh makanannya di atas meja setelah Nana keluar dari restoran


" Abang !, Abang beneran ingin kakak ipar pulang sendirian, jika terjadi sesuatu kepada kakak ipar gimana. kalau Abang tidak mau mengantar kakak ipar biar aku saja yang mengantarkan nya " kata Zhen dengan bangun dari tempat duduk nya

__ADS_1


Hans bangun dari tempat duduk nya dan berkata


" kamu makan dan diam lah di sini " kata Hans


Zhen duduk kembali dan memakan makanannya, Zhen sangat patuh terhadap Hans dia tidak pernah melanggar perintah nya Hans


" huh, dasar Abang yang lain hati lain di mulut. di mulut gak mau mengantar kakak ipar, di hati malah mau mengantar nya " dalam hatinya Zhen sambil menusuk-nusuk makanan tersebut dengan garpu


Hans pergi meninggalkan Zhen sendirian di sana dan segera mengejar Nana dari belakang


" ah... makanan nya sangat banyak lagi, bagaimana cara aku habiskan nya. kalau di buang kan mubazir, kalau di makan aku akan gemuk " kata Zhen pada diri nya sendiri sambil memakan makanan nya


sedangkan Nana sedang berjalan di tepi jalan tiba-tiba ada yang membunyikan klakson mobil dari belakang nya


tin... tin... tin...


suara klakson mobil


" apakah Hans berubah pikiran sehingga mau mengantar ku, huh... aku akan berpura-pura marah " kata Nana dalam hatinya tidak memperdulikan nya


mobil tersebut berhenti pas di samping nya Nana, dan orang tersebut keluar dari yang ternyata adalah Kendra, Nana terkejut dan sedikit kecewa sambil berkata


" dosen tidak, maksud ku kakak Ken. kakak Ken kenapa kakak ada di sini ? " tanya Nana sambil tersenyum kepada Kendra


" ah, aku cuma kebetulan lewat dan melihat mu berjalan sendirian, kamu mau kemana malam-malam begini ? " kata Kendra sambil menggaruk-garuk kepalanya


Nana memegang tas nya dengan erat. dan berkata


" aku mau ke rumah sakit ingin menjenguk Lili " kata Nana menundukkan kepalanya


" kebetulan aku juga sejalan dengan mu, kamu bisa ikut dengan ku " kata Kendra dengan senyuman manis


" hmm... ( melihat ke kanan dan kiri ) boleh " jawab Nana sambil merapikan rambut nya


Kendra membukakan pintu mobil untuk Nana, Nana melihat ke arah Kendra sambil tersenyum dan segera masuk ke dalam mobil. Hans yang berada dalam mobil melihat dari kejauhan bahwa Nana naik ke dalam mobil lelaki lain dan merasa sangat marah sambil memegang erat tangan nya

__ADS_1


" ternyata kamu buru-buru keluar untuk bertemu dengan lelaki itu. ( eh... kenapa aku begitu marah melihat mereka berdua ) " kata nya Hans pada diri sendiri


Nana dan Kendra segera pergi ke rumah sakit, Hans kembali ke villa nya dengan sangat marah. Nana hanya diam saja ketika berada di dalam mobil nya Kendra sambil memegang ponsel nya


__ADS_2