
Nana tidak berani menatap matanya Hans, Nana mengalihkan pandangannya ke arah lain. Hans yang melihat Nana yang begitu tidak berani menatap matanya berkata dengan mata melihat ke bibirnya Nana
" sayang, tadi kamu mengagetkan ku " ujar Hans dengan menghembuskan nafas ke telinganya Nana
telinga dan wajah Nana menjadi merah dalam sekejap mata
" aku, aku tidak tau itu kamu " balas Nana dengan terbata-bata
" oh. kenapa tunanganku bengong tadinya, apakah sedang memikirkan lelaki lain " kata Hans dengan semakin dekat dengan Nana
Nana terkejut dengan perkataan Hans dan segera melihat Hans sehingga bertatapan dan saling memandang
" tidak ( mendorong ). aku tidak... " jawab Nana dengan tidak tau mau mengatakan apalagi karna merasa malu begitu dekat dengan Hans
Hans terseyum dan langsung mencium bibir Nana yang sedang kebingungan, Hans senang karna Nana mengatakan sedang tidak memikirkan lelaki lain. Nana terkejut dengan Hans yang tiba-tiba mencium bibirnya, Nana berusaha melepaskan diri dari Hans namun Hans tidak melepaskan Nana
setelah beberapa saat akhirnya Hans melepaskan Nana karna pintu liftnya akan segera terbuka, setelah pintu liftnya terbuka Hans keluar seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dan Nana juga ikut keluar di belakangnya Hans, Nana segera masuk ke dalam ruangannya dengan berjalan cepat
setelah masuk kedalam ruangan, Nana menutup pintunya dan bersandar di pintu sambil memegang bibirnya, Nana terseyum dan juga merasa takut telah mendorong Hans ke tembok, Nana takut Hans mencurigai Nana, namun tidak jauh dari ketakutan Nana. Hans penasaran kenapa Nana memiliki kekuatan untuk mendorongnya sampai ke tembok
Nana yang sedang bersandar di pintu dengan menutup kedua matanya lalu membuka matanya dan terkejut melihat bahwa sebenarnya Aditia dari tadi sedang duduk di kursinya sambil memandanginya. Nana hanya bisa mendekat dan menyapa Aditia
" hallo direktur Ad " sapa Nana dengan berdiri di depan Aditia sambil menundukkan kepalanya
Aditia Bagun dari tempat duduknya dan berjalan mendekat kepada Nana dengan berkata
" jangan terlambat lagi, dan jaga diri " ujar Aditia dengan menepuk pundaknya Nana sambil tersenyum lembut kepada Nana
" ba... baik direktur " balas Nana dengan memberi hormat kepada Aditia
Aditia langsung meninggalkan ruangan Nana, Nana penasaran dengan perkataan Aditia dengan jaga diri. namun Nana segera duduk di kursinya dan mengerjakan tugasnya
__ADS_1
tik tok tik tok ( suara bunyi jam )
Nana telah bekerja hingga jam pulang tiba. tiba-tiba teleponnya Nana berbunyi, Nana melihat dari siapa panggilan tersebut yang ternyata dari Kenzo. Nana segera menjawab teleponnya dan memberi tahukan bahwa dia akan pulang sebentar lagi, namun Kenzo sudahpun berada di depan perusahaan GW menunggu Nana keluar
" baiklah, aku akan menunggumu di sini sampai selesai di sini " kata Kenzo dengan sangat baik
" haih... oke. aku akan turun sekarang " balas Nana dengan mematikan panggilannya
Nana meletakkan ponselnya di atas meja dan bersandar ke kursi sambil meletakkan tangan di atas jidatnya dengan bergumam
" memang sudah saatnya pulang, kenapa tiba-tiba dia ingin makan denganku " bergumam Nana dengan kembali duduk
Nana merapikan mejanya lalu Nana mengambil ponselnya dan melihat ponselnya ternyata baterai ponselnya tinggal 2%. Nana mengabaikannya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas, Nana bangun dari tempat duduknya dan mengambil tas nya lalu meninggalkan ruangan tersebut
ketika Nana keluar dari ruangan, tiba-tiba seseorang sosok wanita keluar dan terus melihat Nana lalu tersenyum jahat, Nana segera masuk kedalam lift.
tidak lama kemudian Nana keluar dari perusahaan dan mencari Kenzo yang katanya sedang menunggunya di luar, Nana tidak melihat Kenzo lalu segera meneleponnya. tiba-tiba seseorang datang dari belakang dan memegang bahu Nana yang sedang menelepon Kenzo, Nana yang terkejut segera berbalik dan menyerang menggunakan tangan dan pas mengenai wajah orang tersebut, orang tersebut segera memegang wajahnya sambil membungkuk
" kamu tidak apa-apa? " tanya Nana dengan cemas kepada Kenzo
" wajah tampan ku. ( mengangkat kepalanya ) kenapa kamu tiba-tiba memukul ku? " tanya Kenzo kembali dengan Sangat marah
" aku tidak sengaja, tadi gerakan refleks. maafkan aku " jawab Nana dengan menundukkan kepalanya
" tidak apa-apa " balas Kenzo dengan tertengun melihat Nana yang meminta maaf kepadanya untuk pertama kalinya
" kenapa akhir-akhir ini aku begitu sangat waspada, apakah akan terjadi sesuatu hal yang diluar kendaliku. aku juga tidak bertemu dengan Lili beberapa hari ini, kenapa hatiku tidak tenang " dalam hatinya Nana dengan menundukkan kepalanya
Kenzo memegang bahunya Nana, Nana terkejut lalu segera mengangkat kepalanya dan melihat Kenzo yang tersenyum begitu lembut
" ayo " ajak Kenzo dengan terseyum lembut kepada Nana
__ADS_1
Nana mengangguk, Nana berjalan dengan Kenzo sambil di pegang bahu oleh Kenzo. Hans yang dari tadi melihat Nana bersama dengan Kenzo sangat marah, tadinya Hans ingin menghampiri Nana ketika Nana sedang berdiri menunggu Kenzo datang untuk pulang bersama, namun karna tiba-tiba Kenzo muncul menghampiri Nana. Hans tidak jadi menghampiri Nana, dan Hans hanya melihat tingkah laku Nana dengan Kenzo
Hans segera meninggalkan tempat tersebut dengan sangat marah, Nana yang di pegang oleh Kenzo menepis tangannya Kenzo karna tidak nyaman di pegang, Kenzo berbicara dengan Nana di sepanjang jalan menuju rumah makan
" Nana, dari mana kamu belajar gerakan tadi? " tanya Kenzo dengan Sangat penasaran
" gerakan refleks " jawab Nana singkat
" mana mungkin, kamu pasti pernah belajar ilmu bela diri. pukulanmu tadi begitu sakit lho " balas Kenzo dengan melihat ke arah Nana
" oh, aku gak tau. soalnya ini baru pertama kalinya untuk aku " kata Nana dengan pandangan lurus ke depan
" eh, pertama kali pukul orang? " tanya Kenzo dengan bengong
" ya. dulunya aku gak pernah pukul orang " balas Nana dengan sangat mudah
" oh. Nana hebat! walaupun baru pertama memukul orang, tapi sangat sakit lho. sampai sekarang masih terasa sakitnya " ujar Kenzo dengan sangat kagum kepada Nana
" gak termasuk bohong kan?, dulunya aku gak pukul pakek tangan tapi pakek kayu. berati kayu yang pukul bukan aku " dalam hatinya Nana
" Nana kita makan di sana aja yuk? " ajak Kenzo sambil menunjuk ke arah rumah makan pinggir jalan yang mereka lalui
" boleh " jawab Nana dengan melihat ke arah rumah makan tersebut
ketika Nana dan Kenzo sedang makan di rumah makan lalu tiba-tiba Kenzo mendapatkan panggilan, Kenzo menjawab teleponnya dan sedikit terlihat terkejut mendengar perkataan dari telepon tersebut. lalu langsung menarik tangannya Nana dan meninggalkan rumah makan tersebut, Nana bingung kenapa tiba-tiba Kenzo menariknya dan segera pergi tanpa alasan
Β ~
PENGUMUMAN
terima atas para pembaca yang telah rela meluangkan waktunya untuk membaca novel PACAR KU BOSS. kini PACAR KU BOSS sudah lulus kontrak awal. author mengucapkan ribuan terima kasih untuk para pembaca yang senantiasa setia ππππ
__ADS_1