
akhirnya Nana keluar dari rumah sakit dan menunggu bus, ingin segera pergi ke asrama
" kenapa ketika sangat penting tidak ada satupun bus yang lewat " kata Nana pada diri sendiri
Nana melihat ke arah kanan dan juga arah kiri, tidak ada satu pun bus yang lewat dan segera mengambil keputusan untuk pergi dari sana. dan kembali ke asrama dengan berjalan kaki
Nana berjalan kaki sambil menunggu bus lewat, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan nya. seseorang turun dari mobil yang ternyata pelayan tersebut ialah pelayan Gu
" buset, kayak nya Hans yang berada di dalam mobil. kenapa dia bisa tau kalau aku berada di rumah sakit. apakah... tunggu... ini pasti Zhen yang memeberi tahu kepada Hans " dalam hati nya Nana
pelayan Gu membukakan pintu untuk Nana, dan menyuruh Nana untuk masuk ke dalam mobil
" nona Nana silahkan masuk " kata pelayan Gu sambil membukakan pintu mobil
" ( aku juga buru-buru, aku terpaksa harus menaiki mobilnya ) terima kasih Guntur " jawab Nana sambil tersenyum
pelayan Gu terkejut karna Nana memanggil nya dengan namanya sendiri, pelayan Gu penasaran kenapa Nana bisa mengetahui nama nya. Hans yang mendengar Nana yang memanggil pelayan Gu dengan namanya menjadi muram
" waduh, seperti nya Nana memberikan aku masalah, tuan muda kelihatan sangat marah " dalam hati nya Guntur
__ADS_1
Nana masuk ke dalam mobil dan duduk di samping nya Hans, Nana duduk tanpa berkata apapun. pelayan Gu menutup pintu mobil dan segera berangkat
di dalam mobil suasana nya menjadi hening, tidak ada seorang pun yang berbicara. Nana duduk sambil melihat ke luar jendela
" tuan muda Hans " panggil Nana kepada Hans tanpa melihat ke arah Hans
Hans yang mendengar panggilan Nana yang begitu formal kepada menjadi muram
" tuan muda Hans? sungguh begitu formal " dalam hati nya Hans
" gawat, seperti nya tuan muda Hans marah... " dalam hati nya Guntur
" kebetulan lewat " jawab Hans Dengan singkat nya
" puff... tuan muda malu mengatakan yang sebenarnya bahwa dia mencemaskan Nana, dia bahkan meninggal kan urusan nya yang paling penting hanya demi memastikan keadaan Nana. sungguh sangat lucu " dalam hatinya Guntur sambil tersenyum kecil
" hmm... bukan karna sengaja menjenguk ku kan? " tanya Nana sambil melihat ke arah Hans
" jangan ke GR ran " jawab Hans sambil melihat ke luar jendela
__ADS_1
" baiklah, aku tidak akan ke GR ran untuk ke depan nya. karna aku tidak pantas untuk itu " jawab Nana
Hans yang mendengar perkataan Nana menjadi marah dan segera mendekat pada Nana dan segera mencium bibir nya Nana sekaligus menggigit bibir nya Nana karna berkata demikian
Nana mendorong nya, dan segera mengusap bibirnya
" tuan muda apa anda belum makan sehingga anda menggigit bibir ku ? " tanya Nana dengan marah nya
" kenapa aku tiba-tiba mencium wanita cerewet ini " dalam hati nya Hans
Hans duduk kembali dan tidak memperdulikan Nana, Nana sangat marah karna di cium paksa, Nana terus marah-marah kepada Hans. namun Hans hanya diam saja
begitu lama Nana marah, Hans berpaling dan mendekat pada Nana
" apa... apa yang mau kamu lakukan " kata Nana dengan rasa takut
" kalau kamu bicara lagi, kamu percaya tidak aku akan mencium mu " kata Hans
Nana tidak mengatakan apapun, Nana duduk tanpa bersuara walaupun dalam hatinya sangat marah. tuan muda juga duduk kembali sambil tersenyum
__ADS_1