PACAR KU BOSS

PACAR KU BOSS
gangguan para cowok kurang kerjaan


__ADS_3

Nana dan Lili berjalan menuju ke kampus, mereka asik mencaritakan keburukan Susan dan Santi sambil tertawa


" Nana. hari ini sungguh sangat menyenangkan, pagi-pagi mengerjai kamu... berangkat ke kampus sambil berbicara ke jelekan orang lain, entah apa yang akan terjadi nanti si kampus. aku sangat bersemangat hari ini " kata Lili sambil melihat ke arah Nana dan terseyum


" hmm... iya. Lili... " kata Nana


Nana ingin menanyakan kepada Lili tentang siapa Lili yang sebenarnya. tapi Nana tidak sempat menanyakan nya karna tiba-tiba ada banyak lelaki yang mendekat pada Lili dan Nana, mereka memakai pakaian yang compang-camping dan sedang menghisap rokok mereka terlihat seperti perampok


" Yo... gadis-gadis yang cantik mari ikut Abang-abang, kita akan bersenang-senang sampai puas " kata salah satu lelaki cabul Tersebut


Nana hanya diam saja dan melihat ke arah kanan dan ke arah kiri. dan mengetahui bahwa kalau mereka telah di kepung, walaupun yang muncul hanya beberapa saja tapi sebenarnya masih sangat banyak yang sedang bersembunyi


Lili yang melihat nya tidak tahan melihat para lelaki cabul itu


" hey... mau cari masalah dengan ku, ayo... ayo kesini jika berani " kata Lili dengan sangat percaya diri


Nana memegang bahu nya Lili, Lili melihat ke arah Nana. Nana menggeleng-gelengkan kepala nya


" Nana kenapa ? " bisik Lili


" kamu tidak akan menang melawan mereka " jawab Nana


" kenapa kita tidak akan menang dari mereka, bukan kah mereka hanya lima orang saja. aku bisa atasi mereka dalam satu tendangan " bisik Lili kepada Nana


Nana menggeleng-gelengkan kepalanya dan segera memegang tangan Lili


" eh.. Nana " kata Lili dan terkejut

__ADS_1


" maaf abang-abang semua, kami harus segera pergi ke kampus. permisi... " kata Nana sambil berjalan


Nana ingin pergi dan menarik tangan Lili, tapi salah satu lelaki cabul menghalangi Nana dan Lili


" eh... cantik mau kemana " kata lelaki cabul tersebut


salah satu lelaki cabul itu ingin menyentuh nana, tiba-tiba Lili memegang tangan laki-laki cabut Tersebut. Nana terkejut melihat nya, gerakan Lili begitu cepat


" jangan berani kau sentuh teman ku " kata Lili


" Hay gadis kecil, aku akan melepaskan kamu. tapi kami tidak akan melepaskan Gadis bermata empat itu, kamu boleh pergi selagi kami baik hati " kata salah satu lelaki cabul tersebut


" jika kamu berani memegang nya, akan aku patah kan kedua tangan mu " kata Lili


" Lili... kamu pergi saja, yang mereka ingin kan hanya aku seorang. kamu gak akan menang dari mereka, mereka sangat banyak sedang kan kamu hanya sendirian " kata Nana


" ( jika Lili pergi, sangat mudah untuk ku melepaskan diri dari mereka. tapi jika Lili masih di sini aku tidak mungkin bertindak. dan sepertinya mereka bukan utusan pria misterius itu, mereka hanya ingin menangkap ku. berarti ini semua tidak ada hubungannya dengan Lili ) " kata Nana dalam lubuk hatinya


Lili bukan malah pergi, tapi Lili malah melindungi Nana di belakang nya. Nana yang melihat Lili melindungi nya sangat kagum dan mengingat masa kecil nya dahulu, ketika dia di tindas oleh banyak anak laki-laki lain dan tiba-tiba seorang anak lelaki datang dan melindungi nya


" Lili... " panggil Nana kepada Lili


" Nana, aku sebagai teman mu. aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sendirian, aku bukanlah pecundang yang meninggal kan teman ketika membutuhkan bantuan. sebaiknya kamu harus berdiri lebih jauh sedikit agar tidak terkena pukulan nantinya " kata Lili sambil melihat ke arah Nana


" Lili... terima kasih " kata Nana sambil memegang dadanya


Nana mundur dari sana, dan berdiri sedikit jauh dari Lili karena Lili suruh Nana berdiri lebih jauh sedikit

__ADS_1


" huh... gadis kecil kamu terlalu percaya diri. semuanya tangkap kedua gadis itu " kata ketua mereka dengan sangat tegas


empat orang lelaki cabul itu ingin menangkap Nana dan Lili. dua orang ingin menangkap Lili dan dua lagi ingin menangkap Nana, untuk Nana tidaklah susah untuk melelepaskan diri dari mereka. tapi Nana ingin melihat betapa tulusnya Lili kepadanya, apakah Lili bisa mendapatkan sepenuhnya kepercayaan dari Nana


Nana bukan lah seorang gadis yang mudah mempercayai seseorang, apa lagi dalam hal lelaki. dia lebih memilih teman nya dari pada lelaki yang dia cintai seperti kejadian 3 tahun yang lalu, tapi ternyata hanya tipu muslihat mereka saja. semenjak itu Nana juga tidak mempercayai seorang teman lagi sebelum melewati beberapa tes dari Nana


" Lili hati-hati... " teriak Nana


Lili berkelahi dengan mereka dan mengalahkan dua orang lelaki cabul itu dan segeralah menyerang dua orang lelaki cabul yang ingin menangkap Nana. Lili berkelahi dengan sangat sungguh-sungguh sampai terengah-engah kecapean. akhirnya mampu mengalahkan empat orang lelaki cabul tersebut


" huh... bagus... aku suka gaya mu, kamu bahkan bisa mengalahkan empat orang ku, keluarlah... " kata ketua dari pria-pria cabul itu


setalah Lili mengalahkan empat orang lelaki cabul tersebut, keluar lah segerombolan orang-orang cabul tersebut. bahkan 5 kali lipat lebih banyak dari yang tadi, Lili terkejut melihat nya karna terlalu banyak


" gawat, kalau 5-8 lagi aku masih sanggup melawan mereka, tapi sekarang mereka sebanyak 20 orang. aku tidak sanggup menahan mereka, Nana aku akan berusaha melindungi kamu. karna itulah janji ku ke pada mu " kata Lili dalam hatinya sambil menelan ludah


" sekarang... apa kamu sanggup melawan mereka sebanyak ini " tanya ketua para lelaki cabul itu


" huh... siapa takut, kita belum tau siapa yang akan menang atau kalah sebelum bertarung " kata Lili


" Lili... sebaik nya kamu pergi saya, yang mereka inginkan hanya aku tidak termasuk kamu. kamu masih bisa pergi selagi sempat, tenang saja aku tidak akan apa-apa " teriak Nana


" Nana. percaya lah kepada ku, jangan pernah meremehkan seorang wanita yang sedang marah " kata Lili sambil melihat ke arah Nana


" ( aku tidak mungkin diam saja di sini. aku harus segera membantu Lili, kalau tidak Lili akan celaka. aku tidak mau hal yang sama terulang dua kali, aku sudah cukup meyakinkan diri ku. Sekarang aku percaya padamu Lili ) Lili.... " teriak Nana histeris


para lelaki cabul itu menyerang Lili pada saat bersamaan, ada yang memakai tongkat, ada juga yang memakai pisau dan senjata lainnya. Nana tidak diam saja, Nana berlari ke arah Lili dan melindungi nya

__ADS_1


__ADS_2