
sementara di dalam ruangan, tuan muda Hans mencemaskan kakak ipar nya, yang tidak masuk ke dalam ruang
" (kemana sih kakak ipar, sudah setengah jam dia gak masuk-masuk ke kelas, padahal kan ini hari pertama nya, apa jangan-jangan dia... tidak... tidak mungkin, tapi kalau benar bagaimana, wwuwuhhuhuhuh aku bisa di bunuh oleh Abang ku, aku harus segera mencarinya, sebentar lagi Abang akan datang kesini dan ingin menjenguk kakak ipar, ya... aku harus mencarinya, aku gak boleh duduk diam saja, aku harus cariin dia ) " dalam hati tuan muda Zhen
tuan muda Zhen berdiri ingin keluar ruangan dan ingin mencari kakak iparnya, tapi ketika dia ingin keluar di pintu dia bertemu dengan Abang nya
" A.... ab... Abang, aku... " kata tuan muda Zhen dengan suara gagap
" kamu mau kemana " tanya tuan muda Hans
" aku... aku mau ke toilet sebentar " jawab tuan muda Zhen dengan rasa takut
" oh... kamu tidak menyambut kedatangan ku ? malah kamu ingin pergi ke toilet ketika aku tiba di sini " tanya tuan muda Hans
" bu... bukan. bukan begitu.. aku... aku hanya... " jawab tuan muda Zhen
taun muda Zhen tidak bisa berkata apa-apa, dan dia kembali duduk ke tempat duduk nya, dan tuan muda Hans masuk kedalam ruangan. dan di sambut oleh para-para gadis, dan juga dosen Zaki, dosen Zaki tidak marah-marah lagi karna tuan muda Hans datang
" tuan muda Hans, tuan muda Zhen sangat berbakat, dia belajar dengan sangat serius seperti yang anda lihat sekarang... " kata dosen Zaki
" hmm... " tuan muda Hans
" ( aku harus mencari muka di depan tuan muda Hans, siapa tau aku akan naik pangkat jika memuji nya ) apa yang bisa saya bantu tuan muda Hans,,, " tanya dosen Zaki
" kalau saya tidak salah, hari ini ada maha siswa pindahan yang baru masuk, siapa-siapa saja... " tanya tuan muda Hans
" ( errrrrrrrtttt,,,, tuan muda ini tidak seperti biasa nya, dia tidak pernah peduli dengan situasi di kelas, tapi kali ini... dan asal aku mencari muka aku pasti tidak akan di keluarkan ) hari ini ada dua maha siswa baru tuan muda Hans, diantara yaitu tuan muda Zhen... " jawab dosen Zaki
belum sempat dosen Zaki menyelesaikan perkataannya, tuan muda Hans langsung memotong perkataan dosen Zaki
" siapa yang satu nya lagi " tanya tuan muda Hans
" itu Kirana tuan muda Hans, saya tidak tau kenapa dia tidak masuk, dan saya juga tidak tau dia kemana, tadi dia melakukan kesalahan dan saya menghukum nya berdiri di lapangan " jawab dosen Zaki
tuan muda Hans melihat ke arah tuan muda Zhen dengan marah, tuan muda Zhen menelan ludah dan melihat ke luar jendela
__ADS_1
" ( mampus aku,,, kemana sih dia tidak kembali,,, aku merasa Abang ku sangat marah sekarang ) " dalam hati tuan muda Zhen
tiba-tiba handphone tuan muda Zhen berbunyi, dan tuan muda Zhen mengambil handphone nya dan melihat bahwa hanya sebuah pesan dari Nana, tuan muda Zhen langsung membuka pesan nya, tuan muda Zhen pun melihat isi pesan, dan membacanya
" ( apa ? kakak ipar balik ke asrama nya, bagaimana aku mengatakan nya kepada mereka, aku kan sudah berjanji kepada kakak ipar bahwa selama di universitas kami tidak saling mengenal satu sama lain... kalau aku juga gak bilang bisa mampus aku, kakak ipar kamu sungguh membuat ku dalam masalah, ah.... aku punya ide ) dosen Zaki, apakah gadis yang anda maksud yang duduk di depan saya " tanya tuan muda Zhen
" iya... tuan muda Zhen, namanya Kirana " jawab dosen Zaki
" oh... kebetulan tadi ketika saya ingin masuk ke ruangan, saya melihat dia sedang menuju ke asrama wanita, mungkin dia sudah kembali ke asrama nya untuk beristirahat karna kecapean berdiri di lapangan " kata tuan muda Zhen
para maha siswi lain nya pada berbisik-bisik tentang hal tersebut. kenapa tuan muda Hans menanyakan tentang Nana
" seperti yang anda dengarkan tuan muda Hans, tuan muda Zhen melihat gadis tersebut menuju ke asrama nya, mungkin dia sedikit merasa pusing setelah hukuman tadi siang " kata dosen Zaki
tuan muda Hans yang mendengar bahwa Nana di hukum menjadi marah. suasana di dalam ruangan berubah seketika, dan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut bahkan hening tidak ada seorang pun yang berani berbicara lagi
" ( ada apa ini kenapa aku merasa tuan muda Hans menjadi marah, ada salah apa sehingga tuan muda Hans marah, aku jadi takut sampai bulu kuduk ku berdiri semua ) " dalam hati dosen Zaki
" ( kenapa aku merasa suasana nya berubah ya, aku merasa dingin sampai-sampai bulu kuduk ku berdiri semua ) " dalam hati Susan
Santi merasa takut karna telah membuat Nana di hukum, jika dia tau bahwa ada orang hebat di belakang Nana. maka dia tidak akan pernah mengusik Nana
" diam lah " kata Susan
" ( kakak ipar di hukum tadi siang, tapi kenapa aku sama sekali tidak mengetahui nya, aku harus menanyakan nya kepada kakak ipar langsung, ini salah ku yang tertidur tadi gara-gara aku tidak tidur semalam. tapi kenapa dia di hukum ? bisa gawat ini, seperti nya Abang ku mulai marah ) " dalam hati tuan muda Zhen
" hmm... baik lah, saya ada urusan penting lain, Zhen nanti setelah pelajaran selesai kamu temui saya di tempat biasa " kata tuan muda Hans
" i... iya... baik... " kata tuan muda Zhen dengan gugup
tuan muda Hans berbalik dan pergi dari sana, walaupun tuan muda Hans di kategori dalam pria terkejam yang tak ada belas kasihan. tapi dia juga mempunyai banyak fans tidak kalah dari tuan muda Zhen
kkyyyyaaaaaaaa kyyaaaaaaa kyyaaaaaaa
tuan muda Hans jangan pergi, aku ingin berfoto dengan anda... kyyyaaaa kyyyaaaaa kyyyaaaaa aku ingin menjadi pacarmu... kyaaaa kyaaa kyaaaa
__ADS_1
suara teriakan para gadis-gadis yang mengagumi tuan muda Hans
setelah tuan muda Hans keluar, tidak lama kemudian tuan muda Zhen juga keluar dari ruangan
*****
ASRAMA PEREMPUAN
Nana yang sedang tidur, mendapatkan panggilan dari nomor tidak terkenal. dia menolak nya karna dia sedang tidur, namun ponsel nya selalu berbunyi bahkan Nana sudah menolaknya sebanyak sepuluh kali, tapi ponsel nya masih tetap berbunyi, akhir nya Nana mengangkat telponnya karna tidak ada pilihan lain
" maaf ini dengan siapa dimana, ada perlu apa ya. jika tidak ada yang perlu di katakan aku akan tutup telpon nya aku ingin melanjutkan tidur siang ku... wuuaammm " tanya Nana
Nana mengangkat telpon nya dalam keadaan setengah sadar
" oh... nona Nana berani menolak telpon dari saya sebanyak sepuluh kali berturut-turut " jawab tuan muda Hans
Nana terkejut mendengar suara tersebut, hampir saja ponsel nya jatuh, tapi tidak jadi karna ponsel mahal, dia tidak dapat membelinya lagi. ternyata yang menelpon Nana adalah tuan muda Hans
" kamu... aku akan matikan telpon nya " kata Nana
" berani matikan, akan ku tambah kan hutang mu... " kata tuan muda Hans
Nana tidak jadi memutuskan panggilan nya, tapi Nana malah marah kepada tuan muda Hans
" hey... emang apa hak mu menambahkan hutang ku, aku hanya mempunyai hutang dengan kamu hanya dua puluh juta tidak lebih " kata Nana
" nona Nana, kuharap anda tidak lupa dengan kontrak yang telah anda tanda tangani, selama kamu menjadi tunangan saya, kamu tidak boleh menolak telpon dari saya, jika anda menolaknya anda harus membayar senilai satu juta setiap satu kali tolakan nya, dan nona Nana telah menolak telpon dari saya sebanyak sepuluh kali. untuk kali ini, saya akan memaafkan nya. tapi untuk ke depannya tidak ada kata maaf lagi " kata tuan muda Hans
" tunggu... tunggu.... tunangan ? aku belum pernah menjadi pendamping siapa pun, bagaimana kamu mengatakan aku ini tunangan mu... bahkan kenal saja saya tidak dengan kamu, apa lagi jadi tunangan kamu, jangan bercanda deh... gak lucu... " kata Nana
" nona Nana, jangan bilang anda tidak membaca isi dari kontrak tersebut, di kontrak tertulis, bahwa nona Kirana bersedia menjadi tunangan saya selama empat tahun, dengan begitu semua hutang di anggap lunas, dan jika membatalkan kontrak, nona Kirana harus membayar senilai dua miliar, dan besok saya akan menyuruh pengawal ku untuk menjemput kamu, kita akan pergi berkencan terlebih dahulu sebelum menikah. baiklah apa yang ingin aku katakan sudah aku katakan. aku akan tutup telpon nya " kata tuan muda Hans
Tut... Tut.... Tut....
tuan muda Hans menutup telponnya. dan segera melanjutkan perjalanan nya, Nana yang mendengar perkataan tuan muda Hans jadi cemas
__ADS_1
" apa.... wwuwuhhuhuhuh kenapa kamu menandatangani surat kontrak nya tanpa membacanya terlebih dahulu Nana, kamu sungguh bodoh, sangat bodoh, hutang sebanyak dua puluh juta dapat membuatmu bersama dengan pria itu selama empat tahun, bagaimana ini, aku ini tunangan nya Abang nya Zhen, mana mungkin aku menjadi tunangan dua orang dalam waktu bersamaan. apakah karna aku terlalu cantik sampai-sampai orang yang melihat ku ingin menjadi kan ku pendamping hidup nya ( kata Nana sambil memuji dirinya sendiri )
tidak... tidak ini bukan waktu nya untuk bersenang-senang. aku harus menghubungi Zhen, dan aku harus ngomong apa dengan Zhen, aku tidak mungkin menduakan Abang nya Zhen, walaupun pria tadi lebih ganteng dari pada Abang nya yang di ceritakan oleh Zhen, aku harus beritahukan ini kepada Zhen... ya harus... aku harus mengatakan nya pada Zhen, siapa dia dapat membantu ku, aku harus segera menemui nya " kata Nana pada diri sendiri