PACAR KU BOSS

PACAR KU BOSS
DI BODOHI


__ADS_3

Hans menatapku dengan wajah kosongnya itu dan tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan ke arahku, aku mundur perlahan-lahan dengan menatap matanya yang lembut itu entah bagaimana aku menjelaskannya betapa lembut tatapannya namun tersirat niat lainnya di matanya itu. Hans yang mulai dekat denganku, aku menghentikannya dengan tidak sengaja gerak reflek yang biasanya terjadi dengan memegang dadanya


yang kekar itu. Namun siapa sangaka dia malah tersenyum dan memdekatkan wajahnya ke arahku, tidak sadar aku segera memejamkan mataku entah apa yang aku pikirkan dan harapkan ketika itu. Dengan mata terpejam dia petlahan-lahan mendekatkan wajahnya, aku waktu itu berpikir kalau dia akan menciumku tapi kenyataannya dia membisikkan kepadaku.


“ Apa tadi belum cukup pegang-pegangnya “ ucap hans dengan berbisik di telingaku sambil tersenyum karna melihat aku yang memejamkanmataku dan berpikir kalau dia akan menciumku, itu pertama kalinya aku melihat dia tersenyum kepadaku selama ini mengenalnya, aku segera mendorongnya jauh dariku. Dengan sedikit malu aku


memalingkan wajahku dan mengelak perkataannya itu


“ siapa juga yang ingin pegang-pegang “ jawabku dengan sombong dan hendak berjalan meninggalkan hans, namun dia memegang tanganku lalu menarikku sehingga aku berputar dan jatuh kedalam pelukannya. Ketika itu dalam hatiku merasa aku seperti sedang memerankan sebuah peran seperti pemeran utama wanita di drakor.


“ hey, kita bukan lagi memerankan drakor yang romantis-romantis itu ” ucapku dengan menatap hans sambil ingin membebaskan diri darinya, namun dia masih saja mendekatkan wajahnya ke arahku serta berkata.


 “ bagaimana kalau kita membuatnya seperti sedang memerankannya “ ucap hans dengan menatapku dengan mendekatkan perlahan-lahan wajahnya. Aku sudah tertipu sekali dan tidak akan tertipu untuk kedua kalinya dengan cara yang sama itu, aku bahkan tidak lagi memejamkan mataku karna aku berpikir kalau dia tidak akan menciumku, namun siapa sangka kali ini dia benar-benar menciumku. Dia segera mencium bibirku dan seketika aku terkejut karna yang tadinya dia tidak akan mencium jadi menciumku. Dia memulai permainannya dengan menghisab bibirku dan perlahan-lahan memasukkan lidahnya kedalam mulutku, entah kapan dia memasukkannya tiba-tiba tangannya sudahpun berada dalam bajuku dan mulai mendekati buah dadaku. Aku terkejut ketika dia meremas buah dadaku dari luar braku, dan tidak sengaja menggigit lidahnya karna terkejut. Dia langsung menarik tangannya dan berhenti menciumku, hans langsung memalingkan wajahnya dan sepertinya lidahnya mengeluarkan darah, hans langsung masuk kedalam toilet dan berkumur-kumur. Aku merasa bersalah dan hendak ingin meminta maaf kepadanya, namun itu bukan sepenuhnya salahku siapa suruh tiba-tiba menciumku dan meremas buah dadaku, akhirnya aku tidak meminta maaf pada hans dan menganggap seolah-olah kejadian itu tidak pernah terjadi.


Aku duduk di sofa menunggu hans keluar dari toilet, tiba-tiba lili datang SAMBIL membawakan bubur di tangannya. Aku keingat dengan tadi malam dia keluar juga ingin membeli bubur dan tidak kembali-kembali dan dia baru kembali pagi hari sehingga aku berkata kepada lili


“ lili, apa buburnya berasal dari luar negeri? “ ucapku dengan menatap lili dengan sedikit marah, lili berjalan mendekat kepadaku sambiltersenyum lalu duduk disebelahku.

__ADS_1


“ aku sih belinya di seberang jalan, tapi ketika aku masuk dan melihat seseorang sedang bermesraan, jadi aku pergi lagi dan harus menghabiskan buburnya sendiri dan sampai-sampai aku hampir tidak bisa bangun tadi pagi ” ucap lili dengan memalingkan wajahnya kearah lain dan seperti sedang mencari seseorang. Aku merasa malu dengan lili yang melihat apa yag terjadi tadi malam, sepertinya hans menemani aku tidur dan tudur di sebelahku tadi malam.


“ lili, aku... “ aku hendak ingin meminta maaf kepada lili namun lili segera menghentikan aku dan


bertanya


“ sstt udah, ngomong-ngomong mana presdir hans, dia sudah tidak di sinikan “ tanya lili


dengan mata mencari-cari ke seluruh ruangan.


“ kenapa emangnya “ tanyaku penasan dengan sikapnya lili yang bersembunyi-sembunyi dari hans seolah-olah  ingin menceritakan sesuatu megenai hans, dia langsung mendekat kepadaku dan berkata


" nana kenapa, kenapa kamu diam? " tanya lili penasaran kepadaku, aku hanya bisa diam  Dan tidak bisa mengatakan apapun lagi. Ketika aku hendak membuka mulutku ingin mengatakan dan menceritakan kepada lili tiba-tiba hans keluar dari toilet dan segera berdiri di belakangnya lili.


“ Apapun hubungan kami tidak ada hubungannya denganmu “  jawab  hans dengan menatap lili dengan tatapan tidak suka, aku menatap hans dan berpikir apakah dia tidak ingin lili tau tentang kontrak yang telah kami sepakati 1 tahun yang lalu, atau karna persyaratan yang aku berikan padanya waktu itu.


Setelah mengatakan itu hans langsung pergidari ruangan, setelah itu lili tidak menanyakan lagi apa hubunganku dengan hans. Aku mengambil bubur yang di bawakan oleh lili dan langsung memakannya, aku merasa tidak dengan lili dan akhirnya aku berkata kepada lili

__ADS_1


“ lili, aku akan menceritakannya nanti kepadamu setelah semuanya berakhir ” ucapku dengan memepuk bahunya lili, aku berkata demikian agar lili tidak khawatir padaku, dan aku juga ingin membuat  dia tidak memikirkan  masalahku. Masalahku biar aku sendiri yang menanggungnya dan tidak ingin orang lain yang akan menanggung atas kesalahanku.


" nana, janji ya. kamu akan menceritakan semuanya " ucap lili dengan menunjukkan jari kelingkingnya, aku menatap Lili dan seketika tersenyum dengan Lili yang kekanak-kanakan itu. akupun menjanjikan kepada lili bahwa aku akan cerita kepadanya suatu hari nanti ketika semuanya sudah selesai. kamipun tertawa bahagia bersama sambil memakan bubur yang telah di bawakan oleh lili. setelah berbincang-bincang tentang kejadian semalam dan akhirnya aku teringat akan Liana yang tidak kunjung datang menjengukku ataupun Zhen.


" Lili, akhir-akhir ini liana kemana ya. kok gak kelihatan? " tanyaku kepada lili dengan melihat ke arah lili dengan menatap matanya.


" aku mengirim pesan padanya dan mengatakan bahwa kamu masuk kerumah sakit " ucap lili dengan menghela nafasnya seakan-akan sesuatu yang buruk terjadi kepada liana dan membuat orang penasaran


" terus apa katanya " tanyaku penasaran dengan jawabannya liana


" dia bilang penyakit orang tuanya kambuh dan dia tidak bisa menjengukmu, dan dia sepertinya tidak akan kembali dalam waktu dekat " jawab lili dengan perasaan yang sedih karna liana tidak bisa kembali dalam bulan ini, aku memeluk lili dengan berkata


" tidak apa-apa, kita doakan saja yang terbaik buat orang tuanya liana semoga cepat sembuh " ucapku dengan mengelus lembut kepalanya lili, lili juga membalas pelukanku.


DI TEMPAT LIANA


liana sedang dalam hukuman karna tidak mematuhi arahan. liana menerima 10 kali cambukan yang berat setiap harinya selama dalam 2 minggu, ketika itu waktu hans tiba di tempat kejadian liana hampir saja tidak bisa meloloskan diri lalu melocat ke jurang, ketika liana terjatuh ke jurang liana terjatuh di atas tumpukan dedaunan dan tidak cedera berat hanya tulang tangannya sedikit retak, ketika itu liana sempat sadar dan pergi menjauh dari tempat jatuhnya itu karna dia tau kalau hans tidak akan melepaskan siapapun yang telah menyakiti keluarganya kecuali orang tersebut mati, walaupun mati hans juga harus melihat jasadnya baru puas. dan dugaan liana tidak seikitpun salah,karna ketika dia berlari sempat bertemu dengan orang-orangnya hans namun berhasil lolos karna di selamatkan oleh kenzo.

__ADS_1


liana sedang dalam hukuman dan tidak bisa kemana-mana selama dalam masa hukuman, karna kejadian ini liana semakin benci dan bertambah benci kepada lili dan nana. liana akan membalas semua apa yang telah lili dan nana lakukan padanya.


" aku akan membunuh kalian berdua suatu saat nanti, terutama kau lili " liana menaruh dendam yang sangat dalam jauh di dalam lubuk hatinya.


__ADS_2