
akhirnya Nana mengikuti Lili dan Liana ke kampus bersama, karna Nana terburu-buru dia lupa membawa ponsel nya
" Nana apa kamu tau ? " tanya Lili
" mana aku tau kalau kamu gak bilang " Jawab Nana sambil tersenyum
" kamu gak tau ? " tanya Liana
" nggak " jawab Nana
" ah... gini aja, kamu kan gak suka gosip kan ? jadi aku ngomong nya singkat aja, sebenarnya hari ini kita akan kedatangan dosen baru. katanya nih ya, dia masih muda ganteng pula " kata Lili
" oh... " jawab Nana singkat
" kamu gak terkejut ? " tanya Liana
" nggak juga " kata Nana
" terus ? " tanya Lili
Nana terdiam sejenak dan berpikir sambil memegang dagu nya
" Nana kamu kenapa ? " tanya Liana
" ah... benarkah ? kita kedatangan dosen baru. berarti dosen Zaki udah gak masuk lagi dong " kata Nana
Lili dan Liana terdiam, tiba-tiba Lili dan Liana tertawa terbahak bahak karna ekspresi wajah nya Nana yang begitu lucu dan lambat loading
" eh... kenapa ? ada apa di wajah ku emang ? " tanya Nana penasaran
" tidak... tidak apa-apa kok " jawab Lili
" iya, benar gak ada apa-apa kok " jawab Liana
Nana penasaran kenapa mereka tertawa, padahal tidak ada yang lucu
" Yaudah kalau kalian nggak mau bilang, aku jalan duluan " kata Nana
__ADS_1
Nana berjalan cepat dan meninggalkan Lili dan Liana di belakang, tapi mereka berdua masih menertawakan Nana. Nana yang sedang menuju ke kampus tiba-tiba melihat begitu banyak orang sedang berkumpul, Lili dan Liana yang sedang menyusul Nana dari belakang. akhirnya mereka berhasil menyusul Nana
" Nana. ada apa ? kenapa kamu berhenti " tanya Liana
" iya, kamu jalan nya terlalu cepat... kami kecapean mengejar kamu dari belakang. tiba-tiba kamu berhenti, emangnya ada apa sehingga berhenti mendadak ? " tanya Lili
Nana terdiam, dan terus memperhatikan kondisi di depan sana. Nana tidak menjawab pertanyaan Lili dan Liana sepatah kata pun
" Nana " panggil Lili
" ...... " Nana
Liana melihat Nana sedang melihat ke depan, Liana melihat ke depan. ternya begitu banyak orang yang berkumpul di sana, dan juga ada tim pembantu yang sedang mengevaluasi tempat itu
" eh... kenapa ini rame-rame " tanya Liana kepada salah satu orang di sana
" iya, kenapa ini banyak banget orang nya ? apakah ada sesuatu di sana, misalnya harta Karun atau semacamnya gitu " tanya Lili
Nana tidak mengatakan apapun. dia hanya terdiam dan melihat saja
" apa kalian tidak melihat ? ada orang mati di dalam semak-semak, salah satu siswi melihat nya. dan segera melaporkan kan kepada kepala sekolah, katanya orang itu sudah mati satu minggu yang lalu dan sudah membusuk. katanya lagi orang itu mati karna di tusuk tepat di perut nya dan keracunan. dan katanya lagi mereka sedang mencari orang yang telah membunuhnya, dan kata nya lagi mereka sudah mendapatkan petunjuk. katanya orang yang membunuh nya telah ditemukan. dan katanya lagi yang paling parah, orang yang membunuh nya telah bunuh diri dua hari yang lalu. dan kata nya lagi... " jawab salah satu siswi yang sedang melihat kejadian itu dari tadi
" diam... aku tidak sanggup mendengar kata nya lagi dan katanya lagi... huh... huh... " teriak Lili
siswi yang menceritakan hal tersebut terkejut mendengar perkataan Lili. Liana yang melihatnya merasa kasihan kepada siswi tersebut akhirnya Liana menenangkan Lili. Nana Hanya berdiri saja dan melihat nya
" eh Lili... tenang, nona terima kasih atas informasinya " kata Liana
" sama-sama " jawab siswi itu
Nana yang melihat nya tidak tahan lagi. akhirnya Nana mendekat dan melihat secara langsung tanpa memakai masker
" eh Nana... tunggu kami, kami juga ingin melihat nya ? tunggu aku... " kata Lili
" Lili, Nana. tunggu aku... " panggil Liana
Nana pergi dan Lili mengikuti Nana, Liana tinggal berdua dengan mahasiswi itu, namun Liana juga ingin mengikuti Nana dan Lili, akhirnya Liana juga ikut di belakang dan meninggalkan maha siswi tersebut sendiri
__ADS_1
" dasar cewek-cewek yang gak tau sopan santun, setelah menanya kan informasi yang begitu penting tidak membayar nya sedikit pun, aku juga belum sempat mengatakan bahwa orang yang mati tersebut ialah seorang penjahat terbesar, dan yang berada di belakang nya adalah salah satu orang dari maha siswa di sini. haih... itu juga tidak ada urusan nya dengan ku. asalkan aku tidak membuat masalah dengan maha siswa tersebut maka aku akan tetap aman " kata maha siswi tersebut
" Nana. apa kamu baik-baik saja ? " tanya Lili
" ya. aku baik-baik saja " jawab Nana
" terus kenapa kamu terlihat cemas, apakah orang yang mati itu adalah pacar kamu ? " tanya Lili
" bukan " jawab Nana
" terus kenapa kamu sangat terlihat cemas, apakah dia paman mu, saudara kamu, atau mantan kamu. kalau iya memang mantan kamu, seharus nya kamu senang, karna mantan kamu sudah mati " kata Lili
" iya, aku senang jika mantan ku mati, tapi dia bukan mantan ku, dan juga bukan saudara ku. sebaik nya segera masuk, atau kita akan terlambat untuk bertemu dengan dosen baru itu " kata Nana
" ah iya. aku hampir lupa, ayo ayo... " jawab Lili
" ( aku tidak mau menceritakan yang sesungguhnya kepada mu Lili, aku takut kamu tidak akan mau berteman dengan ku lagi. aku selalu berteman dengan orang-orang yang salah, tapi untuk kali ini aku tidak salah memilih teman. dan untuk pria itu, aku yang menusuk nya di toilet, dan aku juga tidak memindah kan nya ke dalam semak-semak, siapa yang telah memindahkan nya. dan lagi pembunuh nya juga sudah bunuh diri, sebenarnya apa yang sedang terjadi ? dan siapa yang berada di belakang semua ini ? ) " dalam hati nya Nana
akhirnya Nana dan Lili pergi dari tempat itu, Liana yang baru sampai di tinggal kan untuk kedua kali nya
" hey... hey kalian berdua, tunggu aku aku sangat capek mengejar kalian. tapi... tapi kalian tidak menunggu ku " kata Liana dengan nafas terengah-engah
Lili berbalik dan melihat Liana yang kecapean mengejar dia dan Nana
" hey... kami juga gak lari, kamu kalau mau menyusul kesini cepat kalau tidak... " kata Lili
Nana tiba-tiba berhenti, Lili yang sedang melihat ke belakang menabrak Nana karna Lili tidak melihat Nana berhenti, karna Lili terlalu banyak sibuk melihat ke belakang
" aduh kepala ku... Nana kenapa kamu tiba-tiba berhenti ? " tanya Lili
" aduh... punggung ku. kenapa kamu menabrak ku Lili, punggung ku rasanya ingin patah " kata Nana
" benarkah ? kurasa punggung mu sangat keras seperti punggung seorang lelaki saja " kata Lili sambil menggosok-gosok hidung nya
" oh ya? tapi punggung terasa ingin patah " kata Nana bersikap semanis-manis mungkin
" ah sudah lah " kata Lili
__ADS_1
akhirnya Liana berhasil menyusul Nana dan Lili, dengan nafas terengah-engah