
Nana kebingungan dengan kelakuan Kenzo, namun Nana tetap mengikutinya karena penasaran apa yang terjadi, tapi dia tidak suka jika terlalu memaksa. Nana menghempaskan tangannya sehingga Kenzo seketika terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Nana, Kenzo menatap Nana dengan rasa sedikit gelisah. Nana sambil menunduk kepalanya bertanya
" kenapa? ada apa tiba-tiba kamu menarik ku? " tanya Nana dengan mengangkat kepalanya
" ayo kita kembali, kamu pasti kecapeankan " jawab Kenzo dengan mengajak Nana segera kembali ke asrama
" tapikan " Nana merasa tidak enak karna belum menghabiskan makanannya
" gak apa-apa. aku akan mentraktir kamu lain kali ya, sekarang kita segera kembali aja gimana? " ajak Kenzo dengan menatap Nana dengan lembut
aku penasaran kenapa Kenzo tiba-tiba terlihat panik dan segera mengajakku kembali. aku juga penasaran akhir-akhir kenapa semua orang banyak sekali kerjaan tidak seperti biasanya. dimulai dari Lili dan Liana sahabatku sendiri, beberapa hari ini aku bahkan tidak pernah melihatnya bahkan sehelai rambut pun. Zhen juga tidak kelihatan semenjak hari itu, kakak Khen juga begitu dan sekarang Kenzo sangat panik. apa ada sesuatu yang aku lewatkan
akhirnya aku pulang dengan di antara oleh Kenzo, setelah sampai di asrama aku segera masuk kedalam sedangkan Kenzo terlihat sangat terburu-buru ingin pergi ke suatu tempat. aku yang sangat penasaran segera mengikuti Kenzo secara diam-diam dengan kemampuanku sendiri
sedangkan di tempat lain berlokasi di atas bukit tinggi dengan jalan berlika-liku penuh dengan tingkungan dan jurang yang dalam sedang terjadi sesuatu yaitu untuk menangkap orang yang mencuri pedang pusaka milik keluarga Susan
perkelahian pun terjadi di antara orang yang ingin mengambil kembali pedang tersebut dan yang ingin membawa pedang pusaka tersebut untuk di lelang ilegal di atas kapal yang hanya bisa di hadiri oleh orang-orang ternama, orang yang membawa yaitu salah satunya adalah Liana sedang menggunakan kesempatan ini untuk membalaskan dendamnya kepada Lili, Lili merupakan salah satu orang yang ingin mengambil kembali pedang tersebut
Lili dengan membawakan pistol di kedua tangannya dan baju khusus yang di pakai oleh agen rahasia, mengajar salah satu pencuri tersebut yang membawa pedang tersebut bersama dengannya hingga ke ujung jurang, pencuri tersebut berhenti karna jurang di hadapannya dan tidak bisa kemana-mana. pencuri tersebut seketika terdiam
" kembalikan pedangnya " kata Lili dengan tegasnya
" gawat, Lili pula yang mengejarku. apa aku akan ketahuan, jika aku bersuara dia pasti akan mengenalku " dalam hatinya Liana dengan membelakangi Lili
Liana berbalik dan berhadapan dengan Lili seketika Lili terdiam dan menatap terus Liana. Liana berkeringat dingin melihat Lili yang menatapnya
__ADS_1
" kamu! siapa kamu. kenapa aku merasakan rasa familiar denganmu " ujar Lili ketika berhadapan dengan Liana
" apa dia tidak mengenaliku. tunggu... " dalam hatinya Liana dengan memegang wajahnya
Lili tidak mengenal Liana karna tertutup oleh masker dan memakai pakaian yang serba hitam. Liana bersyukur karena Lili tidak mengenalinya, Lili tetap menyodorkan kedua pistolnya ke arah Liana
sedangkan aku yang sedang mengikuti Kenzo dari belakang tiba-tiba kehilangan jejak, aku sangat kesal dan ingin kembali ke asrama, ketika ingin kembali ponselku akhirnya terisi penuh baterai karna aku mengecas menggunakan powerbank, aku segera mengambil ponselku dan menghidupkan kembali. aku melihat begitu banyak panggilan dan pesan dari Hans
aku membaca pesannya Hans dan secara bersamaan aku menemukan lokasi Lili di ponselku yang tidak terlalu jauh dari tempat aku berada, aku segera menyuruh taxi untuk segera berbalik dan datang ketempat Lili
ketika aku tiba aku melihat Lili sedang menyodorkan pistol ke arah orang yang memakai masker dan baju serba hitam, aku melihat kesamping sebelah kananku ada yang sedang membidik Lili dari kejauhan. aku terkejut dengan otomatis aku berlari ke arah Lili yang ingin di tembak oleh pembidik tersebut, aku berlari dengan sangat cepat sambil berteriak
" Lili awasssssss " teriak ku dengan sangat keras
Lili berpikir aku sudah tiada, Lili menangis tersedu-sedu sambil memelukku
" Nana, tidak... Nana bangun... " teriak Lili sambil memelukku dengan sangat erat
aku membuka mataku dan memegang wajahnya Lili dengan tangan kananku dengan berkata
" Lili " panggilku kepada Lili dengan sangat lembut
" iya Nana " jawab Lili dengan lembut dengan air mata yang berlinang
" lepaskan pelukanmu, payudaramu menekan tangan kiriku. aku tidak sanggup menahannya " teriak aku dengan sangat keras kepada Lili
__ADS_1
Lili segera melepaskan pelukannya, aku terjatuh ketanah dan kepalaku terbentur
" ah maaf... " ungkap Lili dengan sangat panik
" aduh, kepalaku " ujar ku sambil bangun dan duduk memegang kepala dengan tangan kananku dan membelakangi Liana yang memakai masker dan baju yang serba hitam
" maaf " ujar Lili sambil menundukkan kepalanya dengan ada rasa sedikit bersalah kepadaku
" sudahlah. gak apa-apa " jawab ku pasrah dengan sedikit menghembuskan nafas lega sambil menahan rasa sakit menahan peluru yang berada di dalam lengan tangan kiriku
Liana yang melihat kami begitu saling perhatian menarik pedang dari sarungnya ingin menusukku dari belakang hingga tembus ke dada Lili yang berada dekat di depanku. Lili yang baru mengangkat kepalanya melihat Liana yang ingin menusukku segera melindungiku
" Nana awasssssss " teriak Lili kepanikan melihat Liana yang mendekat ingin menusukku dari belakang sambil berdiri di belakangku menggantikanku menerima tusukan dengan merentangkan kedua tangannya
" tidakkkkk " teriakku menghentikan Lili denganku pejamkan kedua mataku
aku merasa sangat tidak berguna, bahkan aku tidak bisa melindungi Lili sahabatku sendiri, aku menggeleng-gelengkan kepalaku karna tidak bisa menerima kenyataan ini. aku berbalik sambil membuka mataku perlahan-lahan melihat ke arah Lili
aku melihat Lili yang berdiri tidak bergerak sedikitpun hanya terlihat gemetaran sekujur tubuhnya, aku langsung melihat Lili yang tidak terluka sedikitpun
" Lili kamu baik-baik saja? " tanyaku mengecek keadaan Lili
dia terlihat terkejut melihat ke depan namun bukan karnaku, aku langsung berbalik melihat kedepan yang ternyata Zhen tertusuk di bagian perutnya tembus ke belakang menghadang pedangnya demi menyelamatkan kami berdua
aku melihat Lili meneteskan air matanya, aku secara refleks langsung berlari ke arah Zhen. Liana nampak terkejut melihat Zhen yang di tusuknya lalu Liana langsung menarik pedangnya dan mundur beberapa langkah ke belakang. Zhen terjatuh berlutut di dengan memegang bagian perutnya yang tertusuk pedang, aku segera mendekap tubuhnya Zhen dengan menahan sakit diriku sendiri
__ADS_1