PACAR KU BOSS

PACAR KU BOSS
RUMAH SAKIT


__ADS_3

SATU JAM SEBELUM KEJADIAN


ketika Nana menemukan lokasi Lili dan hendak ingin pergi menyusul Lili dia mendapatkan telpon dari Zhen dan memberi tahukan dimana dia berada dan kemana dia ingin pergi, siapa sangka Zhen akan mengejar Nana dari belakang dan sampai di tempat Nana ketika Liana ingin menusuk Nana


setelah Zhen tertusuk dengan pedang, Liana masih saja belum melepaskan aku dan Lili. Liana mengangkat tinggi pedang nya hendak ingin menebas ke arah aku dan Lili. tiba-tiba suara tembakan dari samping terdengar sangat nyaring dan terkena pas di tangannya Liana sehingga pedangnya terjatuh


aku tidak memperdulikannya aku tetap memegang Zhen bagian yang tertusuk oleh pedang menghentikan perdarahannya agar tidak terlalu banyak yang keluar, tiba-tiba orang yang berpakaian hitam mendekat dan segera mengambil Zhen dari pelukanku.


aku melihatnya di bawa pergi oleh orang yang berpakaian hitam merasa sedikit gelisah, namun di dalam kerumunan orang berbaju hitam tersebut aku merasakan ada kehadiran Hans disana. aku merasa sedikit lega karna Hans datang pada waktu yang sangat tepat. Liana yang masih berada di belakangku tiba-tiba di kerumuni oleh orang-orangnya Hans, Liana berbalik dan lari melompat ke dalam jurang.


siapa sangka ternyata di bawah telah di siapkan bantal gelembung udara yang sangat besar yang akan melindungi Liana agar tidak sakit ketika terjatuh.


lenganku masih mengeluarkan darah namun tidak terlalu banyak karna tertahan dengan tangan kananku, tiba-tiba seseorang datang dari belakangku dan langsung menggendongku.


aku terkejut namun aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi karna mataku mulai terasa berat dan tak sanggup lagi membukanya, aku melihat seorang yang sangat tampan tapi agak buram-buram akhirnya aku memejamkan kedua mataku.


" dasar wanita bodoh " ungkap orang tersebut yang menggendongku, aku memang memejamkan mataku tapi aku belum kehilangan kesadaranku sepenuhnya dan dapat mendengar perkataannya, suaranya terdengar sangat familiar di telingaku. aku tersenyum dengan lembut dan perlahan-lahan kesadaranku menghilang sepenuhnya.


Hans yang melihat Nana terseyum untuk pertama kali kepadanya membuat pipi Hans memerah, Nana terlihat begitu cantik dan lembut ketika sedang menutup matanya.


tanganku sepertinya memegang sesuatu, bau yang sangat menyengat seperti bau obat-obatan. aku membuka mataku perlahan-lahan dan seketika terkejut melihat aku berada di rumah sakit sambil berkata dengan sangat keras.


" aku masih hidup! " teriakku merasa sedikit lega, sehingga membuat Lili yang tidur di sampingku menungguku terbangun terkejut mendengar teriakkanku.

__ADS_1


Lili yang terkejut melihat ke kanan dan ke kiri, dan tersenyum melihat aku yang duduk sambil memegang seluruh tubuhku sendiri. aku melihat ke arah Lili dan langsung memeluknya dengan sangat gembira dan sangat senang.


" aduh! " kataku karna merasa aku melupakan tentang bagaimana keadaan Zhen sekarang. namun Lili mengira aku merasa kesakitan di bagian lengan kiriku dan segera melepaskan pelukannya.


" Nana, kamu kesakitan? maafkan aku. semua ini salah ku. jika saja... " ada rasa sedih dan suara yang sangat merasa bersalah Lili kepadaku dan hampir meneteskan air mata untukku, aku langsung menghentikan perkataan Nana dan menutup mulutnya dengan tangan kananku.


" kamu bilang apa tadi? " tanyaku sambil menarik tanganku kembali. Lili meneteskan air matanya dengan menundukkan kepalanya sambil berkata.


" ini semua salahku, kalau saja aku tidak... " ungkap Lili dengan mengangkat kepalanya dan melihat ke arahku, aku yang tidak ingin mendengarkan apa yang di katakan oleh Lili langsung merebahkan tubuhku dan melakukan sebuah drama.


" iya. ini semua memang salahmu, jika saja aku tidak punya teman yang membohongiku. maka aku tidak akan pernah seperti ini, lebih baik aku mati saja. ya Tuhan kenapa tidak mengambil nyawaku saja sekalian. aku punya teman yang ternyata selama ini adalah seorang agen rahasia, ya tuhan ambillah nyawaku ini, aku rela ya tuhan " ucapku menyeringai Lili sambil pura-pura menghapus air mata palsuku yang sama sekali tidak keluar.


Lili segera memelukku dengan sangat erat, aku juga memeluk kembali Lili. aku tau Lili menjaga rahasia ini karna sangat berbahaya jika di ketahui oleh orang-orang, aku mengerti bagaimana situasi yang dia alami oleh Lili yang sekarang ini. aku tidak ingin memaksanya menceritakannya sekarang, aku akan siap mendengar kapanpun Lili mau menceritakannya sendiri.


" Nana " panggil Lili dengan suara sedikit mengecil


" iya " jawabku dengan menatap Lili


" maafkan aku, bukan aku tidak ingin menceritakannya. tapi yang pasti aku bekerja untuk menangkap orang-orang yang melanggar hukum, bisa di katakan kalau aku bekerja untuk negara tapi secara rahasia. " kata Lili merasa sedikit bersalah kepadaku


" katanya tidak mau cerita, sekarang kenapa jadi cerita? " ucapku mengejek Lili karna ingin melihat Lili ceria seperti biasanya.


" ih. Nana, nyebelin deh! " ada tawaan yang mengikuti di perkataan Lili, aku tersenyum hanya bisa tersenyum melihat Lili kembali seperti sebelumnya.

__ADS_1


" aku sebenarnya baru saja masuk ke dalam agen rahasia ini, aku sebenarnya anak baru dan masih dalam masa percobaan, karna kali ini aku berhasil melakukan tugas walaupun teman-temanku terluka tapi aku lulus " ucap Lili namun merasa sedikit bersalah.


" wah bagus benget tuh, aku ikut senang mendengarnya " jawabku dengan terseyum gembira mendengarnya, namun Lili merasa sedih karna telah melukai aku dan Zhen.


"tapi aku telah melukai kalian, bagaimana aku merasa senang atas keberhasilanku ketika teman-temanku terluka. " tampak rasa sedih di wajahnya Lili.


" hey, jangan bilang begitu. kamu tau akukan, aku gak ngerti cara membujuk orang atau membuat orang senang. yang intinya aku hanya bisa bilang kamu harus tetap bahagia dan semangat untuk menjalani hidup. jangan karna kami terluka kamu selalu hidup dalam merasa bersalah, aku juga belum matikan. jadi untuk apa bersedih " kataku panjang lebar kepada Lili, Lili hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


" iya, tapi Zhen masih koma dan belum sadarkan diri " kata Lili mengkhawatirkan Zhen.


" hmm. sepertinya ada yang sedang mengkhawatirkan seseorang nih! " jawabku menyenggol Lili.


" eh. wajarkan aku khawatir, diakan masih koma " ucap Lili dengan wajah sedikit memerah


" yah gak asik, aku pikir ada yang lagi jatuh cinta " aku mendesah karna merasa sedikit kecewa


" ih. kamu ada-ada aja sih, aku lagi serius nih. " sedikit rasa malu menghampiri Lili hingga pipinya memerah


" iya aku tau. kamu serius menyukai Zhen " candaku kepada Lili agar Lili melupakan yang tidak-tidak


" Nana. kamu ya, awas nanti kalau kamu sudah sembuh. lagi pula siapa yang suka sama dia, aku gak suka sama cowok yang ceweknya gak cukup satu " ucap Lili sambil malu-malu


" ya, aku tau itu. bagaimana sekarang kita menjenguk Zhen, aku ingin melihat keadaannya " kataku mengangkat kakiku hendak ingin turun dari ranjangku

__ADS_1


__ADS_2