Pacarku, Cinta Monyetku

Pacarku, Cinta Monyetku
Tempat Curhat


__ADS_3

Selesai membersihkan diri, Aliza merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.


“Kasur kesayangan. gue datang!” Aliza yang langsung merebahkan dirinya di atas kasur kesayangannya itu.


Hufff...


Mengambil napas dan membuangnya pelan. Menghilangkan penat pada tubuhnya. Aliza bangkit dari rebahan nya, dan berjalan menuju meja belajar untuk mengambil ponsel dalam tas yang diletakkannya di atas meja belajar.


Aliza membuka aplikasi i*stagram di ponselnya. Melihat-lihat kiriman terbaru dari teman-temannya. tiba pada postingan dari Amila ketika mereka masih di kampus tadi. Aliza membuka aplikasi W****app, mencari nama grup


“komp4k”.


Aliza


Mil, kirimin foto yang tadi dong.


Amila


Ok.


Setelah mendapatkan fotonya, Aliza langsung mempostingnya di aplikasi i*stagram dan tak lupa nge-tag temannya. begitulah kebiasaan mereka. Tidak akan lupa saling nge-tag jika foto bersama.


“Lapar.” Aliza memegangi perutnya yang kelaparan. Dan beranjak menuju dapur untuk mengisi perutnya.

__ADS_1


Ketika menuruni tangga, Aliza melihat mama suci sedang bermain bersama Zaki dan Jihan di sofa ruang tamu.


“Kak Liza.” sapa Zaki riang. Aliza hanya tersenyum tanpa membalas sapaannya. Mama suci yang mendengar Zaki memanggil nama Aliza, langsung mendongak, dan tersenyum melihat Aliza. Tapi Aliza langsung mengalihkan pandangannya dan segera beranjak ke dapur.


Jahat nggak sih Aliza bersikap seperti itu. Dia tahu jika itu salah. Tapi hatinya belum siap menerima wanita lain untuk menjadi mamanya dan menggantikan mama Elsi.


“Non, mau makan?” tanya Bibi Mauli yang sudah lama bekerja di keluarga Aliza sebagai pembantu rumah tangga. Bahkan sebelum Aliza lahir.


“Iya Bi, antar ke kamar aja ya, Bi!” sahut Aliza tersenyum dan langsung beranjak kembali ke kamarnya.


Kamarnya berada dilantai dua. Jadi dia harus menaiki tangga untuk sampai ke kamarnya.


“Aliza nggak jadi makan?” tanya Mama Suci karena melihat Aliza yang langsung keluar dari dapur.


Setelah beberapa saat Aliza masuk kamar, Bibi Mauli pun menyusulnya dengan membawa nampan berisi makanan dan segelas air putih.


“Itu makanan untuk Aliza, Bi?” tanya Mama suci yang melihat bi Mauli ingin menaiki tangga dengan membawa nampan berisi makanan dan air putih.


“Iya nyonya. Non Aliza mau makan di kamar.” sahut Bi Mauli.


Mama Suci hanya mengangguk dan tersenyum. Bi Mauli pun langsung permisi dan menaiki tangga menuju kamar Aliza.


Di depan kamar, Bi Mauli mengetuk pintu. Aliza langsung menyuruhnya masuk.

__ADS_1


“Ini non, makanannya.” Bi Mauli meletakkan makanan di meja sofa depan Aliza. Aliza yang sedang duduk di sofa, tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Lalu menyuruh Bi Mauli duduk di sampingnya.


“Apa papa belum pulang bi?” tanya Aliza sembari memasukkan makanan ke mulutnya.


“Belum non. Mungkin sebentar lagi tuan pulang non.” jawab Bi Mauli.


Aliza tidak merespon ucapan Bi Mauli. Dia hanya fokus menyantap makanannya.


“Apa OSPEK tadi berjalan lancar, non?” tanya bi Mauli. Bi Mauli tahu Aliza pasti ingin menceritakan sesuatu jika dia sudah menyuruh Bi Mauli untuk menemaninya makan.


Aliza memang biasa curhat kepada Bi Mauli. Dia selalu menceritakan hal yang membuatnya sedih dan membuat senang. Ketika mamanya masih hidup, dia juga sering menceritakan segala sesuatu kepada mamanya.


Setelah kepergian mama Elsi. Dia jadi tambah akrab dengan Bibi Mauli. Sekarang Bi Mauli adalah tempat Aliza untuk mencurahkan apa yang dirasakannya. Bi Mauli juga paham apa yang dirasakan nona mudanya ini. Dia juga sangat menyayangi Aliza seperti putrinya sendiri.


*


*


*


Jangan lupa like dan komen!


Terima kasih sudah membaca!

__ADS_1


__ADS_2