Pacarku, Cinta Monyetku

Pacarku, Cinta Monyetku
nonton bareng


__ADS_3

Setelah mengakhiri pesan dengan Rangga, kini dia menatap beberapa pesan masuk, namun belum dibuka olehnya, hanya saja isi pesannya sudah nampak. Bahkan mantan-mantannya saja masih sering mengirim pesan padanya. Diantara banyak pesan yang belum dibacanya, ada satu pesan yang sudah seminggu lalu masuk ke ponselnya tetapi belum juga dibaca.


“Kamu sakit?”


Itulah isi pesan dari sang senior yang belum dibuka, tapi isi pesannya sudah terlihat.


Bukannya ia tak mau membalas, hanya saja ia tidak mau terus berbohong dengan mengatakan sakit, apalagi yang mengirimkan pesan adalah ketua HIMA itu sendiri. Jujur juga tidak mungkin, rasa malunya masih ada. Selama seminggu ini, dia berusaha untuk tidak selalu menampakkan diri di depan Wahyu. ia juga merasa tak enak hati karena sudah mengabaikan pesan Wahyu.


***


Pukul tiga sore, Aliza dan teman-temannya sudah berkumpul di bioskop yang terletak di


dalam salah satu mall yang ada di kota A.


Mereka membagi tugas, agar waktu untuk menonton tidak ketinggalan. Aliza dan Amila


membeli tiket. Hilya, Nisa beserta rangga dan teman-temannya bertugas untuk membeli popcorn dan minuman.


“Kita bagi-bagi tugas aja ya. Gue dan Aliza beli tiket. Kalian beli makanan. Gimana?” usul Amila


“Oke” jawab Hilya dan Nisa serempak.


“Para cowok ganteng ini kok pada diem sih?” celetuk Amila.


“Harus pakai makanan ya?” Riko yang sepertinya tidak setuju dengan usul Amila.


“Nggak harus sih, biar lebih menikmati aja nontonnya.” seru Hilya.


“Kalian aja yang beli makanan, kami nggak usah.” Balas Dimas yang sependapat dengan


Riko.


“Hei...ng” belum sempat Amila melontarkan protesnya, Aliza langsung menengahinya.


“Stop, terserah deh kalau kalian mau pake makanan atau tidak. Sekarang gue sama Amila mau beli tiket dulu nanti kehabisan. Ayok,” Aliza menarik tangan Amila.


Sepeninggalan Aliza dan Amila,


“Jadi gimana, kalian mau pake makanan atau nggak nih?”


Keempat pria tersebut merespon dengan gelengan kepala ke kiri dan ke kanan.


“Rangga juga?” Nisa kembali memastikan.


“Iya, kami nggak biasa beli makanan kalau nonton di bioskop,”


“Nanti jangan minta ya,“Hilya menegaskan jari telunjuknya ke arah empat pria tersebut,


“Iya, nggak minta.” Seru Dimas.


Hilya dan Nisa meninggalkan keempat pria tersebut untuk membeli beberapa makanan dan minuman.


 ***


Pintu teater bioskop sudah terbuka,


Aliza dan sekawanan nya berjejeran masuk ke pintu bioskop yang sudah dibuka. Mereka duduk di barisan ketiga dari atas agar lebih nyaman ketika menonton layar bioskop yang besar.


Aliza memilih duduk dekat dengan jalan tengah yang berbentuk tangga sebagai pemisah posisi kursi antar barisannya. Di sebelahnya ada Hilya, Amila, Nisa, Rangga, Riko, Dimas, Doni, dan penonton lainnya.


“Aku duduk disini ya, lebih nyaman soalnya, “ ucap Aliza mengambil tempat duduk yang diinginkannya.


 “Terserah aja,” Seru Hilya yang posisinya dekat dengan Aliza.


Mereka semua pun kini sudah duduk, tanpa pilih-pilih tempat duduk yang diinginkan.


Film sudah dimulai, kini mereka fokus pada layar yang menampilkan adegan demi adegan yang di lakoni beberapa artis.


Sebelum pergi menonton bioskop, mereka sudah menentukan film yang akan di tonton. Film yang memiliki tema komedi romantis lah yang menjadi pilihan. Kebetulan ini pertama kalinya film tersebut di tayangkan di layar bioskop. Tak heran, jika bangku bioskop terlihat penuh dengan penonton.


Mata dan mulut keempat wanita tersebut saling bekerja. Mata untuk melihat adegan yang ada dalam layar lebar dan mulut untuk mengunyah makanan yang sudah mereka beli sebelum masuk ke dalam bioskop.

__ADS_1


Tampaknya keempat pria yang menolak untuk membeli makanan tadi, sedikit tergoda dengan makanan yang dilahap para gadis di sebelah mereka.


“psst, gue haus nih,” Bisik Doni pada Telinga Dimas yang duduk di sebelahnya.


“Gue juga agak kosong nih perut,” Balas Dimas sedikit menaikan volume suaranya agar di dengar Doni. Meraba perutnya sembari menatap hotdog yang masuk ke mulut Nisa.


Dimas menyenggol lengan Riko disebelahnya.


“Kenapa?” Tanyanya Heran, melirik Dimas lalu kembali mengalihkan padangan ke depan.


“Lapar nggak?” Tanya Dimas


“Nggak,” Jawab Riko dengan mata yang masih menatap layar lebar di depannya.


“Jangan Bohong!” seru Dimas seperti mencari teman untuk merasakan hal yang sama dengannya.


“Iya, sedikit.” Jawab Riko akhirnya.


“Aroma hotdog harum banget,” menunjuk Hotdog yang dipegang Nisa dengan dagunya.


“Terus?” tanya Riko setelah melihat ke arah yang ditunjuk temannya itu.


Kemudian menatap lagi ke arah Dimas yang sedang menampilkan mimik wajah yang agak kesal seperti mengisyaratkan “Masa lo nggak tau?”


 Setelah menghela napas sebentar, Riko menyenggol lengan Rangga yang duduk di sebelahnya.


***


Adegan lucu, romantis, dan sedih sudah mereka santap selama menatap layar lebar dihadapan mereka saat ini.


Saat adegan lucu, suara tertawa akan terdengar memenuhi ruangan bioskop dari para penonton termasuk Aliza dan sekawanan nya.


“Haha...”Tawa Aliza yang terlihat sangat menikmati adegan lucu yang ditayangkan. Memutar kepalanya ke kanan. Merasakan seolah ada yang sedang memperhatikannya.


Sepersekian detik selanjutnya, tawa yang keluar dari mulutnya lenyap berganti dengan bibir yang langsung terkatup rapat. Wajah yang awalnya cerah berubah sedikit pias.


Setelah semenit lebih melihat ke kanan, Aliza kembali memutar kepalanya menghadap ke depan. Dia tak lagi menikmati film sampai selesai, hanya matanya saja yang masih menatap ke depan. Aliza seakan sedang  memikirkan sesuatu.


***


Kini mereka sedang berada di sebuah restoran menunggu makanan yang sudah mereka pesan.


Acara menonton bioskop sudah berakhir karena film yang ditonton sudah selesai dengan ending yang membahagiakan untuk para penontonnya.


Nisa mencebikkan bibirnya ke arah para lelaki yang sedang mengalihkan pandangan dari empat gadis yang sedang menatap ke arah mereka.


“Nggak papa, kita bisa makan sepuasnya disini. Soalnya ada yang mau bayarin.” Ucap Nisa sembari menatap ke arah Dimas.


Yang ditatap hanya bisa diam dengan mata yang menatap ke atas. Ntah apa yang sedang dilihatnya. Hening sebentar, sampai makanan pesanan mereka sudah terhidang sempurna di atas meja.


***


Tadi sewaktu masih di dalam bioskop,


Setelah menyenggol lengan Rangga, Riko meminta tolong untuk meminta sedikit makanan para gadis. Awalnya Rangga menolak, karena sebelum masuk ruangan bioskop mereka berempat sepakat tidak akan meminta makanan para gadis.


“Nggak mau gue,” Ucap Rangga.


Hening sebentar,


“Ayolah ga, sedikit aja!” Paksa Dimas


yang sudah pindak posisi duduk dengan Riko.


“Lo aja yang minta,” Rangga tak mau


mengalah


Karena Rangga yang tidak mau, akhirnya


Dimas sendiri yang memintanya langsung. Berpindah posisi duduk dengan Rangga.

__ADS_1


“Cantik, bagi makanannya, sedikit aja.”


Rayu Dimas pada Nisa.


Nisa meliriknya dengan tatapan heran, lalu mendekat pada Amila dan membisikkan sesuatu. Setelah mendengar bisikan temannya, Amila reflek menoleh ke arah Dimas. Yang ditatap hanya bisa nyengir memperhetikan deretan gigi putihnya.


Keempat gadis itu pun kini saling berbisik.


“Katanya tadi nggak akan minta,” sindir Nisa mengingat obrolan merek tadi.


“Hehehe, itu si Doni yang mau.” Mengkambinghitam kan temannya.


“Beneran cuma Doni?” Tanya Nisa selidik.


“Gue juga.” Katanya tanpa merasa


bersalah.


Nisa kembali membisikkan sesuatu ke telingan Amila. Nisa pun memberikan makanan yang sengaja mereka beli lebih banyak. Mereka seakan tak percaya dengan mulut teman baru mereka itu. Dengan senang hati, Dimas menerimanya. Lalu membagikan pada ketiga temannya.


***


 Di Restoran,


“Sya, kenapa?” Rangga yang terus memperhatikan Aliza yang nampak sedang melamum memikirkan sesuatu. Aliza bahkan belum memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Ntah karena belum terbiasa mendengar panggilan Rangga atau Aliza memang tidak mendengarnya, dia hanya diam sambil terus melilitkan spaghetti di sendok garpu yang sedang dipegangnya.


Hilya yang duduknya dengan Aliza dan sudah biasa dengan panggilan Rangga pada temannya itu, menyenggol lengan Aliza. Karena merasakan pergerakan di lengan kirinya, Aliza mengalihkan padangan ke sebelah kiri. Mengangkat dagunya sedikit seperti meminta jawaban pada temanya yang ada di sebelahnya.


“Lo kenapa?” Tanya Hilya yang baru menyadari sikap temannya yang diam setelah keluar dari ruangan bioskop.


Aliza kini tersadar, dia mengalihkan pandangannya ke arah semua temannya yang juga sedang menatapnya.


“Kok lo semua natap gue kayak gitu?” Tanyanya Heran.


“Lah dia malah nanya, lo kenapa? Nggak suka sama ending filmnya,” ucap Amila sedikit bercanda.


“Nggak, ending filmnya bahagia gitu, masa gue nggak suka.” jawab Aliza, lalu memasukkan spaghetti ke dalam mulutnya.


“Terus kenapa lo diam aja dari tadi?” Tanya Hilya lagi.


“Gue nggak boleh diam?” jawabnya dengan pertanyaan dengan menampilkan wajah polos, karena tidak mau mengatakan alasan diamnya yang sedang memikirkan sesuatu.


“Kesel,” ucap Amila gemas dengan merotasikan matanya.


“Apasih, yuk lanjut makan.” Mengalihkan pertanyaan teman-temannya. Lalu kembali memasukan makanan ke dalam mulunya, menghiraukan tatapan mata dari teman-temannya.


Mereka semua kini melanjutkan kembali makanan mereka yang tertunda. Sesekali diiringi dengan sedikit candaan untuk menghangatkan suasana.


Selesai makan, mereka semua kini pulang ke rumah masing-masing. Mereka pulang mengendarai 2 mobil, sama halnya saat pergi ke bioskop siang menjelang sore tadi. Para pria menggunakan mobil Dimas dan para gadis menggunakan mobil Amila.


Untuk lebih memastikan semuanya pulang selamat karena hari yang sudah malam, para pria dengan senang hati mengiringi mobil para gadis di depannya. Mengantar satu persatu para gadis ke rumah masing-masing.


*


*


*


*


Hai semuanya!


saya mau mengucapkan maaf pada pembaca semua, karena sudah hiatus lebih dari satu tahun. Semoga kedepannya saya bisa upadate tiap harinya.


Bagi yang sudah lupa jalan ceritanya, boleh dibaca ulang ya!


Kalau ada kata yang typo, boleh tulis di kolom komentar. Kasih saran juga boleh.


kalau suka ceritanya, share juga ke teman-teman kalian ya!

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca....


semoga suka🥰


__ADS_2