Pacarku, Cinta Monyetku

Pacarku, Cinta Monyetku
Hari pertama kuliah


__ADS_3

Aliza yang baru keluar dari mobilnya, berjalan terburu-buru menuju ruang kelas yang sudah dilihatnya di KRS. Hari pertamanya kuliah saja sudah dimulai dengan terlambat. Hari ini jadwal kuliah Aliza masuk pukul tujuh pagi. Tadi malam karena begadang nonton tv, akhirnya dia terlambat bangun. Dia sampai di kampus sudah lewat 20 menit dari jadwal yang seharusnya.


Dengan langkah tergesa-gesa menuju ruang kelas. Setelah sampai di pintu, dia merasa lega karena dosennya belum masuk. Sambil melangkahkan kaki masuk, dia mengedarkan pandangannya, untuk mencari tempat duduk kosong. Pandanganya pun berhenti pada beberapa orang yang nampak tak asing dimatanya, mereka melambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum lebar. What?


Aliza melangkahkan kakinya sambil mengernyitkan dahinya menatap ke arah 4 orang yang sangat dikenalnya. Siapa lagi kalau bukan teman-temannya yang paling bikin kesal, kecuali rangga yang baru beberapa hari dikenalnya. Dia duduk di bangku kosong sebelah Hilya.


“Kalian masuk kelas ini juga?” tanya Aliza yang penasaran dari tadi. soalnya yang diketahuinya, ketika pengumuman pembagian kelas seminggu yang lalu hanya dia dan Hilya yang sekelas. Amila dan Nisa beda kelas.


“Kok lo terlambat, sih? Untung dosennya belum masuk.” tanya Hilya yang duduk di sampingnya.


“Iya, soalnya gue bangun kesiangan.” Jawabnya sambil menatap Hilya.


“Woi, jawab pertanyaan gue dong?” gerutu Aliza kesal pada Amila dan Nisa yang tak menjawab pertanyaan yang dilontarkannya tadi.


“Hehe, ceritanya panjang.” Jawab Amila sambil cengegesan.


“Emang sepanjang apa? Sepanjang jalan kenangan?”celetuk Aliza kesal.


“Bisa ajo, lo.”Canda Amila.


Belum sempat membalas candaan Amila, dosen masuk ke ruang kelas untuk memulai proses perkuliahan. Sehingga aliza harus menunda rasa penasaran dulu.


Belajar dihari pertama kuliah tak jauh berbeda dengan belajar ketika SMA. Hanya saja, suasananya lebih terasa berbeda dibandingkan dengan masa SMA. Aura kedewasaan lebih terlihat diantara orang-orang baru yang ditemuinya. Dan perbedaan yang paling terasa adalah tugas. OMG, tugasnya banyak sekali. Begitulah kira-kira isi pikiran mahasiswa baru.


***


Setelah jam pertama habis, Aliza minta ditemanin ke kantin. Mereka berlima kini sedang menunggu pesanan mereka datang.


“Kalian kok bisa sekelas sama gue dan Hilya?”tanya Aliza mengulangi pertanyaannya tadi sambil menatap Rangga, Amila, dan Nisa.

__ADS_1


“Kalau gue kebetulan emang sekelas sama lo.” Jawab Rangga cepat.


“Kalau kita berdua minta change.” Jawab Nisa.


“Loh, kok bisa?” tanya nya lagi.


“Ya, bisa dong. Begok. Kan kita tinggal urus ke bagian kemahasiswaan. Terus bilang kalau mau pindah kelas. Lalu mereka ngasih saran. Kalau emang mau pindah, berarti harus ada yang pindah dari kelas lo, agar jumlah yang sekelas tetap sama. Terus kita cari deh, siapa aja yang di kelas lo. Terus kita tanyain satu-satu, siapa yang mau pindah. Setelah bertanya panjang lebar, dengan segala cara jurus bujuk membujuk gue lakuin. Akhirnya ada juga dua orang yang mau pindah, dan sekarang gue sama Nisa jadinya sekelas sama lo bertiga, paham kan?” jelas Amila panjang lebar.


“Oke, gue paham! Tapi yang nggak gue ngerti, kenapa kalian pindah?” tanyanya lagi.


“Sebelum masuk kuliah, kita kan udah janji untuk selalu sama-sama. Jadi gue sama Amila, sepakat untuk masuk ke kelas yang sama dengan kalian.” Ucap Nisa sambil tersenyum. Aliza yang mendengarnya menjadi berkaca-kaca karena terharu. Beruntungnya dia memiliki sahabat seperti mereka.


“Udah terjawab kan, ibu penasaran?” cerocos Amila.


“Udah, makasih ya!”ucap Aliza sembari tersenyum hangat.


“Apaan sih, jangan lebay dong.”Amila yang juga ikut terharu, menutupinya dengan pura-pura kesal.


“Rangga, ayo!” ajak Aliza pada Rangga yang sedari tadi diam. Dia pun mengikutinya dengan menelungkup kan satu tangannya di atas tangan mereka.


“KITA SELALU JADI SAHABAT, JANGAN PERNAH BERUBAH.” Ucap mereka berempat, kecuali Rangga yang diam saja sembari tersenyum menatap tingkah mereka berempat.


Setelah mengucapkan itu, mereka menarik tangan masing-masing. Biasanya mereka akan bersorak dan tertawa bahagia. tapi sekarang, karena di kantin. Jadi mereka mengurungkannya. Karena tak mau menarik perhatian mahasiswa lain.


Setelah pesanan yang mereka tunggu datang, mereka pun melahapnya sampai habis.


***


Jadwal kuliah kedua mereka selesai, hari ini mereka hanya ada dua mata kuliah.

__ADS_1


“Hilya, temanin gue nyari kak Wahyu, dong!” pinta Aliza pada Hilya sambil berbisik, sembari menyimpan bukunya ke dalam tas.


“Malas, Lo aja sendiri.” Tolak Hilya langsung.


“Lo kok gitu sih, sekali ini aja. Please...” Masih berbisik sembari memasang wajah memelas. Dengan sedikit jengkel, akhirnya Hilya mau menemaninya.


Setelah dari kelas, mereka berlima langsung menuju tempat parkir.


“Gue pulang dulu, ya.mau ngerjain tugas!” Pamit Nisa lalu beranjak menuju mobilnya.


“Gue juga, bye!” seru Amila.


Sekarang tinggallah Aliza, Hilya, dan Rangga.


“Lo, nggak pulang, ga?” tanya Aliza pada Rangga yang berdiri di sampingnya.


“Pulang, kalian nggak pulang?” tanya Rangga.


“Pulang, tapi nanti. Sekarang gue sama Hilya ada urusan.” Jawab Aliza.


“Urusan? Biar gue temanin!” tawar Rangga.


“Nggak usah, nggak penting kok. Cuma urusan tugas. Lo duluan aja!” sahut Aliza.


Dengan terpaksa, akhirnya Rangga menurutinya. Dia melangkahkan kakinya menuju mobil yang terparkir agak jauh dari tempat mereka berdiri. lalu mengendarainya untuk pulang ke rumah.


Setelah Rangga meninggalkan mereka dengan mobilnya, Aliza dan Hilya kembali melangkahkan kaki ke gedung yang baru beberapa menit mereka tinggali. Dengan tujuan untuk mencari Wahyu, demi menyelesaikan kesalahpahaman Aliza dan wahyu.


***

__ADS_1


Terima Kasih sudah membaca😊😊😊😊!


Jangan lupa like dan Komen, ya!


__ADS_2