
Aliza dan Rangga meninggalkan kak Dika dan Kak Andre yang masih setia dengan posisinya.
Aliza yang berjalan di samping Rangga menghentikan langkahnya. Mengambil ponsel dari dalam tas, lalu menggeser layar ponselnya. Mencari kontak Hilya untuk menghubunginya.
“Kalian dimana?” tanya Aliza tanpa basa basi.
“Kita lagi di dekat ruangan HIMA, lagi minta tanda tangan.” Jawab Hilya.
“Oke, gue sama Rangga mau ke sana!” Tanpa menunggu jawaban Hilya, dia langsung mematikan sambungan teleponnya.
Setelah menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas, Aliza mengajak Rangga menyusul Hilya, Amila, dan Nisa. Sesampainya di sana, Mereke bertiga nampak sedang antri dengan beberapa maba untuk minta tanda tangan pada dua orang senior yang sedang duduk di kursi dengan jarak tiga meter dari ruangan HIMA.
Menuju ke tempat Hilya, Nisa dan Amila, dia dan Rangga harus melewati ruangan HIMA. Dia melihat Wahyu yang juga sedang dikelilingi para maba untuk minta tanda tangan. Dia hanya melirik Wahyu sekilas, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke depan.
Wahyu yang sedang sibuk, tidak melihat Aliza yang melewatinya. Aliza dan Rangga ikutan antri untuk minta tanda tangan. Mumpung lagi ramai. Biasanya kalau ramai, mereka nggak akan mengajukan syarat yang bikin kesal.
Setelah beberapa jam meminta tanda tangan, para maba kembali dikumpulkan di lapangan. Kali ini Rio yang ambil alih kendali untuk mengumumkan kembali bahwa OSPEK telah berkahir, tapi para maba masih tetap harus melanjutkan tugas untuk meminta tanda tangan dan mencari senior pembimbing, dengan diberi waktu satu minggu. Setelah pengumuman selesai, para maba diperbolehkan pulang.
***
Parkir,
“Kita jadi nongkrong, kan?” tanya Amila semangat.
__ADS_1
“Jadi dong, sekarang kan baru jam lima.” Sahut Nisa sambil melihat jam di layar ponselnya.
“Tapi untung banget ya hari ini kita nggak rias wajah binatang lagi, jadi nggak perlu capek bersihin make up dulu.” Ucap Hilya, dan diangguki oleh yang lainnya.
“Lo sama teman-teman lo jadi ikutan, ga?” tanya Amila yang begitu antusias ingin berkumpul dengan teman-teman Rangga.
Aliza yang mendengarnya spontan melotot ke arah Amila. Sedangkan yang dipelototi melirik sekilas dan tak menanggapi tatapan dari Aliza.
Dia kembali mengalihkan pandangannya ke arah Rangga. Hilya dan Nisa tersenyum melihat kelakuan Amila yang mengacuhkan Aliza. Aliza hanya bisa mendengus kesal, melihat Amila yang tak mempan dengan tatapannya.
“Iya, tadi gue juga udah hubungin teman-teman.” Jawab Rangga.
“Kita nongkrong di kafe X aja, ya!” pinta Aliza. Mereka pun menyetujuinya. Aliza menyuruh Rangga untuk memberi kabar sama temannya agar datang ke kafe x.
***
Setelah sampai di kafe X, mereka memesan ruangan privat.
“Rame juga disini, ya. Gue baru pertama kali ke sini.” Ucap Rangga sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh isi ruangan. Dalam ruangan tersebut menyedikan tempat duduk sofa dengan meja kaca di depannya. Ruangan tersebut cukup luas dan bisa menampung belasan orang atau lebih.
“Iya, ini tempat favorit kita.” Sahut Aliza sambil menatap ke arah teman-temannya yang sibuk selfie.
Setelah menunggu beberapa menit, teman-teman Rangga datang. Dia mengajak tiga orang teman dekatnya.
__ADS_1
Mereka langsung masuk ke ruangan yang sudah di kirim Rangga tadi.
Rangga memperkenalkan teman-temannya, dan mereka pun saling bersalaman untuk memperkenalkan diri.
“Ini Doni, Riko, dan Dimas” ucap Rangga pada teman-teman yang berdiri di sebelahnya. Mereka menyalami Aliza, Amila, Hilya, dan Nisa bergantian.
Setelah berkenalan, mereka pun kembali duduk. Karena teman-teman Rangga sudah datang, mereka pun memesan minuman dan beberapa makanan.
“Kalian dulu satu SMA, ya?” tanya Amila.
“Iya, tapi sekarang kita satu kampus kok sama mereka. Tapi beda fakultas dan jurusan.” Jawab Rangga.
“Oh, jadi kalian tadi OSPEK juga dong?” tanya Amila lagi.
“Kita udah OSPEK minggu kemaren.” Jawab Doni sembari tersenyum.
Urutan OSPEK di kampus mereka memang dipisah antar fakultas dan jurusan. Selama tiga hari berturut hanya satu jurusan yang OSPEK dari fakultas yang sama. Kebetulan tiap Fakultas ada empat jurusan. Jadi, OSPEK diadakan selama dua minggu, dengan tiga hari berturut-turut oleh satu jurusan saja.
Doni mengambil jurusan musik, Dimas mengambil jurusan akuntansi yang kebetulan satu fakultas dengan Rangga. Sedangkan Riko ambil jurusan olahraga. Mereka semua sudah OSPEK, sedangkan jurusan Administrasi bisnis mendapatkan jadwal terakhir OSPEK di fakultasnya. (Jurusan Administrasi Bisnis adalah jurusan Rangga, Aliza, Hilya, Nisa, dan Amila).
***
Terima kasih sudah membaca😊😊😊
__ADS_1
jangan lupa like dan komen!