Pacarku, Cinta Monyetku

Pacarku, Cinta Monyetku
Sakit


__ADS_3

Malamnya, para mahasiswa baru berkumpul dengan membentuk lingkaran. Di tengah-tengah mereka api unggun dinyalakan untuk memberikan kehangatan.


Berbeda dengan kegiatan di siang hari, saat ini mereka lebih banyak duduk menikmati mahasiswa lainnya bernyanyi atau pun mendengan cerita dari senior.


Keesokan harinya,


Sebelum memulai kegiatan, mahasiswa baru berkumpul terlebih dahulu. Panitia HIMA menjelaskan kegiatan yang akan lakukan.


Setiap kelompok ditugaskan untuk mencari lima bendera merah dan lima bendera kuning yang sudah di sembunyikan panitia Hima di sekitar rumah warga. Tempat yang akan dijelajahi tiap kelompok berbeda.


Usai menjelaskan beberapa hal, panitia Hima melepaskan mahasiswa baru untuk memulai kegiatan. Mereka menuju tempat yang ditentukan dengan berjalan kaki.


Beberapa saat kemudian,


Masing-masing kelompok sudah kembali dengan membawa bendera yang diminta. Hampir semua kelompok membawa bendera yang lengkap, kecuali satu kelompok.


Semuanya berbaris terlebih dahulu sebelum istirahat.


"Sekarang coba kumpulkan semua bendera yang sudah kalian temukan. Berikan pada masing-masing penanggung jawab kelompok kalian." Tutur Rio.


Penanggung jawab kelompok mengumpulkan bendera yang sudah di temukan.


"Masing-masing pj kelompok, coba cek apakah anggota kelompoknya sudah lengkap?" Tanya Rio.


*Pj: penanggung jawab


"Bagaimana bisa? Waktu berangkat semuanya pas kan?" Tanya penanggung jawab kelompok 2.


Penanggung jawab menghampiri panitia Hima lainnya. Menjelaskan kembali apa yang diberitahu kelompok tadi.


"Kelompok 2 kurang dua orang."


"Astaga," menghampiri Wahyu untuk memberitahukan apa yang terjadi.


"Wahyu, pj kelompok 2 bilanga kalau anggotanya kurang 2 orang. Nggak ada yang tahu keberadaan mereka."


"Apa? Kenapa bisa ceroboh?" Ucap Wahyu marah.


Mendekat ke arah Rio. Mengambil alih mic yang ada di tangan Rio.


"Barusan saya dapat kabar, kelompok 2 anggotanya kurang 2 orang. Untuk kelompok 2 tolong berikan kami informasi secepatnya mengenai mereka berdua. Sebelum terjadi hal tidak diinginkan. Kelompok 2 tolong tinggal disini dulu sebentar. Untuk yang lainnya boleh kembali ke tenda masing-masing kecuali mahasiswa laki-laki. Kami butuh bantuan kalian."


Seketika suasana menjadi menegangkan. Mahasiswa bara lainnya saing bertanya siapa yang hilang tersebut.


Mahasiswa baru yang diperintahkan bubar pun meninggalkan tempat menuju tenda masing-masing.


"Kalian punya fotonya atau tahu ciri-cirinya biar lebih memudahkan kami mencari." Ujar Wahyu pada anggota kelompok 2.


Mereka sibuk menanyakan siapa yang memiliki foto dari dua mahasiswa tersebut.


"Kalau foto sendiri kami nggak punya kak, kami cuma punya foto bersama."


"Tidak apa-apa, tolong tunjukkan mana wajah mereka disitu. Kirimkan ke grup mahasiswa baru."


"Baik kak."


"Untuk perempuan silahkan kembali ke tenda. Jika mereka sudah kembali, tolong beritahu kami segera."


"Kalian tolong bantu kami cari mereka berdua. Jika sudah ada yang menemukan, kabari kami secepatnya."


Mereka mulai berpencar untuk mencari keberadaan mahasiswa yang belum kembali ke tenda.


Wahyu memeriksa ponselnya. Anggota Hima juga ada di dalam grup mahasiswa baru agar memudahkan memberi informasi. Mimik wajahnya berubah terkejut, saat melihat foto yang dikirim ke grup. Wajahnya seketika menjadi cemas.


Mencoba memanggil seseorang.


"Sial. Kenapa ponselnya tidak diangkat."


Tangannya tidak berhenti untuk menghubungi kembali nomor yang tadi. Dengan panik, dia mulai berlari mencari dan bertanya pada setiap warga jika ada yang melihat kedua mahasiswa tersebut.


***


"Aliza, Ayu." Rangga yang mengenali dua orang mahasiswa yang belum kembali.


Wajahnya tambah panik dibanding tadi. Dia mengenali dua mahasiswa itu. Mencoba menghubungi temannya di grup w*hatsapp.


"Kalian ada lihat Aliza sama Ayu? mereka belum kembali ke tenda." ~Rangga.


"Gue belum ada lihat mereka. Tolong cari mereka. Gue benar-benar takut."Amila yang tak kalah cemas.


" Nomor mereka aktif tapi nggak diangkat." ~Nisa


"Ga, tolong hubungi kami cepat kalau mereka udah ketemu. Semoga mereka baik-baik aja." Balas Hilya yang mencoba untuk tenang, walaupun rasa cemas menghantuinya.


Beberapa saat kemudian,


Ada pesan baru di grup, yang mengatakan keberadaan Aliza dan Ayu yang ternyata berada di lokasi K3MB. Setelah membaca pesan tersebut, mahasiswa yang mencari Aliza dan Ayu memutar balik arah ke tenda.


Wahyu yang baru sampai di tenda langsung menanyakan keberadaan dua mahasiswa itu.


"Dimana mereka?"


"Mereka ada di tenda bagian kesehatan." Ucap Lisa memberitahu.


Wahyu bergegas ke tenda tersebut.

__ADS_1


Di dalam tenda, dia dapat melihat Aliza yang sedang terbaring lemah.


"Kenapa dia?" Tanya Wahyu pada Ayu yang menemani Aliza.


"Sakit kak," ujar Ayu.


Flashback


Semua kelompok sudah bersiap menuju lokasi tempat mereka mencari bendera.


"Yu, gue mual banget. Pengin muntah." Tutur Aliza sembari menutup mulutnya.


"Lo pucat banget. Lo izin aja deh. Yuk gue temani minta obat."


"Tapi kita ketinggalan yu, yang lain udah duluan." Melihat teman kelompok yang mendahului mereka.


"Gue izinin Lo dulu, baru gue nyusul mereka." Ayu memapah Aliza menuju tenda bagian kesehatan.


"Permisi kak, teman saya lagi sakit. Boleh minta obatnya kak?"


"Kenapa temannya? Ayo baring dulu."


"Mual, sakit kepala, sama badan lemes kak," adu Aliza.


Perawat yang sengaja diizinkan mengikuti kegiatan K3MB untuk merawat jika ada mahasiswa baru yang tiba-tiba sakit. Pihak kampus yang memfasilitasinya sebagai permintaan Hima.


"Kamu gejala masuk angin. Sebentar, kakak ambilkan obat dulu." Ucap perawat setelah memeriksa bagian vital Aliza.


"Habis minum obat nya, istirahat ya." Saran perawat. "Kamu temani dia disini dulu, kakak mau ke kamar mandi sebentar." Perawat meninggalkan Aliza dan Ayu.


"Istirahatlah," ujar Ayu membantu Aliza berbaring setelah meminum obatnya.


"Lo disini aja, yang lain pasti udah jauh. Nanti lo nggak tau jalan. Izin aja ya, temani gue!" Punya Aliza.


Beberapa saat kemudian,


Semua kelompok sudah kembali ke tenda. Aliza dan Ayu masih berada di tenda bagian kesehatan. Ayu bahkan ikut tidur di sebelah Aliza.


Selang beberapa menit, semua mahasiswa laki-laki dan panitia Hima kembali meninggalkan tenda, untuk mencari keberadaan dua mahasiswa yang tidak ikut kembali ke tenda. Padahal dua mahasiswa yang dicari sedang enak-enaknya tidur di tenda bagian kesehatan.


Ayu terbangun karena goncangan pelan di pundaknya. "Yu, bisa ambilin gue minum. Gue haus." Pinta Aliza yang sudah terbangun.


"Bentar, gue ambil dulu." Ayu keluar dari tenda untuk mengambil minuman yang disediakan di depan tenda.


"Temannya udah baikan?" Tanya perawat


"Masih belum kak. Ayu boleh minta minumnya kak untuk Aliza?"


"Iya boleh, Ambil aja."


"Terus gimana sekarang kak, udah ketemu?" Tanya Ayu yang sedikit kaget mendengar berita tersebut.


"Belum kayaknya. Mereka masih mencari, belum ada yang kembali ke tenda." Jelas perawat.


Ayu mengangguk paham.


"Ayu izin masuk dulu kak. Mau ngasih minum." Menunjuk gelas yang sudah terisi penuh air.


"Lo mau makan za, biar gue ambilin."


"Gue nggak selera makan." Tolak Aliza.


"Makan dikit aja, biar Lo lebih enakan. Daripada perut lo kosong. Makanan tadi pagi kan lo muntahin. " Aliza akhirnya menurut.


"Kak, baiknya Aliza makan apa ya kak?"


"Sup hangat. Kalau nggak kasih dia telur rebus. Itu juga bisa mengurangi rasa mual."


Ayu pamit untuk kembali ke tendanya.


"Ayu," pekik teman kelompoknya saat Ayu memasuki tenda.


"Lo darimana aja?" Tanya teman kelompok yang sudah mendekat padanya.


"Gue dari tenda kesehatan. Emang kenapa?"


"Dari tadi Lo di sana?" Ayu mengangguk.


"Terus, Aliza mana?" Teman kelompoknya gantian bertanya.


"Aliza juga di tenda kesehatan. Dia lagi sakit."


"Lo tau nggak sih, kalian lagi dicariin semua orang."


"Ha, kenapa?" Tanya Ayu heran.


"Kami pikir kalian hilang, soalnya waktu kembali ke sini kalian nggak ada." Terang teman kelompoknya.


"Maaf, gue nggak tau." Ayu merasa bersalah.


"Ponsel lo mana?" Mereka beruntun memberikan Ayu pertanyaan.


"Di tenda."


"Lo nggak ada lihat ponsel?".

__ADS_1


"Ada, tapi cuma sebentar. Gue ikut ketiduran waktu jaga Aliza."


"Tadi lo minta izin sama siapa?"


"Astaga, gue lupa minta izin, gue benar-benar nggak ingat. Tadi gue panik, Aliza muntah-muntah terus. Gue lupa jadinya." Ayu merasa ketakutan karena lalai tidak meminta izin. "Gimana ni?" Tanya ayu cemas.


"Gue kirim ke grup dulu, kalau kalian udah disini."


"Sini gue temani bilang sama Hima," ajak teman kompinya. Ayu menurut.


Tentu saja anggota Hima sedikit marah karena Ayu yang lupa minta izin. Sehingga menimbulkan kecemasan banyak orang yang mengira mereka berdua hilang. Ayu hanya bisa minta maaf atas kelalaiannya.


Usai dari menemui Hima, Ayu segera kembali ke tenda. Memasak telur rebus untuk Aliza. Beruntung persediaan telur mereka masih ada. Namun sayang, persediaan bahan makanan untuk sup tidak ada. Jadinya Ayu hanya menghidangkan nasi dan telur rebus.


Aliza masih terlelap saat dia memasuki tenda kesehatan. Tiba-tiba dia sedikit kaget karena kedatangan Wahyu.


"Kenapa dia?"


"Sakit kak," jawab Ayu.


Flashback end


Wahyu menarik napas lega. Namun, kecemasan masih dirasakannya. Dia lega Aliza tidak hilang, tapi dia cemas melihat Aliza yang terbaring lemah.


Mengusap lembut kepala Aliza. Sebelumnya dia sudah meminta Ayu untuk kembali ke tenda dan istirahat makan siang.


Aliza terbangun karena merasakan pergerakan di kepalanya. Saat membuka mata, pandangannya langsung tertuju pada Wahyu yang sedang tersenyum.


"Kak Wahyu," ucapnya setelah beberapa detik saling pandang dengan Wahyu.


"Sudah bangun?"


"Pertanyaan konyol. Dia nggak lihat apa, gue udah buka mata." Protes Aliza dalam pikirannya. Namun dia tetap menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Wahyu.


"Udah enakan?" Tanya Wahyu lagi. Lagi-lagi Aliza mengangguk.


"Udah makan?" Kali ini Aliza baru menggelengkan kepalnya ke kiri dan kanan.


Wahyu mengambil piring berisi nasi dan telur rebus yang tadi di letakkan Ayu di samping Aliza.


"Ayo, makanlah!"


Aliza mencoba bangkit duduk, Wahyu dengan sigap membantunya.


Memegangi kepalanya yang sakit.


"Kenapa?" Tanya Wahyu saat melihat Aliza memejamkan mata sambil memegang kepalanya.


"Apa yang sakit?" Tanya Wahyu lagi.


"Sakit kepala sedikit kak."


"Mau ke rumah sakit?" Ajak Wahyu.


"Nggak usah kak, cuma sakit kepala biasa."


"Makanlah," Wahyu mencoba menyuapi Aliza.


Dengan sigap Aliza menarik piring dari tangan Wahyu.


"Jangan kak. Aku makan sendiri aja." Tolaknya saat Wahyu yang ingin menyuapi.


"Mau makan yang lain?" Tawar Wahyu.


Aliza menggelengkan kepalanya dengan mulut yang terpaksa mengunyah makanan karena dia benar-benar tidak selera makan.


"Kakak udah makan?"


"Belum. Aku akan menemani mu dulu."


"Aku baik-baik aja. Kakak pergilah, kakak juga harus makan." Paksa Aliza.


"Habiskan dulu makananmu!"


Aliza buru-buru menghabiskan makanan dalam piring walaupun terpaksa dan menahan gejolak dalam perutnya.


"Sudah habis, " Aliza meraih Air minum yang ada di sampingnya.


"Obatnya," Wahyu mengambil obat yang disiapkan perawat tadi.


"Pergilah, Kakak juga harus makan," cicit Aliza setelah minum obat.


"Kenapa kamu terus memaksaku pergi?"


*


*


*


Terima kasih sudah membaca!


Semoga suka..


semangat untuk kita semua...

__ADS_1


__ADS_2