Pacarku, Cinta Monyetku

Pacarku, Cinta Monyetku
Sekarang


__ADS_3

Setelah ponselnya hidup, ada notifikasi tanda pesan masuk dari nomor yang tak dikenal. Dia pun membuka pesan tersebut, lalu membalasnya.


Rio dan teman-temannya yang lain tetap melanjutkan aktivitas mereka sembari mengobrol, dan sesekali memperhatikan Wahyu yang menghentikan makannya dan sibuk pada ponselnya. Mereka tidak sempat mendengar apa yang dibicarakan Wahyu dan Farhan, karena asyiknya mengobrol.


Aliza


Kak Wahyu, ini Aliza. apa nanti kita bisa bicara sebentar?


Wahyu


Bisa. Kamu sekarang dimana?


Terkirim. Tapi, pesannya belum dibaca. Sembari menunggu, dia kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda.


Setelah makanannya habis, dia kembali mengecek ponselnya. Tapi belum ada pemberitahuan kalau pesannya sudah dibaca.


“Farhan,” panggilnya pada Farhan yang sedang minum.


“Apa?” tanya Farhan yang menghentikan aktivitas minumnya.


“Kapan dia nanyain gue sama lo?” tanya Wahyu.


“Waktu lo baru keluar dari HIMA.” Jawab Farhan.


“Berarti udah lama,” gumam Wahyu yang masih bisa di dengar Farhan.


Tanpa pikir panjang, dia kemudian melakukan panggilan ke nomor Aliza. Sudah tiga kali menghubungi, tapi tak kunjung ada jawaban.


Pikirannya pun mulai berlarian. Apa Aliza marah karena tak membalas pesannya. Karena sepengetahuannya dari pengalaman temannya yang pacaran, cewek akan marah kalau pesannya tak dibalas. Dia pun menyangkalnya karena mereka bahkan belum pacaran. Atau apa dia berpikir aku tak mau menemuinya. Aaah, Wahyu merasa frustasi dengan pikirannya sendiri. Dia pun menghubungi Aliza lagi.


Ketika dia sibuk dengan pikiran dan ponselnya, itu tak lepas dari pandangan teman-temannya yang heran melihat Wahyu yang terlihat kebingungan.


***


Sementara itu, Aliza yang baru masuk ke rumahnya, setelah memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


“Aliza udah pulang?” sambut mama Suci yang sedang duduk di depan televisi bersama Jihan yang sedang asyik bermain. sedangkan Zaki belum pulang sekolah.


Aliza hanya melirik sekilas, tanpa menjawab dia langsung masuk ke kamarnya.


Sesampainya di kamar, dia langsung merebahkan tubuhnya ke atas kasur dengan posisi terlentang. Aliza memejamkan matanya, dan tak butuh waktu lama dia langsung masuk ke alam mimpinya.

__ADS_1


***


Setelah tidur selama satu jam lebih, Aliza terbangun karena suara ketukan pintu. Dari luar terdengar suara Bi Mauli yang memanggil Aliza.


“Non Aliza!” panggil bi Mauli”.


“Masuk, Bi!” perintah Aliza. Bi Mauli pun membuka pintu dan masuk ke dalam, lalu menghampiri Aliza yang masih dalam posisi terlentang.


“Maaf bibi telat bangunin, Non. Soalnya tadi bibi ke pasar dulu beli keperluan dapur. “ ujar bi Mauli.


“Iya, nggak papa bi.” Balas Aliza.


“Non mau makan dimana? Biar bibi siapin!” ujar bi Mauli.


“Liza makan di kamar aja, Bi. Tolong sekalian bikin jus jeruk ya, Bi!” pinta Aliza.


“Siap, Non!” jawab Bi Mauli semangat. Dia membalikkan tubuhnya dan keluar dari kamar Aliza, lalu melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuat pesanan nona mudanya.


Tangan Aliza meraih tas yang ada di sampingnya, lalu merogohnya ke dalam untuk mencari ponselnya. Setelah menemukannya, dia langsung menghidupkannya. Ketika menatap layar ponselnya yang hidup, dia langsung membelalakkan mata dan reflek mendudukkan tubuhnya karena terkejut.


Bagaimana tidak terkejut, panggilan tak terjawab dari kak Wahyu yang sempat dia simpan nomornya sebanyak sepuluh kali. Dia tak mendengar ponselnya, karena ponselnya dalam mode senyap yang sempat ia ubah sebelum kuliah dimulai.


“Aduh, bagaimana ini?”gumam Aliza, lalu membuka balasan pesan dari Wahyu. dia pun lebih memilih membalas pesannya, dari pada menelponya kembali.


Aliza


Balas Aliza, baru sedetik terkirim, layar ponsel Aliza menampilkan Wahyu yang menelpon.


“Dia nelpon, gimana nih? Angkat nggak, ya? Kok Gue jadi gugup? ” tanyanya pada dirinya sendiri.


Huff, mengembuskan napasnya pelan. Lalu mengangkat teleponnya dengan menggeser ikon hijau yang muncul.


“Halo!” suara Wahyu yang menghentikan ucapan Aliza.


“Halo, Kak. Ini Aliza. Maaf ta___” belum sempat meneruskan kalimatnya, langsung dipotong oleh Wahyu.


“Kamu sekarang dimana?” tanya Wahyu cepat.


“Lah, gue kan udah bilang di rumah,”


batin Aliza.

__ADS_1


“Sekarang Aliza udah di rumah, Kak. Ka___” lagi-lagi dipotong Wahyu.


“Ini orang, main potong aja. Dia kira ayam potong apa,” batin Aliza kesal.


“Maksudnya alamat rumah kamu


dimana?” Aliza yang mendengar Wahyu menanyakan Alamat rumahnya langsung melebarkan matanya karena terkejut.


“What? Dia mau kesini?”batin Aliza bertanya-tanya.


“Untuk apa, Kak?”tanya Aliza ragu.


“Kita ketemuan sekarang. Aku akan datang ke rumah___” kali ini Aliza yang memotong pembicaraan Wahyu.


“Nggak usah, Kak.” Bantahnya cepat. dia langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


“Kenapa?” tanya Wahyu keheranan.


“Maksudnya, Aliza takut ngerepotin kakak. Kalau kakak ada waktu besok___” lagi-lagi pembicaraannya dipotong oleh Wahyu.


“Kita ketemuan sekarang! Kalau besok ceritanya beda lagi.” Ucap Wahyu memaksa.


“Pemotong, pemaksa, lalu ceritanya beda, beda apaan?” rutuk Aliza kesal dalam hati.


“Saya tinggal di jalan Y, Kak. Kita ketemuannya di kafe 01 dekat jalan Y aja, Kak. “ Jawab Aliza sesopan mungkin, walaupun dalam hatinya menggerutu.


“Oke, aku ke sana sekarang!” ucap Wahyu, lalu mematikan sambungan teleponnya.


Walaupun dalam hatinya menggerutu dan memaki Wahyu, tapi Aliza tetap bersedia untuk bertemu sekarang. Kalau bisa menolak, dia juga nggak mau ketemuan sekarang. Turun dari kasur lalu menuju lemari, untuk mengambil baju ganti karena baju yang dipakainya kelihatan kusut karena dibawa tidur.


Sebelum mengganti bajunya, dia terlebih dahulu ke kamar mandi. Untuk menyegarkan wajahnya sehabis bangun tidur, dan menyegarkan pikirannya karena kesal.


*


*


*


Jangan lupa like dan komen!


Maaf kalau jarang update. karena lagi sibuk kuliah.

__ADS_1


Terima Kasih sudah membaca!


__ADS_2