Pacarku, Cinta Monyetku

Pacarku, Cinta Monyetku
Ingin Lihat Dia


__ADS_3

Ruangan Kelompok A


Para maba nampak sedang latihan, sesuai dengan perannya masing-masing. Latihan drama, puisi, nyanyi, dan dance. Aliza juga nampak tengah sibuk latihan dance. Karena kerja keras mereka dalam latihan, semua gerakan dance sudah mereka kuasai. Tinggal kekompakan saja yang masih kurang.


“Kita istirahat dulu, yuk! Nanti lanjut lagi!” Seru Aliza pada teman dance-nya.


Mereka pun duduk berselonjor di atas lantai, ada yang sedang minun. Ada yang mengipaskan tangannya karena merasa gerah kena keringat.


Aliza kini duduk berselonjor sambil bersandar pada dinding dan memejamkan matanya. Untuk menghilangkan rasa letih yang tengah menyelimuti badannya.


“Syafi...” Rangga mendekati dan memanggilnya, tapi tak ada jawaban dari mulutnya.


“Sya..”


“Syafi, Sapi, Syafi, Sapi,” Seru Rangga berulang-ulang di telinga Aliza. Dia kini tengah duduk di samping Aliza.


Aliza membulatkan matanya karena terkejut dan menoleh ke samping, menatap Rangga dengan tajam. Tadi dia sempat tertidur. Setelah mendengar suara bising di telinganya, dia langsung terbangun karena terkejut.


“Rangga,,,” teriak Aliza kesal. Saking kencangnya, yang lain menoleh ke arah mereka.


Seketika suasana menjadi hening. Aliza yang merasa heran karena tiba-tiba hening pun menoleh, dan merasa terkejut karena semua mata menatap ke arah mereka. Dia pun hanya tersenyum kikuk sembari menyikut lengan Rangga, memberi kode agar dia memberi penjelasan.


“Maaf, ada kesalahpahaman. Kalian lanjut latihan saja!” imbuh Rangga tersenyum, peka dengan kode yang diberikan Aliza. mereka pun kembali melanjutkan latihan. Namun, ada juga yang berbisik-bisik, sembari terus melihat ke arah Rangga dan Aliza.


“Lo sih.” Gerutu Aliza kesal sembari menatap Rangga tajam.


“Hehehe, maaf.” Ucap Rangga sedikit tertawa dan mengatupkan kedua tangannya menampilkan wajah memelas. Aliza hanya bisa mendesis karena kesal.

__ADS_1


“Mau minum nggak?” tawar Rangga pada Aliza.


“Mau.”Jawab Aliza singkat. Rangga memberikan botol minuman yang tadi ada di tangannya. Aliza langsung meneguk minuman tersebut, hingga tersisa setengahnya.


“Lo, nggak latihan?” tanya Aliza sembari melihat ke arah maba yang latihan drama.


“Belum peran gue.” Jawab Rangga yang juga menatap mereka yang latihan drama.


“Dance kami, gimana? Bagus nggak?” tanya Aliza sembari menatap Rangga di sebelahnya.


“Bagus! Gue suka.” Jawab Wahyu tersenyum dan menatap balik Aliza. Aliza pun membalasnya dengan memperlihatkan senyum manisnya.


“Rangga,,,” panggil seseorang. Dia menoleh ke sumber suara dan mengerti maksud panggilannya, yang mengisyaratkan untuk latihan.


“Gue latihan dulu, ya!” seru Rangga dan di jawab anggukan oleh Aliza. Dia pun berlalu menuju arah suara yang memanggilnya tadi.


Ketika semuanya sibuk latihan, Wahyu dan Rio masuk ke ruangan mereka. Wahyu yang baru masuk, menatap setiap isi ruangan, seperti mencari seseorang. Setelah pandangannya bertemu dengan yang dicari, terbitlah senyum tipis di bibirnya.


Farhan yang melihat kedatangan mereka pun menghampirinya.


“Hei, ada apa?” tanya Farhan pada Wahyu dan Rio.


“Lagi sibuk, ya?” di jawab dengan pertanyaan kembali oleh Rio.


“Seperti yang dilihat. Gue sih cuma nengok aja. Yang sibuk tuh, mereka.” Seru Farhan sembari menunjuk maba yang sedang latihan dengan dagunya.


“Kalian mau nyampai kan pengumuman?” tanya Farhan terkait alasan mereka mengunjugi ruangan kelompok A.

__ADS_1


“Nggak, kita Cuma mau nengok aja.” Wahyu akhirnya buka suara, setelah dari tadi diam sembari memperhatikan Aliza yang sibuk latihan dance. Farhan pun hanya menjawab dengan ber-oh-ria.


Dila dan Anggi yang dari tadi sibuk membimbing maba latihan drama mendekat ke arah Wahyu, Rio, dan Farhan.


“Hai!” Sapa Dila dan Anggi sembari tersenyum.


“Hai!” Balas Rio dan Wahyu.


“Kalian mau lihat mereka latihan?” tanya Dila. Dila tadi sempat mendengar pembicaraan mereka. Karena jarak mereka berdiri dengan posisi latihan dance berdekatan.


“Yap, betul sekali!” Rio mengacungkan jempol kanannya.


“Gue mau lihat yang dance dulu.” Seru Wahyu sembari melangkahkan kakinya.


“Tunggu, gue ikut.” Seru Rio sembari mendekat ke arah Wahyu yang sudah berjalan beberapa langkah.


“Cie, cie lo mau nengok siapa nih? Tumben banget mau lihat cewek-cewek. Biasanya kan cewek-cewek dulu yang lihatin lo.“ Ledek Rio sembari menyikut lengan Wahyu. Yang diledek hanya diam saja, tanpa ada niat untuk menanggapi ledekan sahabatnya itu.


*


*


*


Jangan lupa like dan komen!


Terim kasih sudah membaca!

__ADS_1


__ADS_2