Pacarku, Cinta Monyetku

Pacarku, Cinta Monyetku
Lomba


__ADS_3

Ketika Aliza menuruni tangga, dia berpapasan dengan mama Suci yang ingin menaiki tangga.


“Aliza, kamu udah turun? Mama baru mau manggil kamu buat makan malam.” Ucap mama Suci seraya tersenyum manis.


“Oh.” Ucap Aliza cetus. Dia berlalu mendahului mama Suci. Di sana sudah ada papa Ridwan yang duduk di tengah antara kursi sebelah kiri dna sebelah kanan.


“Papa,” sapa Aliza tersenyum. Papa Ridwan hanya membalasnya dengan tersenyum tipis.


Mereka makan malam dalam keheningan. Tanpa percakapan. Mereka lebih fokus pada pikiran masing-masing. Kadang-kadang hanya terdengar celotehan dari Zaki, yang mengajak Aliza bicara. Aliza hanya membalasnya singkat. Sedangkan Jihan, sudah tidur dari tadi.


Selesai makan, Aliza langsung naik ke kamarnya. Dia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang terasa capek, karena seharian latihan dance.


***


Hari terakhir OSPEK,


Pagi ini akan diadakan lomba bakat di ruangan pementasan seni, yang sudah dipinjam oleh pihak HIMA. Karena tidak memungkinkan mengadakan lomba di tengah lapangan yang panas.

__ADS_1


Para kelompok masih berada di ruangan masing. Mereka masih sibuk untuk latihan sebentar sebelum lomba dimulai. Begitu juga dengan kelompok Aliza, mereka nampak bersemangat untuk latihan.


Beberapa menit kemudian,


Lomba akhirnya dimulai. Acara pertama kata sambutan dari dekan. Kedua, kata sambutan dari para dosen yang dipilih sebagai juri untuk menyampaikan beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam perlombaan tersebut, lalu kata sambutan dari ketua HIMA. Sebelum memulai perlombaan setiap kelompok, harus mengambil nomor urutan tampil terlebih dahulu.


Kelompok A dapat nomor urut 2, kelompk B nomor urut 1. Kelompok C nomor urut 5, kelompok D nomor urut 3, dan kelompok E nomor urut 4.


Lomba pun dimulai dari kelompok B. Tidak jauh berbeda dengan kelompok A, mereka hampir memiliki konsep yang sama. Bedanya saja, mereka tidak menampilkan bakat dance. Pemilihan judul ceritanya juga berbeda.


“Siap-siap. Habis ini giliran kelompok kita.” Ucap kak Dila.


“Teman-teman semua, kita harus semangat, ya.” Rangga memecahkan ketegangan. Mereka pun serentak menjawab “Semangat.” Dengan mengepalkan tangan mereka.


Akhirnya giliran kelompok A. Pertama mereka mempersembahkan drama Cinderella. Ketika pertemuan putri dan pangeran, ditampilkan bakat nyanyi dengan lagu romantis yang dibawakan oleh Aldi dan Clara. Ketika mencapai akhir cerita, menampilkan bakat puisi yang juga romantis, yang dibawakan oleh Alya.


Setelah drama selesai, tibalah giliran bakat dance yang dibawakan Aliza dan teman-temannya. Mereka nampak semangat dan kompak dalam setiap gerakannya. Hal ini tak luput dari pandangan Wahyu, yang hanya fokus pada Aliza yang tampak cantik karena dihiasi make up. Sebelum memulai lomba, mereka sempat menghiasi diri terlebih dahulu, agar terlihat lebih menarik.

__ADS_1


Wahyu yang duduk dibarisan depan bersama rekan lainnya. Tepatnya, bersebelahan dengan tempat duduk dosen yang ikut menghadiri.


“Woy, lo kerasukan?” Rio mengagetkan Wahyu yang sedari tadi tersenyum. Sepeti biasa, dia hanya dikacangin oleh Wahyu. Dia hanya bisa membuang napas kasar, dan lanjut melihat pertunjukan di depannya.


Semua kelompok sudah menampilkan bakat masing-masing. Dengan pemilihan konsep yang hampir sama. Hingga tibalah saatnya pengumuman juara. Semua kelompok, sangat penasaran dan berdebar menantikan momen ini. Walaupun hanya lomba kecil-kecilan, namun mereka sudah diberikan kesempatan untuk memperlihatkan bakat yang mereka miliki.


Juara satu diraih oleh kelompok D, tepatnya itu adalah kelompok Amila dan yang lainnya. Juara dua diraih oleh kelompok A, yaitu kelompok Aliza. Lalu juara ketiganya, diraih oleh kelompok E.


Semuanya sudah menampilkan yang bagus, hanya saja semua tergantung dengan pemilihan juri. Juri yang lebih berhak dan tahu siapa yang cocok jadi pemenang.


*


*


*


Jangan lupa like dan komen!

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca!


__ADS_2