
“Ayo pacaran denganku!” ucap Wahyu tiba-tiba.
Aliza terbengong mendengar ucapan Wahyu. Mengedipkan kedua mata dengan cepat untuk menghilangkan keterkejutannya.
Menatap dalam mata Wahyu.
“Kakak,,,” ucapnya terhenti.
“Ayo pacaran denganku.” kata-kata itu terngiang ditelinga Aliza.
“Dia ngajak orang pacaran atau bermain? Tidak ada romantis-romantisnya.” Pikir Aliza.
“Kenapa diam?” tanya Wahyu.
“Kakak jangan buat masalah. Nanti pacar kakak tambah salah paham.”
“Astaga. Aku udah bilang. Aku nggak punya pacar. Aku bahkan nggak terlalu mengenal perempuan itu. Bicara pun cuma satu atau dua kata, itu pun kalau ada yang penting.” Wahyu yang terlihat jengkel karena Aliza tidak mempercayai kata-kata yang sudah diungkapkannya tadi.
“Terus, kenapa dia datangi gue?” tanya Aliza yang ikut kesal.
“Kamu nggak usah dengerin apa yang dia omongin. Dia cuma orang iseng.”
“Dia begitu pasti karena suka kakak. Fans kakak kan banyak.”
“Hei kenapa jadi membicarakan orang, kamu belum jawab yang tadi.”
“Kalau aku jawab nggak mau.”
“Kamu,,, kenapa jawabnya nggak dipikir dulu.”
“Kalau dipikir-pikir dan aku tetap nggak mau, gimana?”
Wahyu yang kecewa mendengar penolakan Aliza, memilih menyandarkan kepalanya ke kursi kemudi. Menutup matanya sejenak. Dia keluar dari mobil, melangkahkan kakinya masuk ke restoran meninggal Aliza seorang diri di dalam mobil yang sedang terparkir.
“Kak,” panggil Aliza saat Wahyu turun dari mobil.
Mengguyur rambutnya ke belakang. Bingung, melihat Wahyu yang dingin padanya.
“Gue pulang sendiri atau gimana nih?” bingung sendiri.
Aliza pun ikut keluar dari mobil. Memilih menunggu Wahyu dari luar. Wahyu keluar dari restoran sembari membawa paper bag.
“Masuklah,” Ucap Wahyu tanpa menoleh ke arah Aliza.
“Ini ambillah, berikan untuk teman-temanmu. Mereka sudah lama menunggu.” Memberikan paper bag. Aliza lantas menerima dan meletakkan dia pangkuannya.
Wahyu melajukan mobilnya menuju rumah Aliza.
“Makasih makanannya kak, aku masuk dulu.” pamit Aliza setelah sampai di depan gerbang rumah.
Setelah Aliza keluar, wahyu langsung melajukan mobilnya.
***
“Gue bawa makanan.” Ucap Aliza saat sudah masuk ke dalam kamarnya. Tidak ada tanggapan dari teman-temannya.
“Kenapa kalian diam aja?” tanya Aliza. Masih tidak ada yang mau menjawab.
“Kalau mau langsung ambil aja, gue mau mandi dulu.” meletakkan paper bag yang dibawa ke atas meja sofa.
Selesai mandi, Aliza melihat teman-temannya masih di tempat yang sama. Dia mendekat pada Hilya yang duduk di sofa.
“Hei, kalian kenapa?” Teriak Aliza
“Oh, udah pulang.” Sahut Amila tanpa melihat ke arah Aliza.
“Kalian kenapa sih?” tanyanya kesal.
“Udah siap pacarannya?” tanya Amila.
“Siapa yang pacaran?”
“Masih mengelak ya,” mendekat ke sofa, diikuti Nisa dan Ayu.
“Jadi ceritanya mau nyuap nih?” membuka paperbag. Mengambil dan memakannya.
Mereka semua kini memakan burger yang sudah di belikan Wahyu.
__ADS_1
“Lo pacaran sama kak Wahyu?” tanya Amila.
“Nggak lah, kalian dengar dari mana? Kak Wahyu aja baru nembak tadi.”
“Serius lo? Terus pacar kak Wahyu gimana?” tanya Amila.
“Kata kak Wahyu dia nggak punya pacar, cewek yang kemaren itu mungkin fans kak Wahyu.” jelas Aliza.
“Sekarang kalian udah pacaran dong?” tanya Hilya.
“Nggak, gue nolak dia.”
“Gila lo. Kak Wahyu yang ganteng aja lo tolak.”
Amila yang tidak habis pikir.
“Kenapa lo nolak Kak Wahyu?” tanya Nisa.
“Kita masih maba. Gue nggak mau buat masalah dulu. Kalian tau kan, fans kak Wahyu itu banyak.”
“Kan lo nggak salah. Apa urusan sama mereka kalau kak Wahyu suka ama lo.” Ucap Hilya.
“Ngeri gue. Kemaren aja baru satu yang datangin gue. Nggak kebayang kalau semua fans nya datangin gue.” Aliza bergidik ngeri.
“Kalian kan bisa pacaran diam-diam.” Usul Ayu.
Aliza terdiam mendengar usulan Ayu. Benar juga ya, mereka kan bisa pacaran diam-diam. Tapi, yang jadi masalahnya, bagaimana perasaan Aliza terhadap Wahyu. Dia masih meragukan itu.
Usai menghabiskan burger, mereka semua memilih menonton di laptop. Menonton sembari memakan cemilan yang mereka beli tadi. Mereka bahkan tidak ikut makan malam karena merasa kekenyangan. Mama suci datang ke kamar dengan membawa Jihan dan Zaki. Mereka bermain sebentar sampai Jihan yang mengantuk.
Mereka melanjutkan acara menginap bersama dengan bercerita dan bergosip. Disertai dengan suara tawa yang memecah kamar jika ada hal yang lucu menurut mereka.
Mereka bahkan baru tidur saat jam yang sudah menunjukkan 00.45 WIB.
***
Hari ini, para mahasiwa baru akan berkumpul kembali. Ada pengumuman yang akan diberikan HIMA.
Saat ini, Rio selaku wakil ketua HIMA sedang menyampaikan pengumuman dengan suara lantang menggunakan mic.
“Besok semua mahasiswa baru akan mengadakan kegiatan K3MB (Kegiatan Keakraban dan Kekompakan Mahasiswa Baru). Kalian semua akan menginap selama 2 hari di sana. Mulai hari ini, kalian diharapkan menyiapkan segala keperluan yang akan dibawa. Seperti tenda tempat kalian tidur, selimut, atau makanan. Untuk kegiatan yang akan dilaksankan, sudah kami bagikan di grup khusus mahasiswa baru. Pembagian kelompok juga sudah kami bagikan di grup begitu juga dengan pengumuman lainnya. Silahkan lihat di ponsel masing-masing, dan segera persipakan segera keperluan kalian. Jika masih ada yang ragu, silahkan bertanya!”
Berkumpul bersama kelompok untuk membincangkan peralatan yang akan mereka siapkan.
Sayangnya, Aliza hanya sekelompok dengan Ayu. Tidak dengan teman-teman lainnya. Mereka semua terpisah, tidak ada yang satu kelompok. Hilya masuk anggota kelompok 1, Aliza dan Ayu masuk anggota kelompok 2. Rangga dan Nisa masuk kelompok 4, sedangkan Amila masuk kelompok 5.
Keesokan harinya
Para mahasiswa baru sudah berkumpul di kampus. Mereka semua akan berangkat menggunakan bus. Tiga bus besar sudah menunggu di kampus.
Sebelum berangkat, panitia HIMA terlebih dahulu menetukanan bus yang akan digunakan tiap kelompok
Kelompok 1 dan kelompok 2 menggunakan bus yang sama. Beberapa panitia HIMA juga ikut masuk ke dalam bus tiap kelompok guna untuk mengawasi mereka.
“Hilya,” panggil Aliza saat mendekat ke arah Hilya yang sedang berdiri di samping bus.
“Kita nggak satu kelompok,” ucapnya sedih sambil merangkul lengan Hilya.
“Lo kan satu kelompok sama Ayu.”
“Iya, tapi kurang seru kalau nggak ada kalian.” Menyandarkan kepalanya di pundak Hilya.
“Kita duduk sebelahan ya!” ajak Aliza pada Hilya.
“Oke, tapi Ayu gimana?”
“Oh iya, yu nggak apa-apa kan kalau gue duduk bareng Hilya?”
“Iya, nggak apa-apa.’ Ucap Ayu.
“Lo tenang aja, nanti gue cariin teman sebangku lo.” Mengelus lengan Ayu.
Beberapa menit kemudian, mahasiswa baru diarahkan untuk masuk ke dalam bus yang sudah ditentukan.
Aliza dan Hilya duluan masuk, meninggalkan Ayu di belakang mereka.
“Gue lihat Ayu dulu,” melirik ke belakang, mencari keberadaan temannya itu.
__ADS_1
“Oh itu dia,” menunjuk Ayu yang duduk di lima bangku dari tempat duduk mereka. Melambaikan tangan saat Ayu menoleh ke arahnya. Kembali duduk di sebelah Hilya.
Selama perjalanan merek berdua asyik berbincang.
Setelah tiga jam perjalanan, mereka akhirnya tiba di lokasi tujuan. Desa asri yang lumayan jauh dari perkotaan. Mereka mengeluarkan semua barang-barang dari dalam bus. Membawanya ke tempat yang dikelilingi gunung dan pepohonan. Untungnya tempat tersebut tidak terlalu jauh dari rumah warga.
Mereka mulai berkumpul bersama kelompoknya. Memasang beberapa tenda tempat mereka istirahat.
Selesai membuat tenda dan merapikan semua barang bawaan, mahasiswa baru dipersilakkan untuk beristirahat selama dua puluh menit.
Waktu istirahat yang sudah habis, mahasiswa baru kembali berkumpul membahas kegiatan selama mereka K3MB.
Kegiatan mereka yang pertama adalah lomba memasak. Bahan-bahan masak sudah disiapkan mahasiswa baru sebelum berangkat.
Tiga orang sebagai perwakilan tiap kelompok akan ikut lomba memasak. Kemaren, mereka sudah menyusun siapa saja yang akan ikut lomba.
Perlombaan sudah dimulai. Tiga dosen yang datang ke lokasi dijadikan sebagai juri untuk menilai hasil masakan dari tiap kelompok.
Ayu, sebagai salah satu perwakilan kelompok dua. Dia yang ternyata memiliki kemampuan memasak. Sedangkan Aliza hanya sebagai sebagai pendukung untuk menyemangati kelompoknya.
Anggota HIMA yang ikut meramaikan sebagai penonton, termasuk Wahyu yang juga ikut menyaksikan perlombaan yang sedikit menegangkan. Bagaimana tidak, para peserta berlomba untuk membuat sebuah masakan dengan durasi waktu yang sudah ditentukan. Hanya 20 menit kesempatan mereka untuk membuat masakan yang enak.
Wahyu sedang berbincang dengan Shinta. Hal itu tidak luput dari penglihatan Aliza.
Wahyu terlihat sesekali tersenyum mendengar ucapan Shinta, sembari melihat para peserta lomba.
Aliza terus memperhatikannya, sampai akhirnya Wahyu memutar kepalanya ke kanan. Tatapan mereka bertemu. Aliza lantas menarik kedua sudut bibirnya. Tersenyum ke arah Wahyu yang sedang menatapnya. Senyuman yang menghias bibirnya seketika sirna.
Tanpa membalas senyum Aliza, dia buru-buru memutuskan kontak mata mereka. Kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kak Wahyu benar-benar marah?" batin Aliza.
Sejak terjadinya penolakan yang dilakukan Aliza, pria itu tidak pernah lagi mengiriminya pesan. Sudah terhitung 2 hari.
***
Lomba memasak telah usai. Makanan pun sudah dicicipi oleh dosen yang bertugas sebagai juri untuk menilai hasil masakannya. Pemenangnya pun sudah di tentukan oleh para juri. Namun, belum diumumkan.
Untuk pengumuman pemenang akan diberitahu saat semua lomba sudah usai dilaksanakan.
Semua mahasiswa baru kini beristirahat di tenda masing-masing. Lomba selanjutnya akan diadakan setelah makan siang.
"Habis makan temanin gue ke kamar mandi ya yu, mau pipis." Bisik Aliza.
Mereka kini tengah melahap nasi goreng yang baru saja mereka masak bersama.
"Kamar mandinya dimana za? Disekeliling kita cuma ada pohon."
"Oh iya ya. Terus kalau mau pipis atau mandi dimana?
"Nad, kalau mau pipis dimana ya?" Tanya Aliza pada teman sekelompok yang duduk disebelahnya.
"Kata yang lain sih di sungai za. Tapi gue juga nggak tau sungainya dimana. Nanti kita bareng ya perginya."
Usai menanyakan keberadaan sungai, mereka langsung melangkahkan kakinya ke arah yang ditunjuk temannya tadi.
Beberapa saat kemudian,
Lomba selanjutnya sudah diadakan, yakni lomba lari estafet. Aliza dengan semangat mengikuti lomba sebagai perwakilan kelompoknya. Usaha yang tidak sia-sia, kelompoknya masuk tiga besar lomba lari estafet.
Untuk sore ini kegiatan mereka sudah usai.
Kegiatan selanjutnya akan diadakan nanti malam.
*
*
*
Terima Kasih Sudah Membaca!
Semoga suka.....
Semoga di tahun 2022 ini, kita semua menjadi pribadi yang lebih baik dan dilancarkan rezekinya. Aamiin
Semangat untuk kita semua!!!
__ADS_1
😊🥰