Pacarku, Cinta Monyetku

Pacarku, Cinta Monyetku
Diskusi


__ADS_3

Aliza akhirnya kembali ke ruangan kelompok A, walaupun diinterogasi sebentar. Namun masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama kelompoknya.


Aliza memperkenalkan dirinya di depan teman- teman kelompoknya. Karena hanya dia yang belum memperkenalkan diri. Setelahnya, mereka berdiskusi tentang bakat yang akan ditampilkan dalam perlombaan bakat antar kelompok.


“Kak, bagaimana kalau kita nampilin drama aja?” pendapat salah seorang maba.


“Hmmm, itu bagus juga. Kalau menurut yang lain gimana?” kak Anggi mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Sebelumnya para senior juga sudah memperkenalkan dirinya.


“Kak, gimana kalau kita pake konsep drama. Tapi di drama nanti ada pembacaan puisi atau nyanyian.” maba yang lain ikut berpendapat.


“Kakak sih ikutin kalian aja. Menurut kakak konsep itu juga bagus.” tutur kak Dila lainnya.


“Kak, kalau nanti ditambah dengan adanya dance, gimana kak? Soalnya saya sedikit bisa dance.” seru Aliza sembari melebarkan senyumnya.


Aliza sangat menyukai dance dan dia pun sangat pandai dance. Bahkan dia sering mengikuti lomba ketika sekolah. Kebetulan Aliza juga penyuka k-pop.


“Bagus itu, yang lain gimana?” tutur kak Anggi.


“Setuju!” sahut yang lain serempak.


“Oke, berarti kita akan menampilkan bakat drama yang di dalamnya ada puisi, nyanyian, dan dance.” seru kak Farhan.


Akhirnya, dari hasil diskusi, kami akan menampilkan drama tentang dongeng Cinderella. Nanti di ******* cerita akan menampilkan puisi dan nyanyian. Di akhir cerita akan menampilkan dance. Segala sesuatu yang dibutuhkan dalam drama juga sudah dibahas. Yang akan berpartisipasi dalam drama, puisi dan dance.


***


Setelah selesai diskusi, para maba di persilahkan untuk istirahat dan makan siang. Setelah makan siang, akan berkumpul kembali untuk latihan.


“Akhirnya istirahat juga. Yang lain kemana ya?” batin Aliza yang tengah duduk di kantin kampus sembari menunggu teman-temannya.


“Dor.” seru seseorang yang mengagetkan lamunan Aliza.

__ADS_1


“Aaaaah.” teriak Aliza yang terkejut karena seseorang mendorong pundak Aliza. maba yang lain pun menoleh ke arahnya. Aliza hanya bisa tersenyum tipis dalam merespon mereka.


“B******* lo. ngagetin orang aja. kalau gue jantungan gimana?” ketus Aliza kesal.


“Hahahah, maaf deh. Habisnya muka lo serius amat. Kayak orang nahan BAB, Haha.” Amila tertawa senang karena berhasil ngerjain Aliza.


“Sialan lo. Muka cantik gini dibilang nahan BAB. Lo kali yang nahan BAB.” saut Aliza dengan nada tinggi. Sehingga maba lain yang mendengarpun kembali menoleh ke arah mereka.


“Sialan lo. Suara lo kecilin dong. Orang-orang pada nengok kan.” seru Amila yang merasa malu karena dilihat banyak orang.


“Biarin, weeek.” ketus Aliza menjulurkan lidahnya ke arah Amila.


“Woy, kok pada ribut sih?!” saut Hilya yang baru tiba bersamaan dengan Nisa.


“Tau tuh, si Amila lagi nahan BAB.” seru Aliza seraya tertawa.


“ Bukan gue, tapi lo.” ucap Amila menatap Aliza kesal.


“kalian udah pesan makan?” tanya Nisa yang membuka suara


“Biar gue pesenin. Kalian menu kayak biasa kan?” ucap Nisa seraya berdiri dan yang lainnya menganggukkan kepala tanda setuju yang diucapkan Nisa.


.-


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan mereka datang. Mereka pun melahap makanan masing-masing.


“Syafi.” seru Rangga mendekat ke arah Aliza dan teman-temannya.


“Eh, Rangga. Sini duduk!” Aliza menoleh dan mempersilahkan Rangga duduk di sebelahnya.


Teman-teman Aliza mengernyit dahi karena merasa heran mendengar panggilan Rangga pada Aliza. Mereka semuanya kebingungan.

__ADS_1


Hilya menyenggol bahu Aliza dengan bahunya. Untuk meminta penjelasan. Aliza mengerti maksud sahabatnya.


“ga, kenalin ini teman-teman gue.” Aliza memperkenalkan teman-temannya satu persatu.


Begitu juga dengan Rangga memperkenalkan dirinya di depan teman-teman Aliza sembari mengulurkan tangan dan menepiskan senyuman.


“Kok lo manggil Aliza dengan nama Syafi?” tanya Amila penasaran.


“Suka aja, lucu. Kayak nama Sapi jadinya.” sahut Rangga diiringi tertawa kecil.


"Awas aja kalo lo plesetin jadi Sapi. gue kubur lo hidup-hidup!" ucap Aliza kesal dengan melototkan matanya ke arah Rangga, yang dibalas dengan tertawaan dari mulut rangga.


“Cie, cie. Suka sama apanya nih? suka sama namanya atau sama orangnya?” Hilya ikut menimpali seraya tersenyum mengejek ke arah Aliza.


“Apaan sih lo. Maaf ya ga. Teman-teman gue emang kayak gini. Kadang suka lupa minum obat.” Seru Aliza dengan melototkan matanya ke arah Aliza.


“Yeee, obat apaan” Amila yang mulai kesal.


Rangga pun terkekeh mendengar pertengkaran kecil Aliza dan teman-temannya.


“Lo satu kelompok ya sama Aliza?” tanya Nisa Pada Rangga.


“Yap, betul sekali!” ucap Rangga mengacungkan jempolnya.


“Lo nggak makan ga?” tanya Aliza, karena Rangga yang tak membawa makanan.


“Itu lagi diambilin.” ucap Rangga


Makanan Rangga tiba. Mereka kembali melahap makanan masing-masing yang tadi sempat tertunda. Karena mereka tak enak hati untuk makan duluan, sementara makanan Rangga belum datang.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya😊!


Terima kasih sudah membaca!


__ADS_2