Pacarku, Cinta Monyetku

Pacarku, Cinta Monyetku
Gagal Bertemu


__ADS_3

“Eh, tunggu dulu!” seru Hilya ketika mengingat sesuatu, sembari menghentikan langkahnya.


“Apa?” tanya Aliza setelah menghentikan langkahnya.


“Kita mau cari kemana? Emang dia kuliah hari ini? Lo tahu nggak dia kuliah di ruangan mana? Kalau dia nggak kuliah, kita cari dimana?” tanya Hilya beruntun.


“Oh iya ya, gue juga nggak tahu,” lirirh Aliza.


“Ya ampun, lo punya no telepon kak Wahyu?” tanyanya lagi.


“Nggak ada,” jawab Aliza sembari menggelengkan kepalanya.


Seketika mereka berdua terdiam dengan pikiran masing-masing.


“Kita cari ke ruangan HIMA aja, gimana?” ajak Aliza. Dan dijawab anggukan oleh Hilya.


Mereka pun kembali melangkahkan kaki mereka yang sempat terhenti untuk menuju ruangan HIMA.


***


“Permisi kak!” seru Aliza ketika sampai di pintu ruangan HIMA yang terbuka.


“Iya, ada apa?” tanya Farhan sembari melangkah mendekati Aliza dan Hilya.


“Eh, Kak Farhan.” Sapa Aliza sembari tersenyum.


“Kami mau mencari kak Wahyu, Kak. Apa kak Wahyu ada di sini?” Sambungnya.


“Wahyu kayaknya lagi kuliah, za.” Balas Farhan.


“Kalau boleh tahu, kak Wahyu kuliah di ruangan mana, Kak?” tanya Aliza.


“Kakak juga nggak tahu.Tadi dia sempat ke sini, terus pergi lagi, karena ada jadwal katanya.” jawab kak Farhan.


“Boleh minta nomor teleponnya kak Wahyu, Kak?”Hilya ikut menimpali.


“Boleh, sebentar...” Farhan mengeluarkan Ponsel yang ada di saku celananya, lalu mencari kontak dengan nama Wahyu. Farhan satu angkatan dengan Wahyu, tapi beda kelas.

__ADS_1


“Ponsel lo,” bisik Hilya pada Aliza, yang tak bergerak mengambil ponselnya.


“Catat nomornya!” Bisik Hilya sedikit kesal. Aliza pun mengeluarkan ponselnya, lalu mengetik nomor yang disebutkan kak Farhan.


“Terima kasih, Kak. Kami permisi dulu!” pamit Aliza dan Hilya.


Mereka berdua meninggalkan ruangan HIMA, lalu duduk di kursi yang tak jauh dari ruangan HIMA.


“Coba lo hubungin kak Wahyu dulu?” perintah Hilya.


“Dia kan lagi kuliah, hil.” Ucap Aliza.


“Kan bisa lo chat. Emang lo pikir ponsel hanya untuk telepon doang,” ucap Hilya kesal


Aliza mulai mengetikkan pesan untuk ditujukan pada Wahyu, melalui aplikasi whats***.


Aliza


Kak Wahyu, ini Aliza. apa nanti kita bisa bicara sebentar?


Terkirim. Setelah menunggu beberapa menit, pesannya tak kunjung dibaca.


“Dia kan kuliah, kita pulang aja, yuk!” pinta Hilya.


“Terus, kapan dong gue ngomongnya sama kak Wahyu?” tanya Aliza.


“Kan bisa besok, za. Kalau kak Wahyu balas pesannya, lo bilang aja kalau udah pulang! ” seru Hilya sembari bangun dari duduknya.


“Ya udah, deh.” Aliza pun bangkit dari berdirinya.


Mereka berdua beranjak menuju parkir. Setelah sampai di parkir, mereka segera menaiki mobil masing-masing dan mengendarainya untuk pulang ke rumah.


***


Selesai kuliah, Wahyu langsung ke kantin bersama Rio dan teman lainnya. Ketika hendak memesan makanan, Wahyu dipanggil oleh seseorang.


“Wahyu..” sapa Farhan.

__ADS_1


“Hei, bro. Mau makan juga?” tanya Wahyu..


“Ya iyalah mau makan, masa mau mandi.” Celetuk Farhan.


"Sendiri?" tanyanya lagi, sembari memperhatikan Farhan yang memang sendiri.


"Gue kan jomblo." celetuk Farhan sembari tersenyum.


Wahyu memesan beberapa makanan untuknya dan teman-temannya. Dia juga langsung memesan makanan untuk Farhan, lalu mengajaknya untuk duduk bersama teman-temannya yang sudah duduk sedari tadi.


Mereka menunggu pesanan datang sembari mengobrol dan bercanda. Setelah menunggu beberapa menit, pesanan mereka datang, lalu melahapnya.


“Oh iya, tadi ada adik kelas yang nyariin lo?” ucap Farhan menghentikan makannya.


“Siapa?” tanya Wahyu sembari mengunyah makannya tanpa menatap ke arah Farhan yang duduk di sampingnya.


“Aliza,” ucap Farhan, yang memang sudah mengetahui nama Aliza semenjak OSPEK. Wahyu yang mendengarnya langsung menghentikan aktifitas makannya.


“Siapa?” Mencoba memastikan lagi.


“Aliza, kalau gue nggak salah sih. Tadi dia juga minta nomor telepon, lo.” Balas Farhan lalu kembali menyuap makanannya.


“Terus lo kasih?” tanya Wahyu dengan raut wajah yang tak dapat diartikan.


“Iya, Gue kasih lah.” Ucap Farhan sembari mengunyah makanannya.


" Emangnya dia ada urusan apa sama lo?" tanya Farhan lagi.


Wahyu tak menjawab pertanyaan Farhan, dia langsung mengecek ponselnya, meraba saku celananya, tapi dia tak menemukan ponselnya.


Lalu dia pun mencari ponselnya dalam tas. Setelah menemukannya, dia kemudian menghidupkan ponselnya yang mati sedari tadi. Dia memang biasa mencharge ponselnya dalam keadaan mati. Setelah ponselnya hidup, dia pun menerima banyak notifikasi pesan.


***


Terima kasih sudah membaca!


Jangan Lupa Like dan Komen!

__ADS_1


😊😗


__ADS_2