
Mereka menghabiskan waktu dengan asyik mengobrol, seperti teman yang sudah lama kenal dan kelihatan sangat akrab. Tak ada kecanggungan diantara mereka. Tapi kenyataannya mereka baru kenal beberapa jam yang lalu.
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Setelah membayar, lebih tepatnya Rangga yang membayarkan semua pesanan mereka. Mereka pun beranjak meninggalkan kafe, dan pulang ke rumah masing-masing.
***
Sesampainya di rumah, Aliza langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan badannya yang terasa lengket. Selesai mandi dan memakai pakaiannya, dia turun ke bawah karena sudah jadwal makan malam.
Di ruang makan, dia melihat Zaki yang sudah duduk di tempat biasanya. Bibi Mauli yang terlihat sibuk menghidangkan makanan di meja. Dan mama suci yang sedang menggendong Jihan di samping meja makan.
Tentu saja Aliza merasa gemas melihat adik kecilnya itu, namun rasa egois yang ada dalam dirinya lebih besar hingga dia jarang sekali untuk menggendong adiknya itu.
“Kakak liza,” ucap mama Suci sambil melambaikan tangan mungil Jihan. Jihan yang melihat Aliza pun langsung memperlihatkan senyum menggemaskannya.
“tatak ia..” ucap Jihan, yang belum terlalu jelas, karen umurnya yang baru menginjak satu tahun.
Aliza melihat Jihan sekilas dan membalas senyuman jihan yang begitu mengemaskan, lalu melanjutkan langkahnya untuk duduk di tempat biasanya. Sebenarnya ada perasaan bersalah yang timbul setelah Aliza bersikap dingin pada mama Suci dan kedua adiknya. Namun, keegoisannya yang besar dan berhasil mengusir rasa bersalahnya itu.
“Kak Liza,” sapa Zaki sembari tersenyum hangat. Aliza pun membalasnya.
Walaupun dia tidak suka pada mama Suci, namun dia masih bisa bersikap seperti seorang kakak untuk Zaki.
Walaupun tidak akrab seperti saudara lainnya. Dia tak mau menjadi seseorang yang memusuhi anak kecil, hanya karena benci pada ibunya. Sebenarnya mama Suci tak bersalah. Wajar saja jika ayahnya ingin menikah lagi. Tapi hatinya masih belum merelakan mama Elsi, ibu kandungnya.
__ADS_1
“Kakak baru pulang, ya?” tanya Zaki.
“Iya, tadi kakak habis ngumpul dulu sama teman.”
“Sama kak Hilya, kak Nisa, dan kak Mila, ya Kak?” tanya Zaki antusias, seperti sedang menebak sesuatu yang menyenangkan baginya.
“Iya,” jawab Aliza yang juga ikut tersenyum. Mama Suci yang juga memperhatikan mereka ikut tersenyum.
“Kapan kak Hilya, kak Nisa, dan kak Mila main kesini kak?” tanya Zaki lagi.
“Hmm...kapan-kapan deh, kakak ajak mereka main ke sini.” Jawab Aliza. Zaki terlihat senang mendengar jawaban Aliza.
“Papa mana, Bi?” tanya Aliza pada bibi yang sedang menuangkan minuman ke dalam gelas.
“Papa, katanya makan malam di luar. Soalnya ada meeting sama client.” Sahut mama Suci sembari menatap Aliza.
“Silahkan dimakan, Non, Nya!” ucap bi Mauli yang sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mempersilahkan mereka bertiga untuk menyantap makanannya.
Zaki mulai menyantap makanan yang sudah diambilkan bi Mauli. Begitu juga dengan Aliza mulai menyantap makanan yang ada didepannya. Kecuali mama Suci yang tengah sibuk menyuapi Jihan, dengan nasi dan sayur wortel yang di haluskan.
Bi Mauli sempat menawarkan diri untuk menyuapi Jihan, tapi mama Suci merasa tak enak hati pada bi Mauli yang sibuk dari tadi menyiapkan makan malam untuk mereka dan untuk Jihan. Dia tidak sempat menolong bi Mauli, karena Jihan yang tidak mau diam dari tadi.
Jihan merasa senang melangkahkan kakinya walaupun itu hanya beberapa langkah. Sehingga mama Suci harus senantiasa memapahnya. Jihan kini sedang masa pertumbuhan belajar jalan. Dia sudah bisa jalan beberapa langkah, walaupun masih tertatih dan sering terjatuh.
__ADS_1
Selesai makan Aliza langsung masuk ke kamarnya meninggalkan Zaki yang masih makan dan mama Suci yang menyuapi Jihan, sambil memakan nasi dan lauk pauk yang ada di piringnya.
Aliza hanya makan sedikit, sebenarnya dia sudah merasa kenyang karena makan di kafe tadi. Tapi. dia merasa perlu untuk mengisi perutnya dengan nasi walaupun hanya sedikit.
***
Hari minggu, Aliza hanya menghabiskan waktunya di rumah. Untuk pergi ke luar rumah rasanya malas sekali. Jadi dia hanya di kamar, memainkan ponselnya sambil rebahan dan tidur. Itulah aktivitas yang dilakukannya hari ini. Dia hanya turun jika sudah waktunya mengisi perut.
Sebenarnya dia sempat diajak Amila untuk pergi nonton, karena kemalasan yang melanda dia pun menolaknya dengan alasan mager.
Zaki terkadang datang ke kamarnya untuk mengajaknya bermain dan menonton tv di ruang tamu. Tapi dia menolaknya dengan beralasan capek.
Biasanya, setiap akhir pekan dia selalu pergi jalan-jalan bersama teman-temannya. Jarang sekali dia ada di rumah ketika akhir pekan. Namun, hari ini dia begitu malas sekali untuk keluar rumah, jadi dia hanya menetap di atas kasurnya yang empuk dan ditemani bantal guling untuk dipeluknya.
*
*
*
Jangan lupa like dan komen!
Terima kasih sudah membaca!
__ADS_1