
Setelah makan siang dan istirahat, Aliza dan teman-temannya kembali ke ruangan kelompok masing-masing.
Ruangan kelompok A
Aliza sedang berunding bersama 5 teman lainnya. Mereka dipercaya untuk menampilkan dance dalam perlombaan nanti.
“Jadi, kita mau pake dance apa?” tanya Aliza pada teman yang ikut dance.
“Kalau gue sih, suka dance B*ackpink yang dududu.” seru Ani teman dance Aliza yang sebelumnya sudah memperkenalkan diri.
“Wah, gue juga suka itu.” Aliza yang sangat bersemangat karena memiliki teman yang sama pendapat dengannya.
"Yang lain gimana?" lanjutnya.
“Dulu gue pernah ikut lomba dance. Tapi dancenya ciptaan sendiri. Karena waktu kita yang kurang. Jadi, nggak akan memungkinkan untuk menciptakan dance sendiri. Gimana kalau kita pake dance yang waktu itu gue lombain? Nanti kita tinggal ubah beberapa gerakan aja.” seru Rika dengan bijak.
“Ide yang bagus. Gue setuju. Soalnya kan, siapa tahu kelompok yang lain ada juga yang ambil dance dari B*ackpink atau dari K-pop lainnya. Agar nggak sama dengan yang lain, kita ikut saran dari Rika aja, ambil dance yang waktu itu dia lombain. Tapi kita remake beberapa gerakan.” Sherly yang ikut menyuarakan pendapatnya.
“Gue sih setuju aja. Yang lain gimana?" tanya Aliza yang dijawab “setuju” oleh teman lainnya.
Setelah berunding, mereka langsung latihan. Kebetulan Rika membawa musik dance yang digunakannya dalam lomba waktu itu dan untungnya, dia masih ingat gerakannya. Musik dance yang mereka gunakan adalah gabungan dari beberapa musik dance.
***
“Akhirnya selesai juga. Capek!” seru Amila yaang sedang memijit pundaknya sembari berjalan menuju parkiran bersama Aliza, Hilya, dan Nisa.
__ADS_1
“Baru sehari aja udah capek. Ingat masih ada hari esok.” cerocos Aliza.
“Kita mampir ke kafe tempat biasa, yuk!” ajak Hilya.
“Gue kayaknya nggak bisa. Soalnya gue ada rencana mau makan malam di restoran bareng keluarga.” Tutur Nisa.
“Kita nongkrongnya kalau OSPEK udah selesai aja. Gue juga capek banget gara-gara latihan dance tadi.” seru Aliza menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
“Oke, kalau gitu gue duluan ya,” Hilya yang beranjak menuju mobilnya.
“Gue juga,” tutur Nisa yang juga beranjak menuju mobilnya di sebelah mobil Hilya.
“Lo nggak bawa mobil?” tanya Amila pada Aliza.
“Mobil lo kemana? mau gue antarin nggak?” Amila yang berinisiatif mengantarkan Aliza pulang.
“Mobil gue di rumah. Tadi lagi nggak mood bawa mobil. Lo pulang aja dulu. Sebentar lagi pak Hamdi datang kok.” Aliza tidak mau merepotkan Amila.
“Ya udah, kalau gitu gue duluan. bye!” Amila beranjak meninggalkan Aliza.
***
Aliza yang baru tiba, langsung turun dari mobil dan masuk ke rumahnya.
“Aliza, udah pulang, gimana tadi ospeknya?” tanya Mama Suci mendekat ke arah Aliza yang baru masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Aliza tak menyahut pertanyaan mama Suci. Dia langsung beranjak meninggalkan Mama Suci yang kelihatan sedih.
Mama Suci adalah ibu tiri Aliza. Baik atau jahat saja Aliza tak tau. Biasanya kalau di sinetron mama tiri kan jahat. Bahkan untuk berbicara saja dengan Mama Suci bisa di hitung berapa kali, itupun jika ada yang penting.
Ibu kandung Aliza meninggal ketika dia masih di SMA semester pertama. Ibunya meninggal karena kanker rahim yang dideritanya.
Sejak kepergian mamanya, papa jadi jarang memperhatikannya. Setelah menikah kembali pun, papanya masih tetap cuek kepadanya. Bahkan tambah cuek dari sebelumnya.
Aliza sendiri tak mengetahui kenapa papanya bersikap seperti itu. Padahal dia sangat merindukan sosok papa yang selalu memberikan kehangatan dan kenyamanan kepadanya. Sebagai pengobat rindu pada Ibunya.
Papa Aliza menikah lagi ketika dia sudah duduk di bangku kelas 2 SMA, sekitar 2 tahun lalu.
Sebelumnya mama Suci juga seorang janda yang ditinggal meninggal suaminya karena kecelakaan. Mama Suci sendiri memiliki seorang putra bernama Muhammad Zaki yang berumur 9 tahun. Setelah menikah dengan ayahnya, dia melahirkan seorang putri yang diberi nama jihan Azzahra.
Papa Aliza dan Mama Suci menikah karena dijodohkan oleh kakak mama suci yang kebetulan adalah rekan kerja sekaligus teman papanya. Setelah 2 bulan saling kenal, mereka akhirnya memutuskan untuk menikah.
*
*
*
Jangan lupa like dan komen!
Terima kasih sudah membaca!
__ADS_1