
“Tentu saja dong, Bi.” Aliza yang terlihat antusias.
“Tapi ada juga sih yang nggak Liza suka.” Suara Aliza yang terdengar melemah.
“Kenapa non, apa terjadi sesuatu?” tanya Bi Mauli khawatir.
“Bentar Bi, Aliza makan dulu.” Sahut Aliza lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Setelah menghabiskan makanannya, Aliza kembali menyambung curhatannya.
“Apa bibi tahu apa yang nggak Liza suka?” tanya Aliza. Bibi Mauli nampak sedang berpikir.
“Apa tadi ada yang ganggu, non?” tebak Bi Mauli dengan mimik wajah yang sedikit cemas.
“Emangnya siapa yang mau gangguin Aliza yang cantik dan keren seperti ini.” Aliza yang terlihat percaya diri.
Bi Mauli hanya tertawa mendengar celotehan nona mudanya ini.
“Sebenarnya yang nggak Liza suka itu, karena CAPEK, Bi.” Tutur Aliza yang sengaja menekankan kata “ capek”.
“Yaah, Non. Bibi kira terjadi sesuatu. Setiap manusia juga pasti merasakan capek setelah melakukan sesuatu, non. Jadi itu hal yang wajar bagi setiap manusia.” Bibi yang menasehati Aliza dan dijawab dengan anggukannya.
“Kalau hal yang Liza suka tadi, Bibi mau tahu nggak?” Aliza yang ingin memberikan tebakan pada Bi Mauli
“Apa Non ketemu cowok ganteng.” Bi Mauli menggoda Aliza.
“Bibi apaan sih. Bukan itu.” Aliza sedikit merajuk.
__ADS_1
“Kalau bukan itu, apa dong, non?” tanya Bi Mauli karena tidak bisa menebak.
“Liza ikut dance, Bi.” Aliza menjawab dengan melebarkan senyumnya.
“Nanti akan ada perlombaan bakat gitu. Nah, Aliza bersama teman-teman akan mewakili kelompok untuk menampilkan dance. Apa bibi tahu, rasanya Aliza senang sekali. Teman-temannya juga baik semua.” Aliza yang terlihat antusias ketika menjelaskannya.
Bibi hanya tersenyum ketika mendengarkan Aliza yang begitu antusias menceritakannya apa yang disukainya.
“Apa Bibi mau lihat gerakannya?” Aliza yang bersemangat ingin memperlihatkan gerakan dance pada Bi Mauli.
“Iya, non. Bibi mau lihat,” Bi Mauli menganggukan kepalanya tanda setuju
.
“Tapi sedikit aja ya, Bi. soalnya Liza baru ingat sedikit”.
Aliza memperlihatkan beberapa gerakan dance yang diingatnya ketika latihan tadi. Bibi memberikan pujian dan tepuk tangan setelah Aliza selesai memperlihatkan beberapa gerakan. Aliza terlihat sangat senang sekali, begitu juga dengan Bi Mauli, yang terlihat bahagia ketika melihat senyum nona mudanya ini.
***
“Apa Aliza tidak ikut makan malam, Bi?” Tanya Papa Ridwan pada Bi Mauli yang sedang meletakan makanan ke atas meja makan.
“Non Aliza tadi sudah makan malam, Tuan.” jawab Bi Mauli.
Papa Ridwan nampak mengangguk-angguk kepalanya. Lalu menyantap makanan yang sudah dihidangkan istrinya ke atas piringnya.
Sementara di dalam kamar, aliza nampak sedang bicara dengan seseorang via telepon.
__ADS_1
“Mil, besok bawain alat make up lo, ya?”
“Buat apaan?” tanya Amila di seberang sana
“Buat make up lah.” Gerutu Aliza kesal
“Besok kan kita disuruh lukis wajah kita sesuai nama binatang ya ada di kalung nama. Lo lupa ya?” tebak Aliza
“Oh iya ya. Kok lo suruh gue bawa ke kampus?” tanya Aliza yang heran, tumben sekali Aliza membahas make up.
“Besok bantuin gue ya. Lo tahu sendiri kan gue nggak bisa pake alat make up apapun.” Pinta Aliza dengan suara memelas.
“Makanya belajar dong. Sebagai seorang perempuan itu,___”
“Kita harus terlihat cantik” Aliza dan Amila serempak mengatakannya. Dia sudah sangat hafal akan nasehat dari sahabatnya itu.
“Hahaha,” Amila dan Aliza sama-sama tertawa.
“Pokoknya lo jangan lupa besok ya!” perintah Aliza
“Oke, siap monyet.” jawab Amila mengejek. Sebelum Aliza membalasnya, dia langsung mematikan sambungan teleponnya.
“Sialan nih anak. Main matiin aja. ngatain gue monyet lagi.” Gerutu kesal aliza.
Setelah selesai menelpon Aliza langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur. Lalu memejamkan mata menuju alam mimpi indahnya.
***
__ADS_1
jangan lupa like dan komen😊!
Terima kasih sudah membaca!