
Di tahun ini akan menjadi tahun terakhir mereka bersekolah, dengan menghadapi kelulusan yang sebentar lagi akan membebaskan mereka dari perangkap sekolah. Gadis itu berpura-pura tak mendengarkan apapun dengan kedua tangan yang membawa nampan makanan di kafetaria sekolahnya. Ejekan demi ejekan mengiringi tiap langkahnya dimana ia sedang mencari kursi yang tak bertuan untuk menyelesaikan makan siang di jam istirahatnya itu. "Mengapa kau meninggalkanku?" Tanya Pooja dengan aksen yang terdengar kacau. "Dia gugup." Luke pun bergabung bersama Ozgur yang selalu bersamaan. "Apa yang membuatku gugup???" Kesal Sierra yang langsung melahap penuh makanannya, walaupun gadis itu adalah seorang pemarah tetap saja ia harus memiliki kesabaran untuk menahan emosinya. "Kenapa kau tak lawan saja Scott?" Tanya Luke dengan mata yang tertuju pada gadis pemandu sorak yang bermunculan. "Melawan mereka itu sia-sia, abaikan saja mereka, karena sangat tak penting." Hanya Ozgur lah yang selalu membuat beban pikirannya ringan. Sebenarnya Sierra memiliki tipikal kekasih seperti Ozgur yang hampir sempurna di matanya dengan tubuhnya yang tinggi, wajah tampan khas Turki, dan paling berkesan darinya adalah seorang lelaki yang lebih mengutamakan para gadis saat menaiki bus sekolah ataupun memasuki ruangan kelas, Ozgur akan membiarkan para gadis terlebih dahulu untuk kenyamanan dan keselamatan mereka dibandingkan para lelaki. Namun gadis delapan belas tahun itu berpikir tentang omong kosongnya sendiri, sudah cukup Ozgur menjadi temannya karena lelaki itu terlalu baik untuknya.
__ADS_1
Setelah mereka menyelesaikan makan siang di kafetaria, ke empat murid yang selalu bersamaan itupun bergegas pergi dari tempat yang memang bisa saja terjadi hal buruk bagi mereka sebagai murid yang terkucilkan. Berbeda dengan murid-murid yang memiliki kekuasaan di sekolah, mereka akan berperilaku seenaknya. Contohnya saja kelompok yang di ketuai Alex, ia biasanya hanya mengganggu orang-orang yang memiliki masalah dengan dirinya, juga ia adalah lelaki yang genit akan para gadis yang menarik di matanya. Alex menjadi berkuasa setelah kelulusan para seniornya yang sudah meninggalkan sekolah itu tahun lalu. Seperti Maxime, Ben, Harry dan senior lainnya yang di takuti olehnya selama mereka masih ada di Smallville High School. Sedangkan teman-temannya kini selalu mengganggu para murid baik yang tak berdosa sama sekali, sebagai contoh adalah Sierra yang mendapat ejekan dari Scott Kingston. Entahlah di setiap waktu Sierra terlihat di penglihatan Scott, pemuda itu akan selalu mengejeknya bersama anak nakal lainnya. "Pikachu!" Sierra masih bersabar dan juga bersyukur akan ejekan itu, karena yang lebih parahnya adalah si gemuk Pablo yang mendapat ejekan 'Bokong simpanse' sejujurnya itu sangat menyakitkan.
__ADS_1
"Hey Pikachu dan kawan-kawan!" Teriak Scott. Sierra hanya memberikan tatapan dingin pada lelaki itu dan meninggalkan kafetaria bersama ketiga temannya. "Kelas sejarah!" Luke bersemangat. "Membosankan." Gerutu Pooja yang tak menyukai kelas itu karena selalu saja gadis India itu mengantuk. "Kau bersemangat Luke, karena semua kunci jawaban soal terkumpul di otak Sierra." Ucap Ozgur dengan tawa kecilnya. Sierra hanya tersenyum mendengarkan mereka, "Kau tepat sekali Oz." Luke adalah murid terpayah yang pernah ada dalam setiap kelas, ia selalu berusaha keras untuk mendapatkan contekan dari Sierra yang memang memiliki kepandaian dari yang lainnya. Pooja hanyalah gadis yang sibuk dalam mengurusi rambutnya itu, keinginannya menjadi anggota cheerleader yang tak terkabul menjadikannya sebagai anggota marching band yang giat dalam setiap pelatihan. Sedangkan Ozgur si laki-laki Turki itu telah mengikuti olahraga softball dari tahun pertama sekolahnya yang menambah otot-ototnya semakin terlihat dan menarik di mata para gadis. Alex tak pernah mengejeknya karena Ozgur adalah salah satu atlet sekolah yang menjadi rekannya di dalam tim walaupun kini Alex telah mengundurkan diri dari tim itu.
__ADS_1