
Parkiran di sekolah itu ramai akan orang-orang yang tak sabar untuk pergi dari gedung itu, jam sekolah usai dan hal itulah yang menjadi bagian favorit bagi para murid.
"Ayolah, kita pergi bersama, beramai-ramai!" Ajak Sanchez pada Sierra dan yang lainnya. "Astaga kau memaksa sekali," Ucap Anne.
"Ya kawan-kawan ayolah, ini akan menyenangkan." Thompson pun mengajak mereka untuk pergi bersama ke pameran malam yang akan di penuhi para remaja. "Yeah aku mau, terdengar seru, ayolah Sierra." Luke berkesempatan untuk bergabung dengan kelompok keren ini dan ia tak mau waktu seperti itu menjadi sia-sia,
Sierra terdiam sejenak memikirkan bibinya. "Ozgur ikut tentu saja, Luke juga, dan aku pun mau ikut." Tambah Pooja yang membuat Sierra tersenyum. Semua mata tertuju padanya menunggu jawaban,
"Oh demi dewa Zeus, ayolah Sierra semua sudah setuju untuk pergi bersama." Anne mulai kesal. "Baiklah,"
Akhirnya gadis itu harus membuat keputusan sendiri untuk menyenangkan hati teman-temannya. "Oh yeah!!!" Mereka bersorak mendengar jawabannya, membuat semua orang yang berada di parkiran itu mengamati mereka.
__ADS_1
"Sampai bertemu disana!" Ozgur pergi terlebih dahulu bersama timnya. "Kita akan menunggu kalian disana! Ingatlah!" Teriak Nick yang mengingatkan mereka.
Sebelumnya Sierra tak pernah merasa ceria seperti ini, mendapatkan banyak teman memang luar biasa di bandingkan dengan mempertahankan nilai-nilainya.
"Aku tak sabar." Gumam Pooja yang terlihat gembira itu membuat seseorang yang tengah memperhatikannya di gerbang tersenyum melihatnya.
"Hey lihat, siapa itu Poo?" Luke menunjukan seorang junior yang tampan itu padanya, "Aku tidak tahu, mengapa dia tersenyum padaku?" Bingung Pooja. "Dia menyukaimu." Sierra tertawa kecil.
Tiga senior itu akhirnya memasuki bus dengan nafas yang lelah karena Luke yang selalu saja menyulitkan teman-temannya. "Bodoh!" "Idiot kau!" Sierra dan Pooja menyiksanya di dalam bus dengan rasa kesal, "Maaf! Baiklah maafkan aku!" Luke menundukkan kepalanya yang terus di pukuli dua gadis itu dengan tak henti-henti. "Hentikan kumohon!"
"Hey!" Gadis itu menoleh karena Scott memanggilnya, seperti biasa mereka akan berjalan bersama menuju rumah. "Hey Kingston." Sierra menunggunya, "Hey, aku memiliki banyak tugas yang belum ku kerjakan, maukah kau membantuku malam ini?" Nafasnya berat. "Orangtuaku tak ada di rumah, persetan dengan mereka, kau mau membantu tetanggamu ini?" Sierra terdiam sejenak karena ia memiliki acara bersama teman-temannya, "Oh Kingston bagaimana mengatakannya, aku akan pergi bersama yang lain malam ini." Jawabnya dengan ragu. "Ah seperti itu, baiklah tak masalah..." Ucapnya baik walaupun masih terdengar kecewa. "Jangan khawatirkan tugasmu, serahkan saja padaku, dan ikutlah denganku." Sierra mengajaknya.
__ADS_1
Ekspresi Scott tertegun, "Kau mengajakku?" Sierra mengangguk dengan senyuman. "Siapa saja? Apa kau bersama kekasihmu?" Pertanyaan yang membuat Sierra tertawa geli. "Kenapa kau tertawa?" Scott pun ikut tertawa,
"Tidak, aku tidak memiliki kekasih, apa kau ingin mengajak pergi kekasihmu juga?" Sierra menghapus keringatnya sendiri,
"Ah tidak, sama halnya denganmu." Gadis itu tak mempercayainya "Kau berbohong padaku, tidak mungkin kau tak memiliki kekasih."
"Kau mengejekku sebenarnya, kau tak percaya?" Sierra terus menertawakannya. "Hentikan itu, berhenti tertawa mengejek seperti itu..." Scott menahan tawa. "Baiklah, aku memang tak memiliki kekasih, tapi ada seorang gadis di sekolah," Belum selesai bicara Sierra menyela. "Siapa???" Tanya gadis itu penasaran, pemuda itu tersenyum.
"Anne, dia gadis yang selalu berpenampilan rock, aku suka gadis itu, hanya menyukainya." Untuk yang pertama kalinya Scott terbuka pada seseorang dalam keadaan sadar. "Anne??? Gadis tomboy itu?" Sierra terkejut mendengarnya. "Uhuh, tapi, hanya sekedar menyukainya saja, karena penampilan dan sikapnya yang keren di sekolah." Jujurnya yang berusaha meyakinkan Sierra.
"Yeah dia keren, dan malam ini gadis itu akan hadir bersama kita, kau ikut?"
__ADS_1
"Oh sial! Jangan bergaurau padaku."