Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 30 - Perasaan yang mendalam


__ADS_3

"Jangan pergi, kumohon padamu jangan tinggalkan aku." Tepat setelah Scott berbicara seperti itu padanya, Sierra tersadar bahwa pemuda itu sedang mabuk berat. "Aku sendirian di rumah ini, jangan pergi, temani aku saja."


"Baiklah, aku tak akan pergi." Perlahan gadis itu menghampirinya. "Bagus, tetaplah disini bersamaku." Scott semakin bertingkah aneh dengan mengulurkan tangannya dan berharap gadis itu akan menggenggamnya.


"Raihlah tanganku." Sejenak gadis itu teringat akan sesuatu saat Scott memintanya untuk meraih tangannya, dan sebelumnya Sierra tak memahami tingkahnya itu, "Kau mabuk bung, apa yang terjadi padamu huh?" Pada akhirnya ia pun menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Pria brengsek itu pergi meninggalkan rumah ini, namun aku tak merasa sedih, perasaanku biasa saja tak mempedulikan apapun." Pemuda itu berbicara dengan segala kebohongan yang jelas di sadari Sierra. "Baiklah jangan pedulikan apapun, yang penting adalah sekarang kau baik-baik saja." Ternyata apa yang di katakan Mr. Erwin benar, ayahnya pergi dari rumah. Namun entahlah dimana keberadaan ibunya, "Apa yang membawamu kesini?" Dalam keadaan mabuk pemuda itu masih penasaran dengan hal itu, "Aku? Ah aku hanya ingin menemuimu saja, karena..." Jawabnya gugup dengan tersadar akan cermin yang terbelah hancur. "Kau mempedulikanku, aku tahu itu." Gugup sekali suasana di dalam kamar itu.


Jantungnya berdegup kencang saat Scott menarik tubuhnya ke atas ranjang besar miliknya, "Kingston?" Ia merasa gelisah dan tak karuan. "Aku suka kau memanggilku seperti itu, Kingston." Ucapnya sambil memeluk erat gadis itu.


"Hanya kau saja yang ada untukku saat ini." Ia memejamkan matanya dengan bibir yang terus berbicara mengenai perasaannya. Gadis itu mengusap lembut kepalanya, mendengarkan semua curahan hati yang terdengar sedih dari pemuda yang mencuri ciuman pertamanya.

__ADS_1


Mereka terlelap dengan suasana yang mendukung keduanya untuk tetap bersama, Scott sangat nyaman tidur di dalam pelukan gadis itu. Rasa mabuknya perlahan hilang dengan sendirinya, ia tersenyum melihat wajah Sierra yang cantik saat tertidur seperti itu. Hatinya sudah terasa tenang dengan kehadiran gadis yang kini berada tepat di sampingnya, percikan perasaan yang mendalam itu semakin menuntunnya untuk lebih jauh lagi.


Suara langkah kaki terdengar mendekat, Sierra membuka matanya. Tapi ia tak bisa bergerak sama sekali karena tubuhnya tertindih oleh Scott yang terlelap tidur, dengan tangan yang tak melepaskan genggamannya. Langkah kaki itu berhenti di depan pintu kamar Scott, Sierra tak berani untuk melihat siapa orang itu dan juga ia tak mau mengganggu tidur Scott yang sangat nyenyak di dekapannya saat ini.


Suara decitan pintu yang sedikit mengganggu itu membuat Sierra gemetar saat melihat seorang wanita tengah berdiri memperhatikan mereka berdua. Gadis itu benar-benar di buat bingung harus berbuat apa, karena wanita itu adalah Mrs. Lucy atau sang ibu dari Scott Kingston. Tak lama wanita itu berdiri disana, ia menutup kembali pintu dengan rapat setelah memberi senyuman pada Sierra. "Oh sial!" Jerit gadis itu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2