
Kebetulan sekali mereka berpapasan, "Aku menyesal dan mengakui kesalahanku, maafkan aku." Bryan berkata dengan penuh rasa menyesalnya. "Sudahlah, lagipula kau tak mengetahuinya, dan lagipula aku tak marah padamu."
"Apa kau memaafkan aku?" Bryan memastikannya. "Yeah tenanglah, aku memaafkanmu."
Pooja bertingkah genit karena Summer berdiri di hadapannya, "Hey Pooja." Sapa junior tampan itu. "Summer," Balasnya dengan senyuman manis.
Besok setelah menerima kelulusan di siang harinya, mereka akan langsung menyiapkan diri untuk menghadiri prom dengan penampilan terbaik mereka masing-masing. Besok malam akan menjadi waktu yang penting dan harus berkesan untuk masa remaja mereka di sekolah, tahun ini adalah masa terakhir yang tak akan bisa mereka ulangi di masa depan.
Saling berpegangan tangan untuk mengisi waktu terakhir mereka bersama-sama, para anggota lembaga murid di tahun senior sudah menyiapakan segalanya dengan baik. Seperti Anne yang sudah mengumpulkan data catatan tahunan senior, semata-mata untuk mempertunjukkan kegiatan setiap harinya para senior selama berada di sekolah dan tentu saja untuk mengingatkan mereka betapa berartinya melewati usia muda di sekolah.
"Jika kau tak memiliki pasangan, apa yang akan kau lakukan di pesta itu besok?" Pooja memarahinya habis-habisan setelah selesai berbelanja. Baru kali ini Sierra menjadi orang yang di marahi oleh seorang sahabat, "Seperti ini rasanya di sembur amarah sahabat???" Ucapnya bertanya-tanya. "Sierra!" Gadis india itu mengajaknya untuk serius, "Ya! Aku akan membantu tugas Anne, dia pasti akan sangat sibuk besok!" Kini Sierra mengeluarkan amarahnya juga. "Membantu Anne? Dan mengabaikan sesi dansa?" Pooja benar-benar di buat kesal olehnya. "Lalu untuk apa kau mengenakan gaun cantik ini???"
__ADS_1
Sierra mengejar sahabatnya yang marah itu dengan merasa bingung, "Aku tak tahu Poo, tapi tenang saja." Bujuknya. "Tenang bagaimana???" "Jangan khawatirkan aku lagi, nikmati saja pestamu bersama Oz dan Luke, aku akan mencari..." Putusnya.
"Mencari pasangan? Kau janji? Aku ingin bersenang-senang bersama Oz, Luke dan dirimu di lantai dansa nanti, kau harus berjanji padaku!" Pinta Pooja bersungguh-sungguh. Sierra hanya terdiam, "Sierra! Kau harus berjanji padaku,"
"Baiklah aku berjanji."
Scott tersenyum padanya dengan senyuman miliknya yang tak berubah, "Sepertinya kau sudah menyiapkan segalanya untuk besok???" Dengan melihat tiga kantong belanjaan yang di pegang Sierra. "Uh yeah seperti yang kau lihat, dan apa kau juga sudah siap?"
"Saat menerima kelulusan tentunya bersama ibuku," Sierra merasa senang mendengarnya yang telah berbaikan dengan ibunya. "Kau, dengan ibumu??? Oh aku sangat senang mendengarnya." Ucapnya ceria.
"Dan saat prom? Maksudku, kau bersama siapa?" Kini Sierra bertanya dengan nada pelan dan berhati-hati. Scott menundukkan kepalanya dengan bernada datar, "Bersama seseorang tentu saja."
__ADS_1
Sierra langsung tak bisa berkata apapun lagi setelah mengetahui hal yang menjadi rasa penasarannya selama ini, "Oh baguslah..." Gumamnya tersenyum tipis.
Gadis itu pun membalikkan tubuhnya dan berjalan menaiki anak tangga teras rumahnya dengan perlahan, dan aneh karena hatinya terasa panas.
"Hey Sierra! Dan dengan siapa kau pergi besok???" Teriak Scott yang masih berdiri mengamatinya. Dengan spontan Sierra menjawab, "Dz!"
"Bersama bibimu???" Heran pemuda itu. "Uhuh, lalu dengan siapa lagi aku menerima kelulusan?" Sedikit dengan nada kesal.
"Oh tentu saja kau bersama Daisy, tapi bagaimana dengan prom? Maksudku kau berpasangan dengan siapa besok malam???" Tanya Scott sambil menelan ludah.
Sejenak mereka saling bertatapan, kemudian Sierra langsung mengangkat bahunya dan berkata, "Aku tak bisa berdansa Kingston, sepertinya aku akan sibuk membantu Anne di balik layar."
__ADS_1