
Baru saja ia mengalami mimpi indah bertemu orang-orang yang mencintainya, namun saat membuka mata, dunia nyata sudah menunggunya untuk sadar.
Ruang interogasi itu membuatnya sedikit merasa pengap, dan merasa seperti di dalam film yang pernah ia tonton.
Kamera CCTV terpasang di setiap sudut ruangan itu, di dalam imajinasinya ia ingin sekali memberikan salam jari tengahnya ke arah kamera itu. Karena sangat sial harus merasakan ruangan itu hanya karena fitnah yang di perbuat Bryan juniornya.
Tak lama kemudian seseorang membuka pintu ruangan itu, Sierra memperhatikan pria gagah yang berjalan ke arahnya itu. "Hey nak, apa kabar?" Sapanya ramah dengan tersenyum. Pria itu duduk berhadapan dengannya, "Aku baik-baik saja." Balasnya sopan.
"Baiklah kalau begitu, kita mulai pertanyaannya," Pada awalnya Sierra sangat ketakutan oleh pria-pria tinggi tadi, namun kini perasaannya kembali normal setelah melihat senyuman ramah pria yang bernama Walker ini. Sierra melihat tag nama di dada kanan pria itu, "Aku Jim Walker, kepala penyelidik tentang kasus penyebaran dan penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan," Gadis itu hanya mendengarkannya saja. "Dan kau, Sierra Kayrys." "Yeah itu namaku sir."
"Baik, katakan saja apa yang kau tahu tentang dia, segala hal yang berkaitan dengannya ceritakanlah padaku." Pintanya.
Kemudian ia menaruh beberapa kertas di atas meja itu, "Pertama-tama baca dan pahami, jika ada yang ingin kau tanyakan? Tanyakan saja tak perlu malu atau takut karena kau dalam perlindungan kami." Keren sekali sebenarnya, gadis itu merasa seperti di dalam film laga untuk yang kedua kalinya.
Jim Walker menyodorkan kertas-kertas itu ke arahnya dengan tepat, Sierra langsung membacanya.
__ADS_1
Nama : Joshua Brar
Usia : 23
Tempat asal : Vancouver
-Catatan
(positif) : Bergabung dalam kegiatan bakti sosial khusus lansia
-Keluarga
(Ayah) : Manuel Brar
(Ibu) : Rebecca Gibb
__ADS_1
(Saudari) : Berry Gibb
Pernyataan : Tersangka dalam kasus penyelidikan produksi ilegal lebih lanjut.
Sierra sangat tak mempercayai apa yang sedang di lihatnya itu, foto tanpa berwarna itu membuatnya tercengang. Seorang lelaki yang pernah berbincang dengannya saat bekerja di rumah Mr. Wilson.
"Josh, dia tinggal di sebrang rumah Mr. Wilson, tempat dimana aku bekerja." Ucapnya dengan perasaan yang masih tak menyangka. "Ya aku tahu kau bekerja disana, tapi teruskan saja apa yang kau tahu."
Sierra menelan ludahnya, "Aku benar-benar berbicara dengannya disana dua kali, selebihnya hanya perkenalan dan... Menggodaku." Katanya jujur walau merasa malu. "Ah ya! Dia datang ke sekolah mencariku."
"Mencarimu? Kenapa dia mencarimu?" Tanya Jim. "Entahlah aku tak tahu tujuannya apa, tapi yang kutahu dia seperti mengajakku kencan, karena terus mencoba untuk menggoda."
"Baiklah aku mengerti, Joshua adalah pemuda yang memiliki pergaulan yang luas dan bebas, sebelum dirimu banyak gadis yang ku interogasi seperti dirimu saat ini." Jelasnya. "Banyak gadis sebelum aku???" Sierra tak mengerti. "Kekasih yang banyak, tapi beruntung sekali kau tak terjebak dalam rayuannya itu, kau gadis pintar aku tahu itu."
"Dia memberitahuku tentang pekerjaan hebatnya yang bisa menghasilkan uang banyak." Sambungnya. "Pekerjaan apa?" Tanya Jim lagi. "Dia tak mengatakannya, hanya memberitahuku tentang kekayaan yang di milikinya, seperti mobil keren yang ia bawa saat ke sekolah mencariku." Gadis itupun mengakhiri semua penjelasan yang di ketahuinya.
__ADS_1
"Baiklah ini hampir selesai nak, ku tanyakan satu hal lagi padamu... Siapakah Bryan Wilder?"