Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 15 - Merasa sedikit bangga


__ADS_3

"Alex memiliki banyak junior yang mengabdi padanya, kau harus berhati-hati." Thompson memberi peringatan kepadanya, tim softball itu langsung mengerumuninya di kafetaria setelah mendengar semua hal yang telah terjadi antara gadis itu dengan Alex.


"Yeah aku tahu, tenanglah semua, kini bukan hanya Thompson yang bisa melawannya."Ujar Sierra sedikit besar kepala. "Kita mengakui hal itu cantik, kau memang tak bisa di tebak." Sambung Sanchez yang mulai memiliki rasa ketertarikan padanya.


"Uhuh kau sangat luar biasa." Kini meja yang biasanya terdapat empat orang itu mendapat tambahan anggota untuk bergabung.


Di meja depan, Scott mengamati Sierra dengan iri, dan merasa ingin bebas dari kelompok Alex agar bisa bergabung dengan tetangganya itu. "Dia benar-benar melumpuhkannya." "Sangat tak di percaya, gadis itu ternyata bukan gadis biasa." Bahkan kawan-kawannya memperbincangkan Sierra di hadapannya,

__ADS_1


"Hey Scotty, apa kau percaya gadis itu huh? Dia yang membuat kaki Alex hampir patah." Tatapan matanya masih tertuju pada Sierra, "Hey kingston! Apa kau mendengarkan?" Pemuda itu terkejut dan mulai berpaling, "Uhuh, dia hebat, maksudku dia bisa bela diri sedangkan kita tidak bisa." Mendengarkan ucapan itu kawan-kawannya kebingungan dengan sikapnya hari itu.


Suasana kafetaria memang selalu sesak oleh murid-murid yang mengantri untuk makanan dan bergiliran tempat duduk, terkecuali para junior tak akan berani untuk meminta kursi pada seniornya di tempat istirahat itu.


"Hey lihatlah mereka," Nick mengajak teman-temannya untuk melihat sekelompok junior kaya yang bermunculan di kafetaria, namun sayangnya semua tempat sudah penuh oleh senior mereka. "Yang berjalan di depan itu adalah Owen, dan kekasihnya Paula." Ujar Thompson dengan makanan yang penuh di dalam mulutnya. "Sudah terlihat seperti junior brengsek, hanya karena memiliki kekayaan saja..." Ejek Sanchez yang berusaha membuat Sierra tersenyum, dan pemuda itu berhasil mendapatkan tawa kecilnya.


"Apa maksudmu?" Tanya Ozgur pada Anne. "Yeah Owen memiliki akses dan juga perlindungan dari Mrs. Raquel karena orangtuanya adalah orang penting bagi sekolah ini." Anne si gadis tomboy yang mengetahui segala informasi. "Sial." Jerit Luke pelan karena memiliki junior yang memiliki keberuntungan dalam hidup.

__ADS_1


"Dan gadis itu???" Pooja hanya penasaran dengan Paula yang terlihat menarik di mata semua lelaki. "Dia adalah sepupu Carly, si pemandu sorak tentunya, kau melihat kemiripan di antara dua gadis itu huh???" Anne memberikan jawaban yang cepat,


"Carly dan gadis itu? Mereka sepupu? Oh itu membuatku semakin tak ingin meninggalkan sekolah ini." Luke yang sangat mengagumi para cheerleader itu membuat Sierra semakin kesal pada tingkah bodohnya itu, "Luke kau bodoh! Terakhir kau menderita demi melindungi si Carly itu dari Alex, dan kini kau ingin menambah masalah lagi dengan mulai mengagumi sepupunya itu huh???" Sierra menendang pelan kakinya yang sakit.


"Ouch! Sierra ini sakit!" Rintihnya yang di tertawakan semua kawan-kawan di meja itu.


"Kelas apalagi sekarang? Aku merasa malas." Gumam Pooja, empat murid itu bergegas menuju kelas terakhir. "Yeah aku juga." Tambah Ozgur. "Kelas Mr. Isaac kawan-kawan." Luke akan selalu bersemangat jika memasuki kelas yang sama bersama Sierra. "Siapa dia?" Tanya Sierra yang membuat tiga temannya tertawa.

__ADS_1


"Sial Sierra, kau melupakan gurumu sendiri huh???" Dan Sierra tersenyum lebar menahan tawanya karena mulai menyadari dengan apa yang telah ia ucapkan, "Baiklah kita masuk ke kelas Mr. Isaac bersama-sama, karena semua jawaban soal ada di otakku."


__ADS_2