
Mereka berjalan masuk ke dalam sekolah itu yang terlihat hebat dari luar, padahal di dalamnya terdapat sekumpulan anak yang menganggap diri mereka adalah raja.
"Yang kudengar kemarin beberapa anak sudah menjadi korban Nicholas lagi, hanya karena dia memiliki senior seperti Alex, dia bertingkah seenaknya bersama Owen." Summer memang terlihat paling tampan dan keren dari dua temannya itu.
"Bagaimana mungkin? Bukankah Alex sudah berhenti? Senior itu di kalahkan oleh seorang gadis..." Ucap Bryan terhenti karena melihat seorang gadis seksi yang bernama Paula melintas di hadapan matanya.
Summer tertawa kecil, "******** kau Bryan, jangan berani menatapnya seperti itu."
Tiba-tiba Aaron bergerak cepat ke arah gadis yang populer di sekolah itu dengan memberikan kado kecil padanya, "Oh." Desah gadis itu dengan menerima benda kotak kecil darinya. Aaron tersenyum bahagia,
__ADS_1
"Sial bung, tunggu saja apa yang akan terjadi..." Ujar Summer yang kini merangkul Elle.
Bryan masih memperhatikan Aaron dengan rasa tak percayanya, karena Paula adalah idolanya di sekolah. "Dia mendahuluiku dan mencoba mencari perhatian gadisku itu." Kata Bryan dengan nada kecewa, Elle mendengar apa yang di katakannya itu dan merasa sedikit iri pada Paula karena banyak pemuda yang begitu mengaguminya. Tambah lagi gadis itu adalah seorang cheerleader bersama kelompok Carly yang ternyata adalah sepupunya.
Tak lama Aaron di beri kesempatan untuk bisa berhadapan dengan Paula, datanglah sang penakluk yang di takuti semua murid junior di sekolah. "Hey anak bodoh apa yang kau lakukan huh???" Suaranya lantang dengan matanya yang melototi Aaron.
Gadis itu terpaksa meninggalkan dua lelaki yang saling bertatapan kini, "Apa masalahmu Owen?" Aaron di buat kesal olehnya.
Sementara Bryan, Summer dan Elle mengamati temannya itu dengan jarak langkah yang bisa di hitung, "Aaron!" Panggil Elle cemas.
__ADS_1
"Masalahku adalah dirimu!" Owen mendorongnya. Anak-anak lain pun mulai menyaksikan mereka. "Persetan denganmu Owen!" Aaron benar-benar marah pagi itu. "Kau hanya anak yang mengandalkan uang orangtuamu! Kau tak akan mampu menghasilkan uang sendiri bahkan kau tak akan bisa membeli sebuah mobil dengan keringatmu sendiri!" Summer dan Bryan pun berlari ke arahnya untuk mencegah suatu perkelahian terjadi. "Tenanglah bung."
"Yeah teruslah berbicara! Bicaralah sampai kau lelah!"
Bel pun berdering, menjadi tanda berakhirnya suasana tegang di koridor itu. "Paula adalah gadisku, jangan berani mengganggunya!" Owen memberi peringatan.
"Pantas saja kau menyembunyikan benda itu di saat aku penasaran untuk siapa hadiah kecil itu Aaron." Kata Bryan sambil menahan tawa. "Wah itu sangat menyebalkan pastinya, ada yang menghalangi kesempatanmu bung." Summer mengejeknya dengan tertawa lepas.
"Kalian yang menyebalkan! Ayo Elle," Aaron merasa kesal dengan kedua temannya itu lalu ia menarik tangan Elle, karena hanya gadis itu yang selalu mendukung apapun yang di lakukannya. "Aaron! Tanganku terasa sakit!" Karena bel sudah terdengar di setiap sudut gedung sekolah, semua murid pun berlarian masuk ke dalam kelas mereka masing-masing dan mengikuti jam pelajaran yang hampir seluruhnya sangat membosankan.
__ADS_1