Pahit Dan Manis

Pahit Dan Manis
Episode 10 - Tekad


__ADS_3

Terdapat beberapa petugas penyelidik yang ada di dalam rumah itu, Daisy di bawa oleh para medis ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan di temani tetangga yang baik yaitu Mrs. Emily karena Sierra tak bisa menemaninya.


Seorang detektif memintanya untuk tetap berada di rumah dan meminta banyak keterangan darinya maupun pada orang-orang di sekitar rumahnya yang menjadi saksi mata, "Dia duduk lemas di lantai, tubuhnya bergetar hebat..." Jelasnya gugup. "Ia tak mengatakan apapun, berjalan ke arah kamar seperti ingin menunjukkan kekacauan yang telah terjadi," Jelasnya terputus dan menghembuskan nafas perlahan. "Ketika itulah aku menyadari apa yang telah ia alami."


"Telah terjadi pelecehan terhadap Daisy, tepat di rumahnya ini, beritahu aku tentang apa saja yang telah kalian saksikan." Beberapa saksi mata yaitu para tetangganya, mereka hanya melihat seorang pria yang tergesa-gesa keluar dari rumah itu dengan membawa senjata api.


Mr. Taylor yang melihat pria itu langsung melaporkan apa yang telah di lihatnya, "Dia pergi dengan mobil berwarna hitam dan melaju dengan kecepatan tinggi." Semua orang di sekitar rumahnya pun beramai-ramai mencari tahu apa yang telah terjadi,

__ADS_1


Scott merasa khawatir setelah mendengar berita itu dan segera mencari keberadaan Sierra.


"Aku meminta pada kalian agar tetap berada di rumah, kami akan mengabari lagi nanti, jika ada sesuatu yang ingin di bicarakan, hubungi saja kami." Kata deputi itu.


"Tolong tetap bersamanya," Pintanya pada Scott, "Tentu sir."


Setelah semua orang meninggalkan rumahnya, tinggal lah Scott yang masih menemaninya. Sierra masih mencemaskan keadaan bibinya yang kini sedang dalam pemeriksaan, gadis itu tak bisa menahan tangis. Di depan orang banyak ia mampu menahan sedihnya namun di saat keadaan sepi, disitulah tempatnya ia menangis walaupun Scott sedang bersamanya.

__ADS_1


"Mereka sudah mengetahui siapa pelakunya, tenang saja." Scott merangkulnya. "Bibimu akan baik-baik saja."


Dua jam sebelumnya, Daisy sangat bersemangat menyiapkan bahan-bahan makan malam nanti untuk rekan dan juga keponakannya itu. Waktu masih menunjukkan matahari di siang tadi, namun Malcolm sudah datang ke rumahnya dengan membawa bunga mawar untuknya.


Daisy berterimakasih dan meluruskan apa yang di inginkannya untuk sementara ini yaitu hanyalah sebatas pertemanan dengannya, tetapi Malcolm memiliki rasa ketertarikannya terhadap Daisy yang lebih dari sebatas teman. Janda cantik itu masih tak siap untuk semua hal yang baru ini, masih bersikap baik Daisy menolaknya dengan perkataan lembut. Namun wanita malang itu menjadi korban dari keburukan yang menimpanya secara tak terduga.


Malcolm merasa marah karena Daisy tak menerima perasaannya itu, terjadilah perbuatan bejat dari pria itu dengan menodongkan senjata yang selalu di bawanya. Pria besar itu bukanlah seorang anggota polisi, melainkan seorang penjudi yang tak punya pendamping di hidupnya, melihat Daisy yang cantik dan berbakat dengan berstatus janda adalah pilihan terbaiknya. Namun sayang pada akhirnya ia menjadi seorang kriminal, dan para polisi yang mengincarnya kini pun telah berhasil mengetahui keberadaannya dengan waktu yang singkat.

__ADS_1


Scott memberinya selimut, gadis itu tak mau tidur di dalam kamarnya. "Yeah kau tak perlu masuk sekolah besok, biar aku saja yang memberitahu staf absensi." Katanya. "Terimakasih Scott." Karena ia ingin menemani bibinya di rumah sakit. "Tak masalah."


Sierra sangat menyayangi bibinya itu, tak mau lagi jika ia harus kehilangan keluarga terakhirnya. Di dalam dirinya sudah tertanam rasa yang harus melindungi orang-orang tersayangnya, gadis itu bertekad akan melindungi semua orang yang berarti dalam hidupnya, Sierra akan melakukan apapun yang terbaik agar tetap mempertahankan tekadnya, dan tak boleh ada yang menghalangi kesungguhannya itu.


__ADS_2